Header Ads

  • Breaking News

    Dari Insentif Kader Posyandu hingga Lapangan Voli, Warga Lubuk Buaya Titipkan Banyak Aspirasi ke Muharlion

     

    PADANG (OKEBANA.COM) — Bagi sebagian warga, kebutuhan lingkungan tidak selalu hadir dalam bentuk proyek besar. Kadang, yang paling terasa justru hal-hal sederhana: lampu jalan yang menyala saat malam, jalan lingkungan yang nyaman dilalui, fasilitas olahraga bagi anak muda, hingga dukungan bagi kader yang setiap hari melayani masyarakat.

    Beragam kebutuhan itu muncul dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Padang, Muharlion, di kawasan Lubuk Buaya. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan dan kebutuhan yang mereka temui di lingkungan masing-masing.

    Aspirasi datang dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader Posyandu, pengurus RT/RW, pemuda, hingga pengelola kegiatan sosial dan keagamaan.

    Serly, salah seorang kader Posyandu, menyampaikan kebutuhan terkait insentif bagi kader. Peran kader selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama dalam mendukung berbagai kegiatan pelayanan di tingkat lingkungan.

    Aspirasi lain datang dari Didit yang mengusulkan betonisasi jalan di kawasan kompleks. Bagi warga, kondisi jalan lingkungan berkaitan langsung dengan kemudahan mobilitas sehari-hari.

    Persoalan penerangan juga menjadi perhatian. Ronal menyampaikan kebutuhan penerangan jalan umum (PJU), terutama sebagai bagian dari kenyamanan dan keamanan warga ketika beraktivitas pada malam hari.

    Dukungan terhadap kegiatan masyarakat turut disampaikan melalui usulan pengadaan sound system untuk Posko. Sementara dari bidang keagamaan, Dedi menyampaikan aspirasi mengenai peningkatan status mushala menjadi masjid.

    Di kalangan pemuda, kebutuhan fasilitas olahraga menjadi salah satu perhatian. Ketua Pemuda, David Saputra, mengusulkan penyediaan lapangan voli agar anak-anak muda memiliki ruang untuk berolahraga sekaligus menjalankan kegiatan positif di lingkungan mereka.

    Sementara itu, Ketua RT 02/RW 023, Irwandi, menyampaikan sejumlah kebutuhan yang bersifat menunjang aktivitas warga. Di antaranya tenda dan kursi untuk kegiatan masyarakat, perlengkapan Posko, serta bibit sayuran yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lingkungan.

    Ragam aspirasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat memiliki banyak bentuk. Ada kebutuhan yang berkaitan dengan infrastruktur, tetapi ada pula yang menyentuh pelayanan sosial, kegiatan keagamaan, olahraga, kepemudaan, hingga pemberdayaan lingkungan.

    Dalam pertemuan itu, Muharlion juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi kependudukan.

    Kelengkapan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP, khususnya bagi warga yang berdomisili di Kota Padang, menjadi bagian penting dalam mengakses berbagai pelayanan publik.

    Administrasi kependudukan juga berkaitan dengan kebutuhan pendidikan anak ketika memasuki jenjang sekolah berikutnya.

    “Untuk masuk sekolah tentu perlu mengurus KK dan KTP Padang,” ujar Muharlion.

    Ia juga mengingatkan pentingnya kekompakan masyarakat dalam menyampaikan sekaligus mengawal kebutuhan lingkungan.

    “Kekompakan kita sangat penting,” katanya.

    Menurut Muharlion, reses menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

    “Kami perlu mengetahui apa yang menjadi keinginan masyarakat. Jadi kami tahu persis apa yang akan diperjuangkan,” ujarnya.

    Bagi masyarakat, reses bukan sekadar kesempatan menyampaikan daftar permintaan. Pertemuan seperti ini juga membuka ruang komunikasi antara warga dan wakil rakyat, sehingga persoalan yang muncul di tingkat lingkungan dapat diketahui secara langsung.

    Namun, menyampaikan aspirasi hanyalah bagian awal. Setelah dihimpun, setiap usulan tetap membutuhkan proses untuk melihat kewenangan, skala prioritas, ketersediaan anggaran, serta kemungkinan tindak lanjutnya.

    Karena itu, komunikasi dan pengawalan bersama menjadi penting. Warga perlu mengetahui perkembangan aspirasi yang telah disampaikan, sementara pemerintah dan legislatif memiliki ruang untuk memetakan setiap kebutuhan sesuai kewenangan dan prioritas pembangunan.

    Pada akhirnya, kualitas pembangunan juga dapat dirasakan dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Lampu jalan yang menerangi lingkungan pada malam hari. Jalan kompleks yang lebih nyaman dilalui. Kader Posyandu yang mendapat perhatian. Anak muda yang memiliki ruang untuk berolahraga. Warga yang dapat menjalankan kegiatan sosial dengan fasilitas yang memadai.

    Semua itu mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi masyarakat yang menggunakannya setiap hari, manfaatnya bisa sangat berarti.

    Dari ruang reses seperti inilah kebutuhan-kebutuhan tersebut disampaikan. Dan setelah itu, tantangannya adalah bagaimana aspirasi tersebut dapat dikawal secara terbuka, realistis, dan bersama-sama hingga masyarakat mengetahui sejauh mana tindak lanjutnya. (Inel)

    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728