Header Ads

  • Breaking News

    Pasarkan Produk OVOP Secara Online

    Padang - Sebagai wujud ekonomi kerakyatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar telah
    menunjukkan perhatian penuhnya dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Pemprov meyakini pengentasan kemiskinan di Sumbar sangat tepat dengan cara pengembangan koperasi dan pemberdayaan usaha mikro. Hal ini terkait dengan marwah orang minang dan jiwa dagang yang dimilikinya.

    Salah satu kiat yang digenjot beberapa tahun belakangan ini adalah pengembangan koperasi dan  pemberdayaan UKM adalah mengembangkan Produk Unggulan Daerah (PUD dengan Pendekatan Satu Daerah/Desa Satu Produk (One Village One Product, OVOP). PUD dikembangkan melalui koperasi di daerah agar daya saing koperasi dan UKM meningkat.

    “Kita telah melakukan pengembangan produk unggulan daerah ini dengan pendekatan OVOP sejak 2013. Secara bertahap telah difasilitasi hingga beberapa koperasi kita sudah dibina Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengelola produk unggulan daerah ini,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Zirma Yusri.

    Diungkapkannya, dukungan penuh yang diperlihatkan Gubernur Irwan Prayitno telah memunculkan simpati dari pihak kementerian koperasi dan UKM. Tiga koperasi daerah ini mendapat pembinaan kementerian. Koperasi tersebut adalah Kopinkra Kopinkra Pusako Minang Kota Bukittinggi dengan produk unggulan bordir dan sulaman, Koperasi Produsen Aneka Sulaman Kabupaten Agam dengan produk unggulan sulaman, Koperasi Tenun Pandai Sikek Kab Tanah Datar yang mengunggulkan produk songket Pandai Sikek.

    Pembinaan diberikan dalam bentuk pelatihan disain, dan modal kerja @Rp 100 juta untuk 2 koperasi. Namun geliat dan efektifitasnya tentunya masih perlu dilanjutkan serta ditingkatkan oleh pemerintah daerah dan pusat bersama stakeholder lainnya.

    Pembinaan terpadu yang dilakukan membuka peluang baru. Tahun 2016 Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi  PT Samsung Electronics Indonesia melakukan Perjanjian Kerjasama Pengembangan Produk Unggulan dengan dua koperasi sebagai pelaksanaan dari program One Village One Product di Sumatera Barat.

    PT Samsung memberikan bantuan peralatan produksi dan pelatihan kepada Koperasi Produsen Aneka Sulaman Kabupaten Agam dengan produk unggulan “Sulaman” dan Koperasi Tenun Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar dengan produk unggulan “Songket Pandai Sikek”.

    Hal ini memberikan harapan besar bagi PUD lainnya di Sumbar. “Kita berharap semakin banyak koperasi yang mengelola produk unggulan daerah ini mendapat fasilitasi sebagaimana yang dirasakan dua koperasi yang telah dibantu PT Samsung Electronics.

    Di tahun 2017 ini, Dinas Koperasi dan UKM Sumbar memfasilitasi pengurus koperasi dan anggota yang produknya merupakan PUD suatu daerah. Pelatihan dilaksanakan pada 16-17 Maret di Hotel Kyriad Bumi Minang, pada 23-24 Maret 2017 di Hotel Ibis.

    Produk Unggulan Daerah (PUD) yang ditingkatkan melalui pendekatan one village one product (OVOP), kini dibantu pemasarannya secara online. Dinas Koperasi dan UKM Sumbar memfasilitasinya dengan cara memberikan bimbingan teknis pemasaran PUD secara online.

    Kegiatan yang diikuti 50 pengurus koperasi dan anggota yang punya PUD ini dilaksanakan di Kyriad Bumi Minang pada 16-17 Maret 2017. Pada Bimtek itu dihadirkan Arif Maulana dari UNP dan Edwar dari Bukalapak.

    Arif Maulana yang tampil pada hari pertama memaparkan strategi dan manfaat pemasaran online, mempersiapkan fisik produk yang dipasarkan secara online. Informasi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasaran online beserta pengembangannya disampaikan Arief Mardianto dari Klinik KUKM Sumbar.
    Sementara di hari kedua, Edwar menjelaskan proses pemasaran dan transaksi produk online di Bukalapak. Narasumber dari Rumah Kreatif BUMN Wilayah Padang menjelaskan materi yang sama, namun diaplikasi belanja.com.

    Sementara pada 23-24 Maret itu, dinas memberikan pelatihan untuk koperasi dan anggota pengelola PUD minyak atsiri.

    Pada pelatihan itu, diberikan materi pengembangan usaha koperasi yang mengelola produk unggulan minyak atsiri. Ini dipaparkan oleh Budiman dari Dekopinwil Sumbar.

    Hal kebijakan pengembangan minyak atsiri di Sumbar disampaikan oleh narasumber dari Dinas Perindag Sumbar. Adapun strategi pengembangan atsiri dan pemasarannya disampaikan Sepriledy dari Van Aroma.

    Diinformasikan Sepriledy, sekira 10 tahun lalu, minyak atsiri dikuasai Sumatera (20%) dan Jawa (80%). Sementara saat ini, Sulawesi berhasil mengembangkannya hingga menguasai 85 persen produksi atsiri. Sumatera cenderung menurun padahal peluang pasar meningkat 10 persen per tahun. Sungguh menjanjikan. Apalagi atsiri Indonesia sangat populer di pasar dunia.

    Di akhir Agustus, tepatnya  tanggal 21-22, atas fasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM, PT Samsung Electronics menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan sosial media dan teknik copywriting bagi anggota Koperasi Tenun Pandai Sikek dan Koperasi Aneka Sulaman Agam.  (*)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728