Pasca Sarjana UBH Siap Lahirkan Lulusan Profesional dan Cakap Berbahasa
Padang - Bahasa menjadi salah satu faktor yang bisa menghambat seseorang memahami permasalahan. Rendahnya nilai UAN ditengarai karena siswa kesulitan memahami soal wacana yang diberikan saat ujian. “Keterampilan berbahasa bisa menunjang kecerdasan seseorang. Sebab dia bisa mendapatkan pemahaman lebih lantaran kemampuannya menginterpretasikan apa yang dia baca,” ujar Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bung Hatta, Dr. Yusrita Yanti via telepon, Jumat (17/1),
Dijelaskan oleh Yusrita, dengan kemampuan berbahasa, maka seseorang itu bisa mendapatkan pemahaman lebih terhadap berbagai literatur yang dia baca. Nalarnya jalan sehingga sangat menunjang keberhasilan dalam studi mereka.
Yusrita mencontohkan para mahasiswa pascasarjana di Prodi yang dia pimpin sejak dibuka pada 2011 membuktikannya. Pada semester tiga, mahasiswa sudah bisa mengerjakan tugas akhirnya. Hasilnya, lima orang mahasiswa angkatan pertamanya yang memulai pendidikan April 2012 lalu, insya Allah bisa diwisuda April ini.
Artinya, kata Rita Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bung Hatta benar-benar memperhatikan kurikulum yang dipakai. Kurikulumnya bisa memfasilitasi kurikulum yang dibutuhkan dalam tiap tahapan pendidikan. Dia terus dikembangkan hingga tetap memprioritaskan kompetensi dan memberikan kemudahan bagi para calon magister.
Keunggulan kurikulum yang dikembangkan di perguruan yang memakai nama salah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia ini, bertumpu pada kemampuan membaca/memahami wacana, memaksimalkan penggunaan audio visual dan kemampuan menulis kreatif. Prodi ini bertujuan mencetak tenaga ahli yang profesional dan berkarakter, selain siap melanjutkan ke jenjang S3
Tak kalah pentingnya adalah ilmunya pun bersifat terapan. Jadi para tenaga pengajar (guru/dosen) yang melanjutkan strata pendidikannya bisa mengatasi kebosanan siswa atau mahasiswanya dalam mempelajari bahasa dan sastra Indonesia.
“Kami berharap kurikulum yang kami kembangkan bisa menimimalkan siswa yang merasa asing dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionalnya. Kita harus siap membina bahasa Indonesia untuk mengantarkan masyarakat yang berbahasa Indonesia yang baik dan punya kecerdasan berbahasa,” ujarnya.
Dengan demikian, Prodi ini layak dijadikan tujuan bagi guru terutama dosen program diploma atau sarjana yang harus melanjutkan pendidikan ke jenjang strata 2 (S2). Hal ini sesuai dengan amanat UU No.14 tahun 2005 butir A pasal 46 yang mensyaratkan mereka harus berkualifikasi S2. (zul)