Balai Jakon Gandeng Inkindo, Gencarkan Serfikasi Tenaga Ahli Konstruksi Tersertifikasi
Padang - Balai Wilayah I Jasa Konstruksi yang berpusat di Aceh berupaya agar target sertifikasi tenaga kerja bidang konstruksi tercapai. Balai melakukan berbagai cara agar target Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk menghasilkan 750.000 tenaga ahli kontruksi tersertifikasi dapat tercapai.
“Balai Jakon melakukan sejumlah percepatan agar semakin banyak tenaga kerja di bidang konstruksi memiliki sertifikasi. Direktorat Bina Konstruksi memberi target yang harus kami penuhi,” ujar Koordinator Sumbar Balai I Jakon, Muhammad Natsir yang didampingi Sekretaris DPP INKINDO Sumbar, Martios Alius.
Muhammad Natsir mengungkapkan, pada tahun lalu Balai Jakon menyelenggarakan pelatihan itu di berbagai tempat. Dengan sumberdaya yang ada, untuk wilayah I saja diberi target mensertifikasi 1.000 tenaga kerja bidang konstruksi. Hanya 65 persen yang bisa direalisasikan.
Namun berkaca dari pengalaman, pelatihan yang diadakan Balai Jakon menyita banyak waktu dan tenaga. Untuk efisiensi dan efektivitasnya, selain tenaga teknis, dilatihlah instruktur dan asesor yang melakukan assesment nantinya. Maksud dan tujuannya, agar di masing-masing daerah, dapat dilaksanakan pula pelatihan dan sertifikasi tersebut.
“Dengan cara ini Balai Jakon memiliki perpanjangan tangan di daerah untuk melaksanakan sertifikasi ini. Tahun ini kami punya skema sertifikasi dengan menggandeng asosiasi untuk melaksanakan sertifikasi ini,” tegasnya.
Di Padang, Balai Jakon menggandeng DPP Inkindo Sumbar untuk melaksanakan sertifikasi ini. Pembiayaan dari pelaksanaan tersebut sebanyak 65 persen ditanggung oleh Balai dan 35 persen dari asosiasi pelaksana jasa konstruksi. Artinya Jakon bertindak untuk memfasilitasi pelaksanaan pelatihan.
Sementara Sekretaris DPP INKINDO Sumbar, Martios Alius menjelaskan terlaksananya kegiatan ini karena INKINDO dan Panitia yang dikomandoi Jusmeiri bisa menggandeng pihak terkait. Banyak pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini. Hingga bisa melaksanakan pelatihan ahli muda manajemen konstruksi, penataran kode etik an tata laku profesi INKINDO. Bisa pula memperkenalkan e-vote untuk Musprov periode 2018-2022 di Forum Anggota yang membahas materi AD-ART, peraturan organisasi dan program kerja strategis.
Jusmeiri dan kawan-kawan bisa menggandeng HCP, Pintu Panel Besi dan Granito untuk kesuksesan acara. Bahkan panitia berani menggabungkan beberapa kegiatan menjadi satu kesatuan yang puncaknya nanti pada Sabtu 16 September 2017.
Banyak Keunggulan
Tenaga ahli tersertifikasi ini nantinya akan mempunyai banyak keunggulan. Pertama mereka bisa menjadi profesional di bidang konstruksi. Nantinya tenaga ahli ini bakal menikmati remunerasi yang pastinya meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Mumpung saat ini Direktorat Bina Konstruksi melakukan percepatan tenaga ahli dan tenaga kerja bidang konstruksi tersertifikasi, ada baiknya mereka yang berkecimpung di bidang konstruksi segera mengurus sertifikasinya. Ini untuk kebaikan bersama,” ujar Muhammad Natsir.
Dia mengingatkan, Undang-undang mensyaratkan pekerjaan bidang konsturksi harus dikerjakan oleh mereka yang memiliki sertifikasi di bidang itu. Bagi yang tidak memilikinya, maka mereka akan terkena sanksi. Terlebih jika proyek yang mereka tangani bermasalah di kemudian hari. (uul)
“Balai Jakon melakukan sejumlah percepatan agar semakin banyak tenaga kerja di bidang konstruksi memiliki sertifikasi. Direktorat Bina Konstruksi memberi target yang harus kami penuhi,” ujar Koordinator Sumbar Balai I Jakon, Muhammad Natsir yang didampingi Sekretaris DPP INKINDO Sumbar, Martios Alius.
Muhammad Natsir mengungkapkan, pada tahun lalu Balai Jakon menyelenggarakan pelatihan itu di berbagai tempat. Dengan sumberdaya yang ada, untuk wilayah I saja diberi target mensertifikasi 1.000 tenaga kerja bidang konstruksi. Hanya 65 persen yang bisa direalisasikan.
Namun berkaca dari pengalaman, pelatihan yang diadakan Balai Jakon menyita banyak waktu dan tenaga. Untuk efisiensi dan efektivitasnya, selain tenaga teknis, dilatihlah instruktur dan asesor yang melakukan assesment nantinya. Maksud dan tujuannya, agar di masing-masing daerah, dapat dilaksanakan pula pelatihan dan sertifikasi tersebut.
“Dengan cara ini Balai Jakon memiliki perpanjangan tangan di daerah untuk melaksanakan sertifikasi ini. Tahun ini kami punya skema sertifikasi dengan menggandeng asosiasi untuk melaksanakan sertifikasi ini,” tegasnya.
Di Padang, Balai Jakon menggandeng DPP Inkindo Sumbar untuk melaksanakan sertifikasi ini. Pembiayaan dari pelaksanaan tersebut sebanyak 65 persen ditanggung oleh Balai dan 35 persen dari asosiasi pelaksana jasa konstruksi. Artinya Jakon bertindak untuk memfasilitasi pelaksanaan pelatihan.
Sementara Sekretaris DPP INKINDO Sumbar, Martios Alius menjelaskan terlaksananya kegiatan ini karena INKINDO dan Panitia yang dikomandoi Jusmeiri bisa menggandeng pihak terkait. Banyak pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini. Hingga bisa melaksanakan pelatihan ahli muda manajemen konstruksi, penataran kode etik an tata laku profesi INKINDO. Bisa pula memperkenalkan e-vote untuk Musprov periode 2018-2022 di Forum Anggota yang membahas materi AD-ART, peraturan organisasi dan program kerja strategis.
Jusmeiri dan kawan-kawan bisa menggandeng HCP, Pintu Panel Besi dan Granito untuk kesuksesan acara. Bahkan panitia berani menggabungkan beberapa kegiatan menjadi satu kesatuan yang puncaknya nanti pada Sabtu 16 September 2017.
Banyak Keunggulan
Tenaga ahli tersertifikasi ini nantinya akan mempunyai banyak keunggulan. Pertama mereka bisa menjadi profesional di bidang konstruksi. Nantinya tenaga ahli ini bakal menikmati remunerasi yang pastinya meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Mumpung saat ini Direktorat Bina Konstruksi melakukan percepatan tenaga ahli dan tenaga kerja bidang konstruksi tersertifikasi, ada baiknya mereka yang berkecimpung di bidang konstruksi segera mengurus sertifikasinya. Ini untuk kebaikan bersama,” ujar Muhammad Natsir.
Dia mengingatkan, Undang-undang mensyaratkan pekerjaan bidang konsturksi harus dikerjakan oleh mereka yang memiliki sertifikasi di bidang itu. Bagi yang tidak memilikinya, maka mereka akan terkena sanksi. Terlebih jika proyek yang mereka tangani bermasalah di kemudian hari. (uul)