RSU Aisyiyah Peduli Disabilitas: Anak Netra dari PSBN Diberi Kesempatan Magang
Padang - Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah memiliki kepedulian kepada penyandang disabilitas. Anak-anak cacat netra diterima magang di sana. Bahkan sudah tiga tahun berturut-turut program magang ini mereka laksanakan.
“Kita harus membantu sesama. Sebagai seorang Islam kita kan bersaudara, sudah selayaknya kita membantu mereka yang membutuhkan. Apalagi pembinaan orang cacat ini adalah program pemerintah dan harus kita bantu menyukseskannya,” ujar Direktur Pelayanan Medis, dr. Zubir Yunus didampingi Kabid Penunjang Medik, Hj. Burmaini dan Kabag Sekretariat dan MR, Yurni Elasrita, Senin (11/11).
Dijelaskan oleh Zubir bahwa rumah sakit yang dipimpin oleh dr. Hadril Busuddin ini pun melaksanakan program yang bersifat sosial. Artinya, RSU Aisyiyah tidak melulu memikirkan profit, sehingga mereka memberikan kesempatan yang sama seperti siswa dari institusi kesehatan lainnya.
Menurut Zubir, kehadiran penyandang netra ini malah menguntungkan. Sebab dia pribadi, karyawan, pasien bahkan banyak keluarga pasien memanfaatkan kehadiran anak-anak tersebut.
“Kalau kita sudah tua-tua ini, kan sering pegal, linu. Untuk pelemasannya ya dipijat. Kami bisa menggunakan jasa mereka untuk massage (pijat) dan shiatsu (urut ala Jepang),” tegas Zubir.
Oleh karena itu, pihak rumah sakit memberikan satu ruangan bagi penyandang netra dari Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato. Di tempat itulah mereka mempraktekkan keahlian yang dipelajari selama tiga tahun di panti.
Kerjasama yang telah terjalin ini menggembirakan Kepala UPTD PSBN Tuah Sakato, Heni Yunida. Dia yang diwakili Kasi Pelayanan, Pembinaan, Pemeliharaaan dan Pengawasan (P4), Erma mengatakan bahwa kepedulian RSU Aisyiyah amat berarti dalam persiapan melepas anak untuk berinteraksi dengan masyarakat luas. Sebab, Desember nanti mereka akan diterminasi (dilepas karena telah menyelesaikan pendidikan dan latihan).
“Magang ini langkah awal bagi anak untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka sebelum dilepas untuk hidup mandiri di masyarakat nantinya,” kata Erma
Disebutkan Erma, mulai tahun ini, RS Siti Rahmah pun memberikan kesempatan magang kepada anak-anak yang dididik di PSBN (Kelayan). Kegiatan di dua rumah sakit dan tiga klinik ini berlangsung 11-30 November. Dengan demikian makin banyak kesempatan bagi anak mendapat pengalaman dan wawasan. Sebelumnya, kata Erma, mereka hanya bergilir praktek di klinik milik KUBE dan klinik alumni PSBN. (zul)
“Kita harus membantu sesama. Sebagai seorang Islam kita kan bersaudara, sudah selayaknya kita membantu mereka yang membutuhkan. Apalagi pembinaan orang cacat ini adalah program pemerintah dan harus kita bantu menyukseskannya,” ujar Direktur Pelayanan Medis, dr. Zubir Yunus didampingi Kabid Penunjang Medik, Hj. Burmaini dan Kabag Sekretariat dan MR, Yurni Elasrita, Senin (11/11).
Dijelaskan oleh Zubir bahwa rumah sakit yang dipimpin oleh dr. Hadril Busuddin ini pun melaksanakan program yang bersifat sosial. Artinya, RSU Aisyiyah tidak melulu memikirkan profit, sehingga mereka memberikan kesempatan yang sama seperti siswa dari institusi kesehatan lainnya.
Menurut Zubir, kehadiran penyandang netra ini malah menguntungkan. Sebab dia pribadi, karyawan, pasien bahkan banyak keluarga pasien memanfaatkan kehadiran anak-anak tersebut.
“Kalau kita sudah tua-tua ini, kan sering pegal, linu. Untuk pelemasannya ya dipijat. Kami bisa menggunakan jasa mereka untuk massage (pijat) dan shiatsu (urut ala Jepang),” tegas Zubir.
Oleh karena itu, pihak rumah sakit memberikan satu ruangan bagi penyandang netra dari Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato. Di tempat itulah mereka mempraktekkan keahlian yang dipelajari selama tiga tahun di panti.
Kerjasama yang telah terjalin ini menggembirakan Kepala UPTD PSBN Tuah Sakato, Heni Yunida. Dia yang diwakili Kasi Pelayanan, Pembinaan, Pemeliharaaan dan Pengawasan (P4), Erma mengatakan bahwa kepedulian RSU Aisyiyah amat berarti dalam persiapan melepas anak untuk berinteraksi dengan masyarakat luas. Sebab, Desember nanti mereka akan diterminasi (dilepas karena telah menyelesaikan pendidikan dan latihan).
“Magang ini langkah awal bagi anak untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka sebelum dilepas untuk hidup mandiri di masyarakat nantinya,” kata Erma
Disebutkan Erma, mulai tahun ini, RS Siti Rahmah pun memberikan kesempatan magang kepada anak-anak yang dididik di PSBN (Kelayan). Kegiatan di dua rumah sakit dan tiga klinik ini berlangsung 11-30 November. Dengan demikian makin banyak kesempatan bagi anak mendapat pengalaman dan wawasan. Sebelumnya, kata Erma, mereka hanya bergilir praktek di klinik milik KUBE dan klinik alumni PSBN. (zul)