Header Ads

  • Breaking News

    Umat Buddha Sumbar Kecam Kekerasan di Myanmar

    Padang - Kekerasan yang kembali terjadi di Rakhine Myanmar yang menghebohkan jagad maya dan berbagai media sosial, ternyata juga dikecam oleh Umat Buddha Sumbar. Mereka bahkan mengutuk tindakan yang dilakukan militer Myanmar tersebut.

    “Kami menganggap tindakan militer Myanmar sebagai perbuatan biadab dan sungguh pengecut,” ujar Wahadi, Pembimas Agama Buddha Kementerian Agama Provinsi Sumbar, Selasa (5/9).

    Wahadi menjelaskan, atas nama tokoh umat Buddha Sumbar, perbuatan jahat dan pengecut yang dilakukan oleh militer Myanmarpantas untuk dihukum sebagai kejahatan internasionaldan kemanusiaan. Kekerasan dan kejahatan kemanusiaan adalah musuh bersama semua agama, umat Buddha tidak mendukung segala bentuk tindak kekerasan atas nama agama apapun dan dimanapun.

    Umat Buddha akan mendorong pemerintah Indonesia agar segera memfasilitasi perdamaian di Myanmar melalui forum ASEAN dan PBB sehingga kekerasan segera dapat dihentikan. Umat Buddha Sumbar juga menegaskan sebagai komponen Agama Buddha Indonesiasejak dulu hingga sekarangselalu mempraktikkan hidup rukun bersama dalam keanekaragaman sebagaimana yang dijadikan semboyan persatuan bangsa yang tercanyum dalam pancasila, Bhinneka Tunggal Ika.

    “Kami berharap semoga krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine Myanmar segera dihentikan,” ujarnya.

    Tzu Chi didatangi
    Sekretaris Yayasan Buddha Tzu Chi, Rukiat Tasib mengungkapkan yayasan yang memakai nama Buddha ini dikunjungi oleh sekira 20 tokoh ormas Islam. Mereka minta ketegasan bagaimana sikap Buddha Tzu Chi terhadap tragedi kemanusiaan di Rakhine Myanmar atau yanglebih dikenal dengan Rohingya.

    Rukiat menjelaskan yayasan mereka adalah organisasi sosial yang beranggotakan lintas agama. Orang Islam, bahkan tokohnya ikut berkecimpung dalam berbagai kegiatan sosial Tzuchi. Organisasi ini, memakai nama Buddha lantaran pendirinya, Mater Cheng Yen adalah seorang penganut Buddha dan dia banyak mengacu kepada ajaran budi pekerti yang diajarkan Shidarta Gautama.

    Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, unsur pimpinan di Tzu Chi diundang pemuka agama Buddha untuk membicarakan hal tersebut. Hasil pertemuan Senin Malam itu juga diberitahukan ke pemuka agama Buddha di Indonesia.

    Hasilnya, pernyataan sikap. Bahkan pemuka agama Buddha Indonesia dalam suratnya lebih keras lagi kecamannya. “Myanmar tak bisa mengklaim diri sebagai negara Buddhist jika bertindak seperti itu. Itu bukan ajaran Buddha,” ujar Rukiat mengulang pernyataan pemuka Buddha yang dia terima suratnya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728