Keluarga Besar Azwir Bantu Operasi Shaviq
Derita Muhammad Shaviq, bayi berumur tiga bulan yang lahir tanpa anus menggugah kepedulian Keluarga Besar Azwir Dainy Tara. Azwir yang kebetulan membaca berita ini di Posko Altara Padang Panjang merasa tersentuh rasa kemanusiaannya.
Anggota DPR dari Partai Golkar ini tak bisa membayangkan bagaimana derita yang dirasakan oleh putra Budi Putra dan Risa Oktavia itu. Anak sekecil itu harus bertahan hidup dengan pembuangan sementara yang berhasil dibuat tim dokter yang mengoperasinya.
“Ini kegiatan kemanusiaan yang harus bersegera kita melakukannya. Begitu saya membaca berita Singgalang pagi ini (Rabu pagi-red), hati saya tergerak untuk membantunya. Umurnya membuat dia harus mendapat prioritas,” ujar Azwir lewat telepon, Rabu (20/11).
Fungsionaris Partai Golkar ini langsug mengontak Singgalang, menanyakan kondisi kekinian Muhammad Shaviq. Tanpa dinyana, demi mendengar keterangan tersebut, dia langsung menyatakan bakal membantu Shaviq.
“Ini dari anak-anak saya, HM Yamin Feryanto Tara, Hj. Ananda Mutia Rezeki Tara, dan Muhammad Khomeiny Suharto Tara (Donny Tara). Mereka langsung ingin membantu begitu saya beritahu hal ini kepada mereka. Alhamdulillah mereka peduli dengan sesama,” ungkap Azwir.
Azwir menyanggupi anak-anaknya yang membiayai operasi tersebut. Dia mengatakan akhir pekan ini Mutia bakal ke Padang menyerahkan bantuan tersebut.
Berita gembira ini langsung ke orang tua Shaviq. Mereka sangat bersyukur ada yang mau memberikan bantuan bagi kelanjutan operasi anaknya.
“Syukur Alhamdulillah ada dermawan yang terketuk hatinya membantu pengobatan anak kami. Kami berterimakasih sekali karena Shaviq bisa melanjutkan operasinya ke tahap kedua,” ujar Risa.
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, dikatakan Risa, untuk operasi tahap kedua yang sudah jatuh tempo. Uang yang harus disediakan berjumlah Rp17 juta. Rencananya, pada operasi ini, Shaviq dibuatkan anus di tempat sewajarnya.
Didapat juga kabar dari Risa bahwa Shaviq sedang demam panas, maka operasi itu tertunda hingga demamnya turun. Dan, mudah-mudahan bisa langsung dioperasi di Ibnu Sina jika dia sudah sehat kembali.
Operasi Katarak
Mutia juga memberikan bantuan bagi seorang warga Pangkalan yang bakal menjalani operasi katarak. Mutia bersedia memberikan bantuan sebesar Rp8,5 juta. (zul)
Anggota DPR dari Partai Golkar ini tak bisa membayangkan bagaimana derita yang dirasakan oleh putra Budi Putra dan Risa Oktavia itu. Anak sekecil itu harus bertahan hidup dengan pembuangan sementara yang berhasil dibuat tim dokter yang mengoperasinya.
“Ini kegiatan kemanusiaan yang harus bersegera kita melakukannya. Begitu saya membaca berita Singgalang pagi ini (Rabu pagi-red), hati saya tergerak untuk membantunya. Umurnya membuat dia harus mendapat prioritas,” ujar Azwir lewat telepon, Rabu (20/11).
Fungsionaris Partai Golkar ini langsug mengontak Singgalang, menanyakan kondisi kekinian Muhammad Shaviq. Tanpa dinyana, demi mendengar keterangan tersebut, dia langsung menyatakan bakal membantu Shaviq.
“Ini dari anak-anak saya, HM Yamin Feryanto Tara, Hj. Ananda Mutia Rezeki Tara, dan Muhammad Khomeiny Suharto Tara (Donny Tara). Mereka langsung ingin membantu begitu saya beritahu hal ini kepada mereka. Alhamdulillah mereka peduli dengan sesama,” ungkap Azwir.
Azwir menyanggupi anak-anaknya yang membiayai operasi tersebut. Dia mengatakan akhir pekan ini Mutia bakal ke Padang menyerahkan bantuan tersebut.
Berita gembira ini langsung ke orang tua Shaviq. Mereka sangat bersyukur ada yang mau memberikan bantuan bagi kelanjutan operasi anaknya.
“Syukur Alhamdulillah ada dermawan yang terketuk hatinya membantu pengobatan anak kami. Kami berterimakasih sekali karena Shaviq bisa melanjutkan operasinya ke tahap kedua,” ujar Risa.
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, dikatakan Risa, untuk operasi tahap kedua yang sudah jatuh tempo. Uang yang harus disediakan berjumlah Rp17 juta. Rencananya, pada operasi ini, Shaviq dibuatkan anus di tempat sewajarnya.
Didapat juga kabar dari Risa bahwa Shaviq sedang demam panas, maka operasi itu tertunda hingga demamnya turun. Dan, mudah-mudahan bisa langsung dioperasi di Ibnu Sina jika dia sudah sehat kembali.
Operasi Katarak
Mutia juga memberikan bantuan bagi seorang warga Pangkalan yang bakal menjalani operasi katarak. Mutia bersedia memberikan bantuan sebesar Rp8,5 juta. (zul)