Kembangkan Naluri Berkarya Terbaik sebagai Bentuk Peduli Pada Negeri
Padang - Layanan prima yang kini jadi jargon Universitas Bung Hatta, telah dijiwai oleh dosen, karyawan dan mahasiswa Fakultas Ekonomi. Begitu juga dengan pendidikan berbasis IT dan memprioritaskan pembentukan mental tiap elemen di kampus.
Hal tersebut ternyata telah dilakukan Dekan Fakultas Ekonomi, Dr Listiana Sri Mulatsih saat dia menjabat di pada Maret lalu. Media pembelajaran umum nya telah ditopang dengan IT. Sikap mental semua elemen pun terus digenjot agar bisa memberikan layanan prima tersebut baik dari segi proses maupun menjadikan sebagai produk pendidikan tinggi.
"Kami telah merencanakan awal mahasiswa belajar di Fakultas Ekonomi, ada rangkaian kegiatan keagamaan untuk mempersiapkan diri dan mental mahasiswa kami. Mereka akan berkualitas jika dia, ditunjang dosen dan karyawan menerapkan motto Kampusku Surgaku. Lewat motto ini kita berharap tiap individu berusaha melakukan yang terbaik, mau ber inovasi dan mengasah naluri mem berikan karya terbaik setiap hari," ujar Listiana, Selasa (1/8).
Diungkapkan Listiana, kampusnya kini sukses menjalin kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dan Jasa Utama Capiltal Sekuritas. Telah hadir galeri investasi yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk mengenali, memahami dan piawai berinvestasi yang menguntungkan. Bahkan dari pakarnya lang sung. Masyarakat juga bisa memanfaatkan galeri BEI di kampus proklamator itu.
Mahasiswa pun bisa memanfaatkannya sebagai peluang bisa masuk ke dunia investasi, baik sebagai karyawan di bursa efek atau perusahaan sekuritas maupun terjun sebagai pialang saham yang mumpuni. Ini peluang bagus. Piawai di bidang investasi saham berarti berkontribusi bagi kemajuan pasar saham di Indonesia. Jika investasi saham tinggi berarti ikut meredam laju inflasi dan tentu bermanfaat bagi negeri ini.
Listiana sangat bersemangat terhadap kehadiran galeri investasi tersebut. Telah tiga periode kepemimpinan sebelum dia mengupayakan hal ini dan baru di era dia galeri yang dikerjasamakan dengan BEI dan Jasa Utama Capital Sekuritas tersebut mam pu direalisasikan. Pembu kaannya pun tercatat yang terbesar dengan dihadiri 292 orang. "Ini berkah tak terhingga di tengah makin tingginya tuntutan untuk menghasilkan lulusan berkualitas. Ini menambah fasilitas pembelajaran yang telah ada seperti tax center, bank mini dan pusat studi ekonomi kerakyatan," ujar perempuan yang pernah belajar di Ponpes Daarut Tauhid ini.
Demi kualitas juga, kini ruang kuliah di kampus II Air Pacah diperbaiki dengan dukungan penuh yayasan dan rektorat. Hadirnya ruang kelas yang makin representatif pasti menjadi motivasi tersendiri baik bagi pengajar maupun mahasiswa.
Tahun ini tenaga pengajar di fakultas yang mengembangkan program studi manajemen, akuntansi dan ekonomi pembangunan mendapat tambahan tiga pengajar setingkat doktoral. Ketiganya adalah Dr. Fivi Anggraini (Akuntansi, 31 Maret), Dr. Irwan Muslim (Ekonomi Pembangunan, 23 Mei) dan Dr. Efi Susanti Tasri (Ekonomi Pembangunan, 31 Juli).
Tak hanya itu, dari pemetaan yang dilakukan universitas, ada sepuluh orang dosen yang ikut percepatan mendapatkan gelar guru besar. Tiga diantaranya dari Fakultas Ekonomi. Cukup berbangga juga fakultas ini jika Dr. Syafrizal Chan, Dr. Antoni dan Dr. Listiana diterima pengajuan guru besar mereka. Berarti Fakultas Ekonomi mendapat tambahan tiga profesor yang tentu berdampak pada kualitas pem belajaran, mutu lulusan dan akreditasi prodi bahkan institusi. Lagipula Prodi Ekonomi Pembangun an pada 2018 akan reakreditasi. Semua berharap semua prodi di Fakultas Ekonomi yang sudah B, menjadi Terakreditasi A.
Terkait layanan prima juga menjadi upaya mempermudah mahasiswa dari sisi akademik, Listiana menepis anggapan itu. Mempermudah bukan berarti memberi kemudahan dalam hal mendapatkan nilai, pembuatan tugas, laporan hingga tugas akhir. Sama sekali bukan. Mahasiswa tetap harus mengikuti perkuliahan sebagaimana biasa, mengerjakan tugas, buat laporan, ujian dan mendapatkan hasil sesuai kemampuan dan hasil belajarnya.
Hanya saja kita memotivasi, mengajar mereka dengan kasih sayang, mem buat mereka nyaman, mem buka mindset mereka bahwa tugas yang banyak juga menyenangkan dan tentu saja menambah wawasan dan pengalaman. Wawasan dan pengalaman ini yang sering menentukan seseorang lolos atau tidak pada wawancara kerja. Dosen memberi semacam reward kecil bagi mahasiswa yang aktif dan rajin mengemukakan pendapat berdasar wawasan keilmuan yang dia punya. Awal nya alat tulis, buku tulis namun tahun ini diupayakan berupa buku teks yang cukup mahal harganya.
"Kita hanya membantu dari segi kemudahan birokrasi. Mereka yang wisuda harus mengurus di tingkat fakultas di Air Pacah, kemudian ke rektorat di Ulak Karang. Kita pangkas birokrasinya sehingga mahasiswa berurusan sampai fakultas saja. Urusan ke universitas dibantu staf di fakultas," ujar dosen yang juga membina beberapa UKM di Pariaman lewat hibah KKN PPM yang dia menangkan.
Semua membantu maha siswa sepanjang tidak menyalahi aturan akademik dan perundangan yang berlaku. Tiap staf hendaknya mau melakukan tugas tambahan sebagai implementasi Kampusku Surgaku. Menganggap aktifitas satu hari berada di kampus merupakan ibadah. Giat dan banyak bekerja berarti tambahan amal kebajikan baginya. Juga mendatangkan harapan perubahab nama dari Fakultas Ekonomi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis bisa selesai tahun ini.
Menyikapi MTQ Mahasiswa Nasional di Malang yang dihadiri Wakil Rektor III Diana Kartika, pihaknya bakal memberi perhatian khusus untuk calon mahasiswa yang punya kemampuan membaca Quran bagus untuk persiapan menghadapi lomba di tingkat nasional. (zul)