SPBU Marapalam Bikin Antrean Panjang, Manajemen Abai Layanan
PADANG (OKEBANA.COM) -
Antrean panjang kendaraan roda dua kembeli terlihat di Stasiun Pengisian
Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.251.522 Marapalam, Kecamatan Padang Timur,
Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Pada Senin (6/7/2026). Sekitar
pukul 09.00 WIB, puluhan sepeda motor berbaris menunggu giliran mengisi
bahan bakar minyak (BBM).
Antrean panjang ini tentu memunculkan rasa kesal ataupun kekecewaan bagi pengendara motor yang harus mengisi tangki BBM motornya. Kondisi makin diperparah oleh karena hanya ada satu
operator yang mmemberikan pelayanan. Sementara ada dua nozzle pompa lainnya yang seperti tidak dioperasikan. Terlihat tidak adanya selang perngisian
terpasang di sana. Panas yang mulai menyengat menyebabkan sejumlah
pengendara meninggalkan kendaraannya dan mencari tempat berteduh.
"Ini
namanya mengabaikan pelayanan. Masa hanya satu petugas yang melayani
puluhan kendaraan. Akhirnya masyarakat yang menjadi korban karena harus
mengantre sangat lama," ujar Putra salah satu pengendara.
Tampak
jelas rasa kecewa di wajahnya. Dia menilai layanan SPBU Marapalam hari iut sangat buruk. Bagaimana pihak manajemen hingga abai memenuhi hak
konsumen.
Ramzi, pengendara lainnya pun mengatakan antrean
panjang seperti itu semestinya dapat diantisipasi. Seluruh fasilitas
pengisian dan jumlah operator disiagakan secara memadai.
"Cuaca
sudah sangat panas, tetapi kami tetap harus mengantre lama. Ke mana
pihak pengelola? Kok dibiarkan hanya satu petugas yang melayani puluhan
kendaraan. Seharusnya semua pompa berfungsi agar masyarakat tidak
dirugikan," katanya.
Beberapa konsumen lainnya pun terdengar melontarkan
kritik pedas. Mereka menilai pengelola SPBU terkesan kurang
memperhatikan kualitas pelayanan. Padahal, BBM merupakan kebutuhan vital
masyarakat yang digunakan setiap hari untuk bekerja, berdagang maupun
menjalankan aktivitas lainnya.
Apabila dalam pengawasan ditemukan adanya
pelanggaran terhadap standar operasional, Pertamina bersama instansi
terkait dapat memberikan pembinaan hingga sanksi administratif sesuai
tingkat pelanggaran. Bentuknya dapat berupa teguran, kewajiban melakukan
perbaikan, pembekuan sementara pelayanan pada fasilitas tertentu,
hingga evaluasi terhadap kerja sama operasional apabila pelanggaran
dilakukan secara berulang atau berdampak serius terhadap pelayanan
publik.
Dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Ridwan Husen,
Ketua Hiswana Migas Sumatera Barat yang juga disebut sebagai pengelola
SPBU 14.251.522 Marapalam, menyampaikan apresiasi atas masukan
masyarakat dan media.
"Terima kasih atas sarannya dan juga
perhatiannya atas antrean masyarakat membeli BBM subsidi. Untuk operator
biasanya ada dua orang. Mungkin saat itu lagi salat atau lagi makan.
SPBU Marapalam memang termasuk SPBU mini, tetapi kami tetap berusaha
memberikan pelayanan BBM subsidi Pertalite maupun non subsidi Pertamax
semaksimal mungkin kepada masyarakat," kilahnya Ridwan.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera melakukan kontrol dan menurunkan pengawas untuk memastikan pelayanan berjalan lebih baik.
"Saya
sudah cek, memang ada part pompa yang harus diganti. Akan saya lakukan
hari ini. Insya Allah selesai hari ini. Mekanik sedang berada di
Bukittinggi dan sore ini meluncur ke Padang," jelasnya.
Namun
demikian, penjelasan Ridwan Husen yang menyebut kemungkinan salah
seorang operator sedang beristirahat atau melaksanakan ibadah menjadi
perhatian tersendiri. Pasalnya, berdasarkan hasil pemantauan wartawan,
antrean panjang tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, yang masih
berada pada jam operasional normal pelayanan SPBU.
Sejumlah
masyarakat mempertanyakan penjelasan tersebut karena waktu kejadian
dinilai belum lazim sebagai waktu istirahat utama operator. Kondisi ini
memunculkan pertanyaan mengenai pengaturan jadwal kerja dan kesiapan
personel pelayanan agar tidak terjadi kekosongan petugas yang berujung
pada panjangnya antrean konsumen.
Di sisi lain, Ridwan juga
menjelaskan bahwa distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Sumatera Barat
dalam beberapa hari terakhir mengalami hambatan akibat sejumlah
pekerjaan infrastruktur dan gangguan lalu lintas. Di antaranya sistem
buka-tutup di Jembatan Bungus, perbaikan jembatan di kawasan Gunung
Talang, pekerjaan pengaspalan di jalur Lembah Anai, serta kepadatan di
Panorama Sitinjau Lauik akibat kendaraan yang mengalami kerusakan.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap keterlambatan mobil
tangki dalam mendistribusikan BBM ke sejumlah SPBU.
Padahal
Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Marketing (ITM) telah
melakukan antisipasi dengan mempercepat operasional terminal BBM dengan
membuka pelayanan distribusi sejak pukul 00.00 WIB agar pasokan ke SPBU
tetap terjaga.
Apabila SPBU Ketua Hiswana Migas bener yang abai terhadap layanan, bagaimana pula layanan SPBU anggotanya? (Tim)
