Header Ads

  • Breaking News

    Memajukan UMKM Sumbar Lewat Bazar dan Pameran

    Padang - UMKM di yang ada di Indonesia 54.439.964 unit. Dari jumlah itu 99.99 persen diantaranya masih berbentuk usaha mikro yang mempunyai aset di bawah Rp50 juta dan omset hingga Rp300 juta per tahun. Sementara di Sumbar ada 501.410 unit UMKM. Sekitar 84.41 persen berskala mikro.

    Untuk memberdayakan UMKM ini, pemerintah provinsi telah meluncurkan program-program unggulan.
    Di Sumbar, program tersebut telah merupakan sebuah gerakan. Jadi bersifat lintas sektoral. Khusus UMKM ada Gerakan Terpadu (Gerdu) Pemberdayaan UMKM. Dinas Koperasi dan UMKM menjadi  koordinatornya (leading sector).

    Selain peningkatan kapasitas usaha para pelaku UMKM, dinas koperasi juga membantu dari segi promosi dan pemasaran produk. Ada UMKM yang dibawa ikut berpromosi di berbagai pameran di tingkat Sumbar, nasional bahkan internasional. Minimal sejumlah produk UMKM dibawa serta oleh perwakilan yang hadir pada pameran atau expo tersebut.

    “Pelaku usaha ini kita berikan kesempatan untuk ikut bazar atau pameran di provinsi lain. Dengan mengikuti kegiatan ini, para pengusaha mikro, kecil dan menengah bisa melihat dan belajar dari pelaku usaha dari daerah lain,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Achmad Charisma.

    Dikatakannya, keikutsertaan pelaku UMKM dalam bazar atau pameran itu bisa menjadi ajang pembelajaran. Mereka bisa melihat produk daerah lain dari segi kualitas dan pengemasan.

    Dengan cara ini pelaku UMKM tentu berfikir untuk melakukan hal yang sama jika ingin produknya laku sebagaimana yang dilihatnya di pameran. Mereka juga bisa mendapat tambahan ide bagi pengembangan produk selanjutnya.

    Akan beda halnya jika melihat sendiri dan memahami apa yang seharusnya dilakukan terhadap produknya. Dibandingkan jika dinas yang menyampaikannya.

    Jika tidak ada kesempatan seperti itu, maka pelaku UMKM akan seperti katak dalam tempurung. Mereka merasa sudah hebat, produknya sudah laku sehingga takut atau abai untuk meningkatkan kualitas dan melengkapi perizinan bagi produknya.

    Bahkan celakanya ada pula yang merasa tidak perlu melakukan inovasi ketika produknya sudah laku di pasaran. Sehingga tidak heran ada yang tiba-tiba menghilang ketika ada pesaingnya yang baru masuk namun hadir dengan kualitas dan tampilan yang lebih menjanjikan.

    Selain bazar, ada juga program magang ke industri makanan. Seperti di daerah Jawa Timur, mereka mengunjungi fresh wader, Roemah Snack Mekarsari, Brosem, Ramayana Agro Mandiri.

    Dinas juga membawa pelaku usaha sukses di Jawa untuk berbagi kiat sukses dengan UMKM Sumbar, seperti dari Namina Cookies, dari Bandung dan lainnya.

    Dinas akan terus memperbanyak kegiatan ini. Termasuk bazar di daerah seperti  bazar koperasi menjelang Hari Koperasi, pameran di gubernuran saat jelang lebaran. Dinas juga menggandeng atau menerima pihak ketiga yang mau menyelenggarakan kegiatan promosi bagi UMKM Sumbar seperti yang dilakukan PT Semen Padang, Ormas MKGR dan KUKMI Sumbar.

    Keikutsertaan pihak ketiga ini amat dibutuhkan. Karena apabila diandalkan dari APBN atau APBD, maka dua UMKM yang bisa serta. Sebab anggaran yang dimiliki pemerintah baik lewat APBN maupun APBD terbatas. Tak jarang UMKM yang antusias membiayai sendiri kepergiannya ke pameran. Stand dibiayai pemerintah. (*)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728