PNM Pilih Program Bina Lingkungan yang Merakyat
Padang - Permodalan Nasional Madani (PNM, Persero) Cabang Padang menunjukkan kepeduliannya Tong sampah bantuan PNM ini rencananya ditempatkan pada sembilan titik di Kota Padang. Salah satunya diletakkan di depan kantor PNM. Pemasangannya dilakukan Selasa (12/11) pagi. Sementara sisanya dipasang di bawah koordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Padang.
“Saya tahu Padang beberapa kali mendapat anugerah Adipura. Namun kini kok sampah bertebaran di berbagai tempat pembuangan sementara. Bahkan ada yang ditumpuk di pinggir jalan lantaran tak ada tong sampah di lokasi itu,” ujar Pemimpin PNM Cabang Padang, L. Dodot Patria Ary Suprianto, didampingi wakilnya Hadi Purwanto, dan staf Jasa Manajemen Riky Winarto, Selasa (12/11).
Dijelaskan oleh Dodot di tiap titik, ada dua tong sampah yang disediakan. Diharapkan masyarakat bisa berpartispasi memilah sampah yang bakal mereka buang. Jika sampah plastik atau sampah yang sulit terurai oleh alam, sebaiknya dibuang ke tong sampah anorganik. Sebaliknya sampah makanan dibuang ke tong sampah organik.
Diakuinya, bantuan yang mereka berikan lewat program bina lingkungan ini cukup kecil. Untuk tahun anggaran 2013, hanya tersedia dana Rp17,5 juta. Untuk itulah mereka harus bijaksana menyalurkannya buat kegiatan yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat luas.
Selain berpartisipasi di sektor kebersihan kota, PNM juga membantu pembuatan jalan penghubung antara Jalan Cindua Mato di Lapai dengan Wisma Indah II Lapai. Jalan tersebut diperuntukkan bagi jalur evakuasi tsunami.
Menurut Dodot, memang pembangunan jalan termasuk programPNPM, namun pembebasan lahan dan persiapan hingga proyek ini layak didanai PNPM merupakan hasil swadaya masyarakat setempat.
PNM, kata Dodot, juga membantu pembangunan mushalla di RW VII Kelurahan Kampung Jua Kecamatan Lubuk Begalung. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan PKPU Padang.
Bentuk Cluster Usaha
Untuk CSR, BUMN ini memberdayakan pengusaha kecil di Koto Kaciak Kabupaten Limapuluh Kota. Di sana bakal dibentuk cluster pelaku usaha rendang telur di bawah komando Elda, pemilik usaha Kokoci.
Pelaku usaha dalam cluster bakal dibina dan dikembangkan kapasitas usahanya lewat program PKU. Rencananya, jika telah bagus perkembangannya (bankable) maka pembinaan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah kabupaten. Untuk memudahkan pembinaannya, pelaku usaha itu harus mengambil program pembiayaan dari PNM.(zul)