TK Hauriyah Halum Tanamkan Kecintaan pada Musik Tradisional
Rohima membenarkan bahwa anak-anak sudah menguasai akord dasar dari dua kali latihan.
Diungkapkan Nina, pembelajaran musik tradisional yang jadi pilihan sekolah yang dipimpinnya lantaran beda dengan alat musik moderen yang diajarkan di TK lainnya. Mereka boleh bangga dengan drum band, keyboard, dance dan lainnya, namun Hauriyah Halum bakal berbangga dengan talempong, gendang, angklung dan sejumlah alat musik tradisi di Indonesia.
Letak perbedaan yang dimaksud Nina adalah penjiwaan anak terhadap alat musik tersebut. Mereka harus belajar dengan hati. Dari alat musik tradisional yang dimainkan anak bisa dilihat dia sedang mood, sedang gelisah, kesal atau sedang dalam keadaan riang. Anak lagi bosan belajar terdengar dari bunyi talempong yang dia pukul.
Kata dia, pada musik tradisional kesempurnaan bunyi-bunyiannya seperti talempong bergantung pada cara dan dimana memukulnya bukan dari pengaturan volume atau aransemen seperti alat musik moderen. Semakin dalam penghayatan anak dalam memainkannya makin enak didengar.
Tak kalah pentingnya, menurut Nina, pesan moral yang didapat anak dari belajar musik tradisional. Secara tidak langsung anak-anak diajar untuk mencintai musik tradisional daerahnya. Hal ini sangat penting, apalagi di tengah maraknya generasi muda yang lebih meng gandrungi musik dan nyanyian akar budayanya dari negara lain. (zul)