Maulid Nabi, Momen Bagus Meningkatkan Silaturrahmi
Sintuk - Masjid Raya Nagari Sintuk banjir manusia. Lelaki perempuan, tua dan muda. Teras masjid dipenuhi ratusan tudung saji berisi makanan (jamba).
Di dalam masjid, bagian depan, pun penuh makanan/juadah. Ada kue hingga berbagai buah-buahan yang tersusun rapi di atas tatakan dari besi setinggi dada orang dewasa. Ada tilam sepanjang jejeran makanan tersebut yang digunakan untuk alas duduk para orang siak/pemuka agama
"Ini tempat para orang siak (pemuka agama) berzikir dan berdoa sepanjang malam. Berlanjut esok siang hingga acara puncak yang ditutup dengan makan bersama (makan bajamba)," ujar Suardi Tuanku Kuniang, salah satu orang siak yang ikut zikir Syafaral Anam (zikir maulid) di Masjid Raya Nagari Sintuk, Sabtu (2/12).
Suardi Tuanku Kuniang menyebutkan maulid Nabi sebagai momen indah untuk meningkatkan silaturrahmi. Hanya dengan mengumumkan di surau atau masjid mana diadakan peringatan maulid, maka masyarakat berbondong-bondong mengantarkan aneka makanan dan minuman ke surau atau masjid itu. Masjid pun penuh oleh orang-orang yang membaca zikir yang mengingatkan keagungan Nabi Muhammad SAW.
"Ada-ada saja makanan yang diantarkan ke tempat pelaksanaan maulid. Tidak ada putus-putusnya," ujar Tuanku Kuning.
Dikatakannya, maulid nabi juga ajang untuk memuliakan orang siak/pemuka agama. Makanan dan minuman (jamba) diantar ke masjid atau surau, jamba ini dimakan bersama. Setelah itu orang siak naik ke surau atau masjid dan memulai membaca zikir safar nan enam hingga pagi.
Uniknya, pelaksanaan maulid ini bergantian antara masjid yang satu dengan masjid lainnya. Masjid nagari akan menyelenggarakan peringatan maulid tiap tahun. Sementara surau-surau di nagari melaksanakannya bergantian. Ada yang dapat giliran sekali lima tahun.
Hingga di seluruh Padang Pariaman, peringatan maulid nabi nyaris berlangsung hingga peringatan maulid tahun berikutnya.
"Lewat maulid ini kita saksikan kebersamaan masyarakat nagari. Kita lihat pula bagaimana mereka memuliakan para pemuka agama. Makanya budaya ini perlu kita dukung untuk terus dilaksanakan. Apalagi ini untuk meningkatkan kecintaan terhadap nabi dan cara untuk memahami agama lebih baik lagi," ujar Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa yang diundang untuk menghadiri pembukaan rangkaian peringatan maulid di Masjid Raya Nagari Sintuk.
Warga dari pelosok nagari berdatangan ke masjid untuk menghadiri peringatan itu. Jadi secara tak lansung akan terbina rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Ikatan hati yang terbentuk dari keikhlasan beramal berdasarkan keimanan pasti sangat kuat.
"Momen maulid nabi ini sangat efektif menjalin silaturrahmi dengan masyarakat. Sangat bijak juga Pemerintah Padang Pariaman yang mampu memanfaatkan semangat yang tumbuh di momen ini untuk kemajuan daerah. Di sini rahasia sukses pemimpin Padang Pariaman sejak dulu," ujar Leonardy sambil tersenyum.
Wakil Bupati, Suhatril Bur menyebutkan hal senada. Penghormatan terhadap nabi Muhammad dilakukan selama 11 bulan. Hanya di Di Bulan Ramadhan saja yang tidak.
"Makanya persatuan dan kesatuan di daerah kami sangat baik. Momen maulid ini ajangnya," ujarnya. (404)