Ketua LKAAM Kota Padang: Pilihlah Pemimpin Berkarakter
Ketua LKAAM Kota Padang, Prof Dr Zainuddin Dt. Rajo Lenggang menghimbau warga kota agar memilih calon pemimpin yang berkarakter. Ini disampaikannya dalam sambutannya saat launching ikrar calon walikota dan wakil walikota padang di GOR H. Agus Salim Padang, Sabtu (12/10).
Menurut Dt Rajo Lenggang, karakter masyarakat minang adalah suka menolong, suka bekerjasama, rendah hati dan tidak sombong.
Datuk ini mengungkapkan kegembiraannya dengan keputusan KPU Kota Padang yang bakal menggelar pemilu badunsanak, damai, luber dan jurdil. Sebab itu menggambarkan struktur masyarakat minangkabau yang kental kekeluargaaannya (badunsanak).
Dia berharap agar semua warga yang mempunyai hak pilih untuk memilih pemimpin yang berkarakter yang menonjol. Berkarakter menonjol menurut Dt. Rajo Lenggang adalah calon yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudaya, berakhlak, cerdas, mempunyai planning terhadap kota, arif bijaksana, mengerti adat, serta anti korupsi dan nepotisme.
Dia juga meminta agar para calon dan tim pemenangannya untuk tidak membeli suara karena mereka sendiri yang rugi. "Jika kalah bangkrut," ujarnya sambil disambut tepuk tangan hadirin.
Pasangan calon diminta untuk tidak melakukan intimidasi dan tidak melakukan kecurangan terhadap kartu suara.
Dia pun menegaskan agar mereka tidak mengerahkan perusuh serta mengandalkan uang yang dimiliki untuk memenangkan pemilihan. (*)
Menurut Dt Rajo Lenggang, karakter masyarakat minang adalah suka menolong, suka bekerjasama, rendah hati dan tidak sombong.
Datuk ini mengungkapkan kegembiraannya dengan keputusan KPU Kota Padang yang bakal menggelar pemilu badunsanak, damai, luber dan jurdil. Sebab itu menggambarkan struktur masyarakat minangkabau yang kental kekeluargaaannya (badunsanak).
Dia berharap agar semua warga yang mempunyai hak pilih untuk memilih pemimpin yang berkarakter yang menonjol. Berkarakter menonjol menurut Dt. Rajo Lenggang adalah calon yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudaya, berakhlak, cerdas, mempunyai planning terhadap kota, arif bijaksana, mengerti adat, serta anti korupsi dan nepotisme.
Dia juga meminta agar para calon dan tim pemenangannya untuk tidak membeli suara karena mereka sendiri yang rugi. "Jika kalah bangkrut," ujarnya sambil disambut tepuk tangan hadirin.
Pasangan calon diminta untuk tidak melakukan intimidasi dan tidak melakukan kecurangan terhadap kartu suara.
Dia pun menegaskan agar mereka tidak mengerahkan perusuh serta mengandalkan uang yang dimiliki untuk memenangkan pemilihan. (*)