Tebar Peduli Jelang HUT 102, Keluarga Besar Adabiah Berikan Sembako ke Panti Asuhan
emang disertakan dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah milik Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah. Seluruh lini harus menerapkan tatanan nilai yang dibakukan menjadi prinsip keadabiahan dalam kehidupan sehari-sehari.
Hasilnya dirasakan perguruan itu hingga tak perlu berpikir panjang menerapkan kurikulum yang mengedepankan pendidikan karakter. Peserta didik pun mudah berempati dan menaruh simpati dan melakukan perbuatan yang menuntut rasa peduli.
“Alhamdulillah peserta didik kami bersegera jika sekolah melakukan aksi peduli. Begitu diumumkan mereka spontan menyumbang. Ini yang kami serahkan ke panti asuhan hidayah dan anak Mentawai hari ini,” ujar Ketua STIA Adabiah, Dr Rafles, Selasa (15/8).
Rafles yang memimpin rombongan Keluarga Besar Adabiah dalam rangka HUT ke-102 menyebutkan aksi peduli ini merupakan agenda rutin tahunan. Selasa ini diberikan kepada dua panti, Panti Asuhan Hidayah Kalumbuk dan Panti Asuhan Anak Mentawai Syafri Moesa.
Bantuan berasal dari SD Adabiah, SMA Adabiah 2 dan STIA Adabiah. Sementara pada Rabu (16/8) diberikan ke panti PGAI dan Liga Dakwah. Rombongan merupakan perwakilan dari TK Adabiah, SMP Adabiah dan SMA Adabiah.
Diakui Rafles mahasiswa STIA yang kini tengah libur pun ikut membantu. Mereka mentransfer bantuannya lewat kampus.
Kepala SMA Adabiah 2, Hj. Marniati Zamsya juga mengungkapkan antusiasme para siswanya mengumpulkan sumbangan. Umumnya memilih dalam bentuk uang tunai.
“Para siswa memberikan uang belanjanya. Uang itu yang dibelikan beras, mie instan, telur dan lainnya. Dengan cara ini kita bisa membelikan sembako berkualitas,” ujar Marniati.
Selain lebih efektif, pengumpulan sumbangan dalam bentuk uang ini bisa menjamin keseragaman bantuan yang diberikan. Jika beras genggam yang dikumpulkan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, waktu pengumpulan lebih lama.
Pengumpulan beras genggam menyebabkan jenis berasnya beragam. Padahal yang dibantu anak yatim, tentu bantuan yang diberikan harus yang baik dan berkualitas.
Kepala SD Adabiah, Anizar menyebutkan 385 muridnya pun tak mau ketinggalan. Mereka merelakan uang jajan demi mendengar infak atau yang dikumpulkan itu untuk membantu sesama yang ada di panti asuhan.
“Ada yang menyerahkan seluruh uang jajannya meski diingatkan sebagian saja. Alhamdulillah, bahagia melihat semangat mereka,” ujarnya.
Chaidir, Sekretaris Panti Asuhan Hidayah menyatakan kegembiraannya terhadap panti mereka. “Tiap tahun panti kami dapat perhatian Adabiah. Terimakasih banyak, semoga berkah dan keluarga besar Adabiah sehat dan sukses selalu,” ungkapnya.
Syafirdaus Syafri dari Panti Asuhan Anak Mentawai menyambut perhatian Adabiah itu dengan gembira. “Alhamdulillah Adabiah tak lupa dengan panti kami,” pungkas pria yang belakagan mengaku alumni SMP Adabiah angkatan 1976. (zul)