Header Ads

  • Breaking News

    Manufer Berikan Sepertiga Dana Pokir untuk Aspirasi Warga Lubuk Gading Permai 3


    PADANG (OKEBANA.COM)
    — Masjid Al Iman di Perumahan Lubuk Gading Permai 3, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, menjadi ruang pertemuan antara warga dan wakil rakyat. Bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga membicarakan kebutuhan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

    Momentum itu berlangsung saat Anggota DPRD Kota Padang Manufer Putra Firdaus melaksanakan Reses I Tahun 2026/2027. Warga RT 01 hingga RT 04, pengurus masjid, jemaah, majelis taklim, serta sejumlah unsur masyarakat hadir dalam pertemuan tersebut.

    Bagi masyarakat, forum seperti ini membuka kesempatan untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan di lingkungan masing-masing. Mulai dari kebutuhan infrastruktur hingga kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

    Manufer mengatakan reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk bertemu dan mendengarkan langsung masyarakat.

    “Ini momentum pertemuan anggota dewan dengan masyarakat sekaligus kesempatan menyerap dialog, tukar pikiran serta aspirasi warga di sini,” ujar Manufer.

    Dalam pertemuan itu, Manufer menyampaikan sejumlah program yang disebut telah diarahkan untuk kawasan Lubuk Gading Permai 3 dan sekitarnya.

    Beberapa di antaranya berupa pembangunan dua jalan lingkungan di RT 01 dan RT 04. Selain infrastruktur, terdapat pula dukungan terhadap majelis taklim, kelompok senam dan kelompok usaha masyarakat.

    Manufer juga menyampaikan bahwa sebagian pokok pikiran anggota dewan yang disebutnya senilai Rp2,5 miliar telah diarahkan untuk wilayah tersebut dan sekitarnya.

    “Ada sepertiga dari pokok pikiran anggota dewan senilai Rp2,5 miliar itu diarahkan ke wilayah ini dan sekitarnya. Ini sudah terlaksana,” katanya.

    Penyampaian tersebut menjadi bagian dari laporan perkembangan program kepada masyarakat dalam forum reses.  Namun, bagi warga, manfaat sebuah program pada akhirnya akan terlihat dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan sehari-hari.

    Jalan lingkungan yang lebih baik, misalnya, bukan hanya persoalan fisik. Infrastruktur tersebut berkaitan dengan mobilitas warga, aktivitas ekonomi, akses anak-anak menuju sekolah, hingga kemudahan masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan.
     

    Aspirasi Masjid Al Iman Mendapat Bantuan

    Persoalan rumah ibadah juga menjadi salah satu pembahasan. Manufer menyampaikan perkembangan aspirasi pengurus Masjid Al Iman yang sebelumnya disampaikan ketika Safari Ramadan. Menurut informasi yang diterimanya dari Bagian Kesra, telah ada SK wali kota mengenai penerima bantuan untuk rumah ibadah tersebut.

    Pengurus masjid kemudian diminta mempersiapkan berbagai persyaratan administrasi untuk proses berikutnya. “Silakan disiapkan persyaratannya, insya Allah dalam satu minggu ini akan diberitahu oleh Bagian Kesra untuk proses penerimaan bantuan tersebut,” ujarnya.

    Bagi sebuah masjid yang juga menjadi tempat berkumpul masyarakat, dukungan terhadap fasilitas rumah ibadah dapat bersinggungan dengan banyak aktivitas warga.

    Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga ruang bertemunya masyarakat, tempat majelis taklim berlangsung, serta wadah berbagai kegiatan sosial.

    Kaum ibu ikut menyuarakan kebutuhan

    Suara kaum ibu juga muncul dalam forum tersebut. Manufer menyampaikan adanya permintaan dari kelompok majelis taklim yang menurutnya diharapkan dapat diakomodasi melalui APBD Perubahan.

    “Insya Allah di APBD perubahan ini bisa diakomodasi permintaan ibu-ibu majelis taklim. Insya Allah September ini bisa masuk ke rekening organisasi,” katanya.

    Ia mengingatkan organisasi penerima bantuan agar menyiapkan proposal pencairan dan kemudian menyelesaikan laporan pertanggungjawaban setelah bantuan digunakan.

    Hal tersebut penting agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan sekaligus tidak menghambat proses pengajuan dukungan pada masa mendatang.

    Gapura masuk dalam pembicaraan

    Tidak semua aspirasi yang muncul dalam pertemuan harus selesai pada saat itu juga. Salah satunya terkait rencana pembuatan atau pembaruan gapura lingkungan.

    Manufer menyebut usulan tersebut akan diupayakan untuk perencanaan tahun 2027. Warga diminta mendiskusikan terlebih dahulu bentuk gapura yang diinginkan sehingga dapat dibuat perencanaan sebelum diusulkan melalui mekanisme anggaran.

    Proses tersebut menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat membutuhkan tahapan, mulai dari penyampaian kebutuhan, pembahasan, perencanaan hingga penganggaran.

    Lurah Lubuk Buaya Junaidi, S.I.Kom. turut mengingatkan masyarakat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika wakil rakyat hadir di tengah masyarakat.

    Menurutnya, berbagai persoalan maupun harapan warga dapat disampaikan melalui forum seperti reses. “Apa uneg-uneg, keinginan, harapan atau masukan yang ingin disampaikan, pada momen seperti inilah perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Junaidi.

    Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan lingkungan tidak hanya membutuhkan peran pemerintah dan wakil rakyat. Masyarakat juga memiliki posisi penting dalam menyampaikan kebutuhan secara terbuka dan ikut mengawal prosesnya.

    Warga menyebut sejumlah bantuan telah dirasakan

    Ketua RW 11 Kelurahan Lubuk Buaya Hendri Syarief menyampaikan apresiasi atas dukungan yang menurutnya telah diterima masyarakat di wilayah tersebut.

    Ia menyebut sejumlah kegiatan yang mendapatkan dukungan, antara lain ambulans, bantuan kelompok masyarakat, betonisasi dan program kelompok usaha bersama atau KUBE.

    “Sejak Pak Dewan masuk ke daerah kami, tak putus bantuan yang dialurkan beliau untuk masyarakat kami,” ujar Hendri.

    Ia mengatakan perhatian tersebut juga dirasakan oleh kelompok perempuan serta pemuda dan pemudi di wilayahnya.

    Menurut Hendri, dukungan terhadap kelompok-kelompok masyarakat memberikan ruang bagi warga untuk menjalankan kegiatan yang mereka miliki.

    Mengawal aspirasi setelah reses

    Reses pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang hadir dan apa yang disampaikan dalam sebuah pertemuan. Yang tidak kalah penting adalah apa yang terjadi setelah warga kembali ke rumah.

    Aspirasi membutuhkan pengawalan. Program membutuhkan perencanaan. Bantuan membutuhkan pertanggungjawaban. Sementara pembangunan membutuhkan keterlibatan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

    Pertemuan di Lubuk Gading Permai 3 memperlihatkan bahwa komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat masih menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan lingkungan.

    Bagi warga, kesempatan untuk berbicara merupakan langkah awal. Langkah berikutnya adalah bersama-sama melihat sejauh mana aspirasi tersebut benar-benar bergerak menjadi program dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. (Malin/Anto)

    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728