354 Operator PAUD Sijunjung Ikuti Sosialisasi Data Pendidikan, Sulingjar hingga ATS
SIJUNJUNG (OKEBANA.COM) – Data pendidikan bukan sekadar angka di dalam sistem. Di balik setiap data, ada wajah anak, guru, lembaga pendidikan, hingga kebijakan yang menentukan arah masa depan pendidikan.
Karena itu, sebanyak 354 operator lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Sijunjung mengikuti sosialisasi terkait pengelolaan data dan berbagai program pendidikan di Gedung Pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut membahas sejumlah isu penting, mulai dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), revitalisasi satuan pendidikan, Rapor Pendidikan, hingga pendataan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Sosialisasi dibuka langsung Bunda PAUD Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung Puji Basuki, S.P., M.MA., Kepala Bidang PAUD dan PNF Delvianti Basri, S.E., M.Pd., beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Nedia Fitri mengapresiasi antusiasme para operator yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia meminta seluruh peserta serius menyimak materi yang disampaikan agar mampu mengelola dan memperbarui data pendidikan secara tepat.
Menurutnya, akurasi data sangat penting karena menjadi dasar dalam penyusunan dan pelaksanaan berbagai program pendidikan.
“Kami berharap pemutakhiran data satuan PAUD, pendidik, dan peserta didik dilakukan secara akurat dan tepat waktu sebagai basis acuan program nasional,” ujar Nedia Fitri.
Ia juga mengajak seluruh peserta mendukung pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) yang berlangsung pada 20 Juli hingga 17 Agustus 2026 melalui laman resmi Sulingjar PAUD.
Selain penguatan data, Nedia Fitri berharap para operator dan tenaga pendidik PAUD terus meningkatkan fasilitas serta mutu kelembagaan melalui berbagai intervensi program nasional.
Pendataan anak usia prasekolah juga dinilai penting agar tidak ada anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh akses terhadap layanan pendidikan yang layak.
Operator Jadi Ujung Tombak Akurasi Data Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Puji Basuki, turut mengapresiasi antusiasme peserta.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi semacam ini penting untuk memastikan berbagai informasi dan kebijakan pendidikan dapat dipahami secara menyeluruh oleh para operator.
“Dengan semangat ibu-ibu hari ini, ke depan tentu akan kita lanjutkan kembali kegiatan sosialisasi ini agar apa yang kita sampaikan dapat diselesaikan dengan tuntas dan dipahami oleh seluruh operator,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF, Delvianti Basri, mengatakan pemerintah pusat saat ini terus mendorong dukungan terhadap lembaga PAUD melalui berbagai program dan bantuan.
Salah satunya berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau perangkat layar interaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.
Menurut Delvianti, perangkat tersebut telah disalurkan Kementerian kepada sejumlah lembaga PAUD di Kabupaten Sijunjung.
“IFP atau layar interaktif yang sudah sampai di lembaga masing-masing merupakan alat pembelajaran yang sangat dibutuhkan. Alat tersebut diberikan oleh Kementerian kepada lembaga dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Namun, masih terdapat sekitar 100 lembaga PAUD di Kabupaten Sijunjung yang belum memiliki perangkat tersebut.
Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah pemateri dari lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, di antaranya Amrul, S.Pd., Mayang Sari, S.Pd., Neldawati, M.Pd., Trivami Handayani, S.Pd., Arif Febrianto, S.Tr.IP., dan Neng Azmi, M.Kom.
Melalui kegiatan tersebut, para operator diharapkan semakin memahami pentingnya data yang akurat, pengisian survei yang tepat, serta pemanfaatan berbagai program pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Sijunjung.
Sebab, ketika data dikelola dengan benar, kebijakan dapat disusun dengan lebih tepat. Dan ketika kebijakan tepat sasaran, semakin besar pula peluang anak-anak Sijunjung mendapatkan layanan pendidikan yang lebih baik sejak usia dini. (Andri)
