Header Ads

  • Breaking News

    Sunatan Massal Indo Jalito Diapresiasi Walikota dan Warganya

    Padang - Sunatan massal di Puskesmas Padang Karambia disambut antusias warga.
    Sebanyak 216 anak berhasil disunat dalam bakti sosial yang dilaksanakan Indo Jalito bersama Walikota Payakumbuh dan jajarannya.

    "Kami dari Pemko Payakumbuh sangat mengapresiasi kepedulian ibu-ibu yang tergabung dalam perkumpulan Indo Jalito. Kami siap bersinergi menyukseskan acara bagi warga kami yang tergolong kurang mampu," ujar Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, Sabtu (5/8).

    Riza Falepi menilai kepedulian Indo Jalito terhadap warga kurang mampu di Kota Batiah itu harus disambut dengan sebaik-sebaiknya

    "Ada yang baik mau menolong warga kita. Harus segera ditanggapi dengan baik. Saya tak sanggup menanggung akibat karena kelalaian kita memfasilitasi siapapun yang peduli kepada warga kami," ujarnya.

    Ketua Umum Indo Jalito, Nunink Hardiman sangat bahagia melihat sambutan Walikota Payakumbuh terhadap kegiatan mereka Birokrasinya sedikit dipermudah. Komunikasi kedua belah pihak sangat lancar.

    Nunink yang didampingi  Ketua Pelaksana Bakti Sosial Indo Jalito Yenni Nurdin dan satu diantara pendiri Indo Jalito Evi Marlaut mengungkapkan betapa Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas kesehatan Payakumbuh memberikan dukungan nyata. Dinas Sosial mampu menghadirkan 216 anak untuk khitanan massal itu, dimana yang menjalani khitanan 198 anak dan sisanya mengundurkan diri.Dinas Kesehatan menyediakan tempat mengerahkan tenaga medis dan paramedis dari Puskesmas Padang Karambia.

    Nunink menyebutkan perkumpulan Indo Jalito terus berupaya menunjukkan simpati dan empatinya terhadap Ranah Minang. Mereka ingin dekat dengan kampung lewar bakti sosial yang dilaksanakan.

    Perkumpulan ibu-ibu Minangkabau ini juga melakukan kegiatan sejenis di daerah lain di Indonesia. "Alhamdulillah dalam 17 tahun perjalanannya banyak mendpat apresiasi. Semua menambah semangat dan motivasi untuk terus berkontribusi bagi kampung

    Yanti memboyong kedua anaknya, Ferdi dan Rangga ikut sunatan massal yang diadakan. Ferdi sudah kelas IV SD 23 dan Rangga sudah kelas III.

    "Sudah terlambat sebenarnya. Tapi bagaimana lagi, kami belum mampu menyelenggarakannya," ujarnya.

    Dia merasa sangat terbantu oleh bakti sosial ini. Kedua anaknya bisa ikut disunat. Jika tidak, Yanti bersama suami yang kini jadi harus.menyediakan biaya lumayan besar untuk keduanya. Sekitar Rp300.000 per orang.

    Rani dari Balai Jariang sampai membawa bayinya demi mengantar Yoga Alexandra ikutan disunat di bakti sosial Indo Jalito. Dia bahagia anaknya sudah bersunat.

    "Diluar bayar. Ini gratis, anak dapat hadiah sarung, tas dan uang. Alhamdulillah," ujarnya sambil menenangkan bayinya yang mulai rewel.

    Baik Ferdi, Rangga dan Yoga senang bisa ikut sunatan massal. Sama halnya dengan Muhammad Sabil yang pertama kali selesai disunat. "Senang, akhirnya bisa sunat," ujar Sabil yang kini sudah duduk di kelas VI itu.

    Dia berterima kasih kepada ibu-ibu yang membantunya bisa sunat. Gratis dan diberi hadiah penyemangat pula.

    Banyaknya jumlah yang mesti di sunat, tentu mendatangkan kegelisahan bagi para anak tersebut. Koridor Puskesmas Padang Karambia itu disulap Ketua Penyelenggara Bakti Sosial Indo Jalito menjadi arena nyanyi bersama anak.

    Puas menyanyi, hafalan quran pun melantun deras seolah mengalahkan tangisan dan teriakan dari ruang yang digunakan untuk mengkhitan. Yenny dan kakaknya Yanti Nurdin berbagi peran dalam mengalihkan paa anak itu. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728