Header Ads

  • Breaking News

    Bangga Berwirausaha, Christine dan Mutia Bisa Menikmati Hidup di Usia Jelita

    Padang - Dalam berusaha, etos kerja dan kualitas memegang peranan penting. Malah lebih penting daripada modal uang. Setidaknya ini telah dibuktikan oleh Christine Hakim pengusaha Kripik Balado dari Padang dan Mutia Oktaviana pengusaha bolu tapai serta bolu pisang dari Bandung.

    “Saya hanya tamatan SD. Namun karena mau bekerja keras, dan memperhatikan kualitas produk sejak awal berusaha, akhirnya usaha yang saya mulai dari nol itu berkembang seperti sekarang. Saya pun terus menjaga kualitas dan melakukan inovasi agar produk saya tetap jadi pilihan konsumen,” ujar Christine Hakim yang terpaksa telat kawin lantaran tekad ingin memajukan usaha yang dia tekuni terlebih dahulu, Selasa (26/11).

    Dia menegaskan usaha kripik balado miliknya bukan warisan dari orang tua. Karena kualitas dan bahan-bahan yang digunakan pun bermutu baik, maka tak heran kripik balado yang awalnya jadi ikon Bukittinggi  malah beralih ke Padang. Kripik Balado yang diakui rasa dan mutunya umumnya dipegang oleh produk yang dihasilkan warga keturunan.

    “Perhatikanlah kualitas produk dulu baru beralih ke kemasan, pengembangan pasar, memperbanyak produk dan lainnya,” tegas Christine.

    Karena ingin menjaga kualitas itulah Christine tidak pernah menggunakan pewarna, pengawet dan pemanis buatan. Dia tidak mau menipu konsumen meski mengatakan kue durian padahal yang diberikan hanya aroma durian.

    Mutia, pemilik naMina juga menegaskan pentingnya menomorsatukan kualitas produk. “Apa pun segmen konsumen yang jadi target pemasaran, jangan pernah bermain-main dengan kualitas produk,” kata Mutia yang hanya betah tiga tahun jadi PNS.

    Dia juga pernah rugi Rp1,2 miliar di tahun 1997. Begitu terima order, krisis ekonomi terjadi. Namun di tengah kegagalan itu ada berkah, malah petunjuk datang dari bibik yang membantu dia menangani urusan rumah tangganya. Berusaha selagi mampu yang penting bisa makan esok hari.

    Obrolan tak sengaja dengan si bibik itulah yang membakar semangat Mutia, mewujudkan impiannya meski keluarga besar banyak yang menentang keputusannya menjadi wirausaha.

    Kegagalan demi kegagalan terus dia rasakan. Hingga suatu hari resep kue sang ibu dia temukan secara tak sengaja. Bermodal Rp600.000 Mutia mengayuh biduk usaha hingga berkembang jadi beberapa unit usaha. Produknya ada yang telah diekspor ke Eropa dan Timur Tengah. Mutia bersyukur pilihannya hidupnya diberkahi Allah hingga dia bisa menikmati hidup di usia jelita (jelang limapuluh tahun).

    Christine dan Mutia didaulat Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar untuk  membagi kisah sukses mengembangkan usaha mereka, mampu membuka wawasan pelaku UMKM dan pembina dari dinas terkait dari kabupaten/kota di Sumbar. Mereka berdua pun buka ‘rahasia dapur’ dengan senang hati. Malah dalam acara pengembangan jaringan kemitraan UMKM Sumbar dan usaha besar itu sejumlah pelaku UMKM jadi mitra Christine.

    “Kami bersyukur upaya memfasilitasi UMKM Sumbar untuk bermitra sesama mereka mendapat respon positif. Diharap kemitraan terus terjalin karena kemitraan antara usaha kecil dengan usaha yang sudah berskala besar, diyakini bisa mempercepat pengembangan usaha mikro  kecil dan menengah. Negara maju saja masih menerapkan kemitraan ini,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Achmad Charisma yang didampingi Kabid PUMKM, Desmadi Idrus.

    Menurut Achmad, pola kemitraan akan terus digenjot demi peningkatan sektor usaha di daerah ini. Sebab dari 510 ribu unit usaha di Sumbar hanya 1 persen yang masuk dalam skala besar. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728