Jalin Kerjasama, Telkom Siap Bantu Branding UBH
Padang - Penguasaan informasi, komunikasi dan teknologi mutlak dikuasai lulusan perguruan tinggi. Kemampuan ini pasti memberi nilai lebih kepada mahasiswa yang menuntut ilmu di Universitas Bung Hatta. Kemampuan ini juga terpakai untuk mendukung karir merek nantinya.
“Lima karyawan baru yang kami rekrut dari Unand dan UNP adalah mereka yang menguasai teknologi. Mereka terbiasa presentasi dan memenangkan lomba-lomba di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar GM Telkom Witel II Sumbar Darmawi di kantornya, Jumat (25/8)
Darmawi mengungkapkan di kedua kampus tersebut mahasiswa bebas menikmati sambungan internet. Mereka bisa mengaksesnya dimana saja, kapan saja dan tak perlu menunggu lama untuk mengambil bahan yang dibutuhkannya.
Mereka bisa seperti itu karena Telkom memberikan dukungan penuh. Kekuatan sinyalnya terjaga karena jaringan serat optik dan kemampuan peralatan pendukung yang mengikuti perkrmbangan.
Darmawi menyayangkan kampus yang masih menjadikan selisih harga yang sedikit dari provider lain. Apalagi jika hanya lantaran sedikit balas jasa kepada mereka yang mengurus hal itu.
Darmawi mencontohkan, di satu daerah tugasnya, banyak hotel yang tidak mau memperhatikan kelancaran komunikasi internet dan pendukung hiburan mereka. Padahal tuntutan internet supercepat sudah jadi kebutuhan prioritas bagi tamu. Terutama para pebisnis dan mereka yang sengaja berlibur sembari bisa memantau bisnisnya dari jauh.
“Hotel-hotel itu ditinggalkan orang. Apalagi jika kampus yang kebutuhan informasi dan teknologi sangat tinggi. Harusnya jaringan internet, wifi dan tv kabelnya tanpa jeda, tidak terputus-putus. Telkom siap untuk itu,” tegasnya.
Jika Universitas Bung Hatta tak mau seperti yang dialami hotel itu, segera perhatikan koneksi internet, peralatan dan jaringan pendukungnya. “Jika sudah ada kerjasama, kita periksa jaringan di kampus. Kita upayakan sistem agar ketiga kampus Bung Hatta terhubung dengan kekuatan sinyal terbaik saat ini. Kami pun siap bantu branding Bung Hatta. Kita perbanyak pojok atau saung tempat mahasiswa mengaksesnya,” ujarnya.
Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Diana Kartika tentu saja menyambut baik keinginan dan tawaran kerjasama yang menguntungkan institusinya dari Telkom tersebut. Program unggulan tentu butuh dukungan koneksi internet yang bagus yang mendukung sistem IT di Universitas Bung Hatta. Pembelajaran yang didukung multimedia tentu harus ada jaringan yang mendukung upload dan download supercepat.
Kini kita tengah percepatan profesor dan peningkatan kualitas SDM. Bahan bermutu tentu didapat dari internet. Jika sambungannya cepat, maka semangat pula mencari bahannya.
“Pembicaraan ini akan kita laporka ke pimpinan. Insya Allah Bung Hatta siap bersinergi dengan Telkom dan siapa saja yang mau peduli dengan kemajuan kampus kami,” ujar Diana.
Gerak cepat bakal dilkakukan Diana dengan timnya. Kenaikan peringkat kampusnya ke peringkat 71 diantara kampus di Indonesia memberi motivasi lebih. Terutama peningkatan itu turut disumbang prestasi mahasiswa yang signifikan.
“Bukankah kita saat ini harus memberi layanan prima buat mahasiswa, kini saatnya,” ujar Diana sembari tersipu saat seorang manajer Telkom memuji kiprah Mertuanya Hasan Basri Durin dan suaminya Weno terhadap Telkom dulunya. (zul)
“Lima karyawan baru yang kami rekrut dari Unand dan UNP adalah mereka yang menguasai teknologi. Mereka terbiasa presentasi dan memenangkan lomba-lomba di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar GM Telkom Witel II Sumbar Darmawi di kantornya, Jumat (25/8)
Darmawi mengungkapkan di kedua kampus tersebut mahasiswa bebas menikmati sambungan internet. Mereka bisa mengaksesnya dimana saja, kapan saja dan tak perlu menunggu lama untuk mengambil bahan yang dibutuhkannya.
Mereka bisa seperti itu karena Telkom memberikan dukungan penuh. Kekuatan sinyalnya terjaga karena jaringan serat optik dan kemampuan peralatan pendukung yang mengikuti perkrmbangan.
Darmawi menyayangkan kampus yang masih menjadikan selisih harga yang sedikit dari provider lain. Apalagi jika hanya lantaran sedikit balas jasa kepada mereka yang mengurus hal itu.
Darmawi mencontohkan, di satu daerah tugasnya, banyak hotel yang tidak mau memperhatikan kelancaran komunikasi internet dan pendukung hiburan mereka. Padahal tuntutan internet supercepat sudah jadi kebutuhan prioritas bagi tamu. Terutama para pebisnis dan mereka yang sengaja berlibur sembari bisa memantau bisnisnya dari jauh.
“Hotel-hotel itu ditinggalkan orang. Apalagi jika kampus yang kebutuhan informasi dan teknologi sangat tinggi. Harusnya jaringan internet, wifi dan tv kabelnya tanpa jeda, tidak terputus-putus. Telkom siap untuk itu,” tegasnya.
Jika Universitas Bung Hatta tak mau seperti yang dialami hotel itu, segera perhatikan koneksi internet, peralatan dan jaringan pendukungnya. “Jika sudah ada kerjasama, kita periksa jaringan di kampus. Kita upayakan sistem agar ketiga kampus Bung Hatta terhubung dengan kekuatan sinyal terbaik saat ini. Kami pun siap bantu branding Bung Hatta. Kita perbanyak pojok atau saung tempat mahasiswa mengaksesnya,” ujarnya.
Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Diana Kartika tentu saja menyambut baik keinginan dan tawaran kerjasama yang menguntungkan institusinya dari Telkom tersebut. Program unggulan tentu butuh dukungan koneksi internet yang bagus yang mendukung sistem IT di Universitas Bung Hatta. Pembelajaran yang didukung multimedia tentu harus ada jaringan yang mendukung upload dan download supercepat.
Kini kita tengah percepatan profesor dan peningkatan kualitas SDM. Bahan bermutu tentu didapat dari internet. Jika sambungannya cepat, maka semangat pula mencari bahannya.
“Pembicaraan ini akan kita laporka ke pimpinan. Insya Allah Bung Hatta siap bersinergi dengan Telkom dan siapa saja yang mau peduli dengan kemajuan kampus kami,” ujar Diana.
Gerak cepat bakal dilkakukan Diana dengan timnya. Kenaikan peringkat kampusnya ke peringkat 71 diantara kampus di Indonesia memberi motivasi lebih. Terutama peningkatan itu turut disumbang prestasi mahasiswa yang signifikan.
“Bukankah kita saat ini harus memberi layanan prima buat mahasiswa, kini saatnya,” ujar Diana sembari tersipu saat seorang manajer Telkom memuji kiprah Mertuanya Hasan Basri Durin dan suaminya Weno terhadap Telkom dulunya. (zul)