Asantara Putuskan Langkah Strategis, Hadapi Tantangan Global yang Dinamis
PADANG (OKEBANA.COM) — Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) terus melakukan upaya-upaya membangun organisasi media online yang profesional, independen, dan berintegritas. Sejumlah langkah strategis ditetapkan dalam rapat yang dilaksanakan dipimpin Ketua Umum DPN Asantara, Drs. H. Marlis, MM, D.Med, pada hari Minggu, 28 Juni 2026.
Dalam semangat kebersamaan, Marlis mengatakan, "Alhamdulillah kita telah sepakat membentuk organisasi media online.skala nasional dua hari lalu. Tanpa kita sadari momen itu ternyata terjadi di tanggal cantik, tanggal 26 bulan enam tahun 26, Semoga organisasi kita ini cantik secara kelembagaan dan cantik juga hasil perjuangannya."
Marlis menyampaikan
perkembangan terkini ASANTARA, yang ditanggapi oleh 'tim kecil' yang hadir. Demi mendengar respon yang ada, tim
mengambil keputusan segera, Keputusan pertama adalah menyelesaikan
struktur kepengurusan DPN ASANTARA periode 2026–2031, sehingga
organisasi memiliki perangkat kepemimpinan yang solid, efektif, dan
mampu mengakselerasi seluruh agenda strategis di tingkat nasional.
nantinya.
Rapat juga menetapkan Program Jangka Pendek DPN ASANTARA, yaitu:
– Menuntaskan seluruh proses legalitas organisasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
– Menetapkan sekretariat resmi organisasi sebagai pusat koordinasi nasional.
–
Melaksanakan rekrutmen anggota secara selektif dengan mengedepankan
legalitas media, integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap Kode
Etik Jurnalistik.
– Mendorong penerbitan berita bersama sebagai bentuk sinergi antaranggota dalam menyajikan informasi yang berkualitas.
– Menyelenggarakan forum diskusi bulanan dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dari berbagai bidang.
– Melaksanakan diskusi mingguan untuk merumuskan isu-isu strategis yang layak menjadi fokus pemberitaan nasional.
– Secara simultan membentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ASANTARA di seluruh provinsi di Indonesia.
– Menyiapkan proses pemindahan Kantor Pusat DPN ASANTARA ke Jakarta sebagai pusat koordinasi organisasi nasional.
Salah
satu poin yang menguatkan optimisme pengurus adalah
kesediaan sejumlah tokoh nasional untuk bergabung ke ASANTARA. Rapat menyampaikan apresiasi atas kesediaan para
tokoh tersebut untuk memberikan pemikiran, pengalaman, dan arah
strategis bagi perjalanan ASANTARA ke depan menghadapi tantangan global yang sangat dinamis.
Tokoh-tokoh yang
menyatakan kesediaannya bergabung adalah Halius Hosen, SH, Andre
Rosiade, H. Basril Djabar, Prof. Ganefri, P.Hd, Adithya Warman, SH, MH,
Prof. Yuspar, SH, M.Hum, Drs. H. M. Mufti Syarfie, dan Tamsir J.
Rahmat. Mereka akan mengisi unsur Dewan Pembina, Dewan Pengawas, dan
Dewan Kehormatan sesuai dengan struktur organisasi yang akan ditetapkan
secara resmi.
“Kesediaan para tokoh nasional untuk menjadi bagian dari Dewan Pembina,
Dewan Pengawas, dan Dewan Kehormatan merupakan sebuah kehormatan
sekaligus amanah besar bagi DPN ASANTARA. Dukungan ini semakin memacu
semangat dan optimisme seluruh pengurus untuk membangun organisasi yang
kredibel, profesional, independen, dan mampu memberikan kontribusi nyata
bagi kemajuan pers nasional,” ujar Marlis.
Rapat juga memutuskan Penasehat Hukum DPN ASANTARA, yaitu: Dr. Suharizal, SH., MH,
M.
Fauzan Alinia, SH. Hadirnya dua praktisi hukum ini diharapkan
semakin memperkuat aspek legalitas, tata kelola organisasi, serta
pendampingan hukum bagi DPN ASANTARA dalam menjalankan perannya sebagai
organisasi media online berskala nasional.
Marlis optimis DPN ASANTARA segera dapat memperluas jaringan organisasi ke seluruh Indonesia, memperkuat
sinergi antar-media online, dan menghadirkan organisasi pers modern, berwibawa, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan
pembangunan nasional.
Pimpinan Alinia Grup ini juga tak lupa mewanti-wanti DPN ASANTARA dibangun bukan semata-mata sebagai wadah berhimpunnya perusahaan media online, melainkan sebagai organisasi yang mampu menjadi rumah bersama bagi media online Indonesia dalam memperkuat kualitas jurnalisme, menjaga etika profesi, meningkatkan kompetensi insan pers, serta menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam mengawal demokrasi dan kepentingan publik. (Asantara)
