Empat Pasar Tradisional Sumbar Direvitalisasi Kemenkop
Pasar-pasar tradisional di berbagai daerah di Sumbar bisa
mendapatkan program revitalisasi dari Kementerian Koperasi dan UKM. Pasar
direnovasi, dilengkapi fasilitas penunjangnya. Pasar pun ditata sebaik mungkin sehingga
hilanglah kesan becek, kumuh, tidak nyaman, semrawut yang selama ini melekat
kepadanya.
“Lewat revitalisasi pasar tradisional ini pemerintah lewat Kementerian Koperasi dan UKM ingin pengelolaan pasar tradisional lebih baik lagi. Semakin banyak yang mau berbelanja ke sana, berarti menambah kesempatan pedagang di sana meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Koperasi (PUK), Junaidi, Rabu (2/10).
Junaidi yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma, menyatakan pasar tradisional yang mendapatkan program itu adalah pasar yang dikelola koperasi. Lalu, pedagang disana umumnya merupakan anggota koperasi bersangkutan. Dengan cara ini, pemerintah membantu memperbaiki fasilitas masyarakat lewat koperasi.
Dijelaskan pria yang baru sebulan di bidang PUK, tahun ini ada empat koperasi yang disetujui merevitalisasi pasar tradisional dengan bantuan Kemenkop dan UKM. Koperasi itu adalah, Koppas Subur di Tanah Datar, KUD Lubuk Karya di Dharmasraya, KUD Kauman di Pasaman, Koperasi Transmigrasi Tani Makmur di Solok Selatan.
Tiap-tiap koperasi berhak mengelola dana Rp900 juta. Kebijakan masing-masing pengurus menentukan bagaimana bentuk dan peruntukan nantinya. Junaidi mencontohkan, KUD Lubuk Karya telah berhasil merevitalisasi pasar yang lokasinya berdekatan dengan koperasi itu dan telah dikunjungi awal September lalu. Bangunan pasar yang baru bersebelahan dengan pasar sebelumnya. Bahkan ada sejumlah ruko yang mereka buat.
“Pengurus tampaknya mengelola dana dengan sangat baik. Bangunannya bagus, juga ada rukonya. Mereka bisa demikian karena menerapkan gotong royong dalam pembangunannya,” katanya seraya menambahkan kalau bisa semua pasar tradisional di Sumbar direvitalisasi. (zul)
“Lewat revitalisasi pasar tradisional ini pemerintah lewat Kementerian Koperasi dan UKM ingin pengelolaan pasar tradisional lebih baik lagi. Semakin banyak yang mau berbelanja ke sana, berarti menambah kesempatan pedagang di sana meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Koperasi (PUK), Junaidi, Rabu (2/10).
Junaidi yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma, menyatakan pasar tradisional yang mendapatkan program itu adalah pasar yang dikelola koperasi. Lalu, pedagang disana umumnya merupakan anggota koperasi bersangkutan. Dengan cara ini, pemerintah membantu memperbaiki fasilitas masyarakat lewat koperasi.
Dijelaskan pria yang baru sebulan di bidang PUK, tahun ini ada empat koperasi yang disetujui merevitalisasi pasar tradisional dengan bantuan Kemenkop dan UKM. Koperasi itu adalah, Koppas Subur di Tanah Datar, KUD Lubuk Karya di Dharmasraya, KUD Kauman di Pasaman, Koperasi Transmigrasi Tani Makmur di Solok Selatan.
Tiap-tiap koperasi berhak mengelola dana Rp900 juta. Kebijakan masing-masing pengurus menentukan bagaimana bentuk dan peruntukan nantinya. Junaidi mencontohkan, KUD Lubuk Karya telah berhasil merevitalisasi pasar yang lokasinya berdekatan dengan koperasi itu dan telah dikunjungi awal September lalu. Bangunan pasar yang baru bersebelahan dengan pasar sebelumnya. Bahkan ada sejumlah ruko yang mereka buat.
“Pengurus tampaknya mengelola dana dengan sangat baik. Bangunannya bagus, juga ada rukonya. Mereka bisa demikian karena menerapkan gotong royong dalam pembangunannya,” katanya seraya menambahkan kalau bisa semua pasar tradisional di Sumbar direvitalisasi. (zul)

