Donor Darah di Hut 102 Adabiah, Wujudkan Sekolah Berkualitas bagi Anak Negeri
Padang - Cita-cita pendiri Adabiah untuk menjadikan lembaga pendidikannya sebagai wahana memajukan anak negeri terus menjadi semangat pemacu segenap elemen di Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah itu. HUT ke-102 mereka lebih mengarah ke konsolidasi bagaimana melahirkan tokoh nasional di abad kedua perguruan moderen nan religius itu.Kemeriahan HUT pun diarahkan kepada kegiatan yang mengarah untuk peduli dan pemberdayaan warga kurang mampu. Rangkaian kepedulian itu dibuka dengan donor darah yang diikuti pembina, pengawas, pengurus yayasan, guru, karyawan dan para siswa di di seluruh sekolah yang dinaungi YSO.
Siswa yang mau terlibat pun banyak hingga Dokter Lisnawati dari Unit Transfusi Darah PMI Padang mengaku gembira melihat antusiasme pendonor pemula dari kalangan usia belia ini. “Jika semua sekolah seperti ini, kekurangan persediaan darah mungkin terelakkan. Kini kita butuh 150 hingga 200 kantong darah per hari. Darimana kita dapatkan jika tak ada yang terketuk hatinya men donorkan darahnya,” ujar dokter keturunan Tionghoa yang ramah itu.
Dr. Lisnawati mengingat kan donor darah tidak membahayakan, malah menguntungkan karena darah baru diproduksi tubuh lagi dan yang jelas membantu sesama. Enyahkan kemungkinan pusing atau akibat negatif lainnya. Dokter dan timnya tentu memastikan kondisi tubuh pendonor bisa diambil darahnya atau tidak. Tekanan darah dan jumlah hemoglobinnya pasti diperiksa dulu.
Wiranata, siswa kelas XII.IPA.1 SMA Adabiah 2 yang baru pertama kali mendonorkan darahnya sempat merasa nervous. Namun setelah melihat beberapa temannya baik-baik saja setelah mendonorkan darahnya, dia pun jadi berani. “Masa kalah dengan teman cewek. Lagipula ini bagian cinta tanah air dan sekolah karena dilaksanakan dalam rangka HUT RI ke-72 dan HUT Adabiah ke-102,” ujarnya.
Kaur Umum YSO Adabiah, Suhatril menyebutkan ini donor yang ke-20 yang dia lakukan. Menurutnya, badan terasa lebih segar setelah berdonor. “Tiap peringatan HUT Adabiah, saya upayakan ikut selagi bisa,” ujar pria yang sudah meraih penghargaan 15 kali donor darah ini.
Antusiasme kelurga besar Adabiah untuk berdonor ini tentu saja menggembirakan. “Terlihat keluarga besar Adabiah mau berbagi kepedulian. Kami tahun ini sengaja memperbanyak kegiatan ke kalangan internal. Ini dimaksudkan untuk konsolidasi dan memperkuat semangat kami menjadikan lembaga pendidikan ini sebagai lokomotif pendidikan berkualitas dan berkarakter di Sumbar,” ujar Ketua Pelaksana HUT Azmal Zen yang diwakili Sekretaris YSO Rustam, Senin (14/8).
Menurut Rustam, langkah ini sangat perlu dilakukan, sebab mustahil berbagai penguatan keluar yang dilakukan jelang, saat dan usai peringatan satu abad Adabiah pada 2015 lalu bakal berhasil jika di kalangan internal kurang siap. Diakui Rustam gebyar seabad Adabiah mampu mempersatukan almamater dengan segenap alumni dari berbagai jenjang pendidikan di Adabiah.
Kepercayaan masyarakat pun meningkat signifikan. “Capaian peserta didik di penerimaan peserta didik baru di sekolah-sekolah Adabiah mulai dari TK hingga perguruan tinggi meningkat drastis. Bahkan mulai tahun ini sekolah kami terpaksa tidak menambah kuota terkait ketersedian sarana dan prasarana dan penunjang dan kemampuan kami menjaga kualitas,” tegasnya.
Adabiah juga mempertahankan kegiatan untuk peduli panti asuhan. Tiap jiwa di Adabiah diminta untuk menyisihkan beras segenggam dalam jangka tertentu dan menyumbang kan uang untuk membeli sejumlah keperluan bagi saudara mereka di panti asuhan. “Kita ingin terbaik untuk negeri ini. Makanya kami satukan hati keluarga besar Adabiah. Sabtu (19/8), mari kita bersama mengikuti gerak jalan santai dan pada Rabu (23/8) gebyarkan HUT Adabiah ini,” pungkas Rustam. (zul)