Di Koto Tangah, Kandris Bina Keakraban dan Tunjukkan Kepedulian
Gerimis yang mengguyur, tak menyurutkan semangat warga Lubuk Gading Permai I untuk jalan sehat dan gotong royong bersama Calon Walikota Padang 2013-2018, Kandris Asrin. Jalan sehat sekeliling komplek perumahan di Lubuk Buaya itu memperebutkan puluhan hadiah dan doorprize sebuah sepeda dari pasangan yang dinamakan KAIN ini.
“Kami mengadakan lomba yang disponsori KAIN untuk memperkenalkan calon walikota kepada warga. Kami bina kedekatan dengan calon, dan masyarakat dipersilahkan menentukan pilihannya,” ujar Ketua RT.01, Indra Jaya.
Kepada Kandris, Indra mengungkapkan kebutuhan masyarakat di komplek tersebut akan fasilitas umum yang memadai. Apalagi saat itu warga di RT.04 tengah bergotong-royong pula memperbaiki jalan di depan rumah mereka. Jalan tersebut diberi kerekel hingga tidak becek lagi setelah air sungai meluap dan menggenanginya.
Melihat gebrakan yang dibuat Kandris ini, Ketua Keamanan RW setempat, Herman menyatakan, warga RW.10 Lubuk Gading I siap mendukung KAIN.
Usai jalan sehat dan berbagi keceriaan, Kandris pun ikut bergoro. Dia pun menyumbang satu truk kerekel. “Kita perlu dukung semangat gotong royong dan kemauan berswadaya masyarakat. Meski kecil, yang penting ikhlas sesuai jargon KAIN. Silakan mereka pilih calon yang sesuai menurut mereka. Yang penting 30 Oktober nanti gunakan hak pilih,” ujar Kandris.
Kemudian rombongan KAIN bergerak ke Pasar Lubuk Buaya. Kepada penjual sayuran yang pertama dijumpainya, dia tak sungkan membayar sangat mahal buat pengganti beberapa ikat sayuran yang dibeli timnya. Hal yang sama dilakukan kepada pedagang ikan kering, pisang dan lainnya. Kandris pun mentraktir pengunjung Sate Mega di pagi itu.
Kunjungi korban
Tengah menikmati sate, Kandris mendapat kabar korban bencana yang dia kunjungi Sabtu dinihari perlu ransum. Bersama tim relawan KAIN, putra Limau Puruik, Padang Pariaman ini kembali mengunjungi korban bencana puting beliung di RT.03/RW. 10 Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. Mereka mengantarkan nasi bungkus buat makan siang warga di sana. Putra Lapai ini ingin melihat dari dekat sejauhmana dampak dan penanganan bencana yang telah dilakukan.
Lurah Dadok Tunggul Hitam, Ermon menjelaskan, bencana yang menimpa masyarakat di daerahnya terjadi tadi malam sekira pukul 11. Saat itu tengah berlangsung ultah Sanggar Sakato dan festival randai se-Kota Padang di RT.02. “Hujan sangat lebat, angin pun bertiup dengan kencang. Sejumlah atap beterbangan,” ujarnya.
Dijelaskan Ermon, ada 18 rumah yang terkena bencana. Lima rumah di RT.01 dan 13 rumah di RT.03. Umumnya mereka keluarga kurang mampu. Ada rumah yang atapnya terkena balok dari rumah lainnya, sebagian rumah atapnya terbang. Bahkan juga ada atap dengan rangkanya yang terbang dibawa angin.
Ermon berharap BNPB segera turun ke lokasi bencana. Saat ini, katanya, kelompok siaga bencana kelurahan setempat yang melakukan penanggulangan bencana. (zul)