Header Ads

  • Breaking News

    Demi Lulusan Berkualitas, Sisi Akademik Harus Mumpuni Mindset pun ‘Dicuci’

    Padang - Gema reformasi di Universitas Bung Hatta makin bergaung di Kampus Proklamator terse but. Semuamakin dimotivasi keluar dari zona nyaman, mindset seluruh elemen pun harus ‘dicuci’.

    Hal itu merupakan konse kuensi komitmen rektor baru Universitas Bung Hatta untuk menjadikan kampus makin berkualitas, lulusan punya kompetensi sehingga mudah memenangkan persaingan di era global. Apalagi sang rektor memasang target pada 2018, enam program studi (Prodi) diupayakan terakreditasi A, terutama prodi unggulan. Lalu secara bertahap reakreditasi, selanjut nya mampu meraih akreditasi A untuk institusi jelang akhir masa tugasnya di 2021.

    “Tekad pak Rektor dan Pem bina Yayasan harus kita dukung bersama. Suka atau tidak kita harus makin berani keluar dari zona nyaman dan mindset terutama terhadap mahasiswa harus diganti. Jadikan mereka berarti, pasti institusi makin diminati,” ujar Wakil Rektor I; Dr. Hendra Suherman dalam satu temu ramah dengan wartawan di ruang kerjanya, pekan lalu.

    Hendra mengakui, masih ada sebagian dosen yang belum optimal dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi. Termasuk dalam membimbing mahasis wanya untuk tugas akhir guna memenuhi syarat pendidikan strata I (S1). Padahal jika lebih jeli, dengan sedikit mengubah mindset menjadikan mahasis wa sebagai subjek da lam penelitiannya, hasil peneli tian tersebut akan lebih berman faat bagi semua.

    Hendra mencontohkan, pene litian yang terpola dan terkawal dengan baik, bisa mengantar kan mahasiswa mendapatkan hasil penelitian berkualitas. Bermanfaat bagi wawasan dan pembentukan karakter si maha siswa, lebih-lebih jika ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan S2 dan S3.

    Hasil penelitian berkualitas pun bisa bermanfaat bagi dosen dan masyarakat. Dosen bisa menggunakannya untuk penelitian lebih lanjut, penu lisan jurnal ilmiah yang diindeks scopus atau bahan untuk tampil di seminar nasional maupun internasional. Namanya ikut besar begitu pula mahasiswa yang terlibat dalam penelitian itu. Institusi pun ikut terangkat reputasinya.

    Hendra menegaskan, cara seperti ini bukan memanfaat kan mahasiswa untuk peneli tian kita. Mahasiswa dimudah kan dalam menemukan objek penelitian, dapat ilmu dan pengalaman melakukan penelitian yang benar. Mereka terpola bahkan mahasiswa terbantu dalam pembiayaan penelitian yang dia lakukan. Bahkan tak jarang mendapat manfaat ekonomis.

    Cara efektif ini diperoleh Hendra dari promotornya di Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Jaafar Sahari. Hendra yang sangat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S3, namun terkendala biaya, terbantu dengan sikap sang profesor. “Saya punya uang banyak, namun apa kemampuan saudara patut saya bayar?” ujar doktor fuel cell ini mengenang inti percakapannya dengan promotor.

    Ucapan itu sangat menohok. Ada dua kemungkinan, maju dengan penuh semangat atau mundur sembari menekuk kepa la. Hendra memilih menemui Prof. Jaafar ke UKM. Sebelum bertemu, Hendra mempelajari tentang Bipor Plate dari semua jurnal internasional bereputasi yang telah dipublikasikan profesor itu.

    Hendra mengungkapkan ke pada Prof. Jaafar tentang pu blikasi internasional yang diraih saat merintis jalan jalan ke S3. Tepatnya saat Hendra meng ikuti program overseas non degree training (ONDT)  di Tohoku University, Sendai, Jepang ber sama sensei Prof. Dr. Mitsuo Niinomi. Hendra beruntung ketemu sensei Niinomi yang mempunyai publikasi sebanyak 527 di Jurnal internasional bereputasi dengan H indek 44 berdasarkan Scopus.

    Itu yang menjadi modal Hen dra untuk mendapatkan tiket S3 di UKM di bawah bimbingan Prof. Jaafar Sahari. Selama dibimbing sang profesor, ada 7 artikel yang berhasil dipubli kasikan pada jurnal  internasio nal bereputasi Quartile one  (Q1) dan Quartile two (Q2) berda sarkan Thomson Reuter dan menjadi pemakalah yang dipre sentasikan pada sejumlah seminar internasional. Bahkan saat ini Hendra telah mempublikasikan sebanyak 19 artikel pada jurnal internasional bereputasi dengan H indeks 6 dengan jumlah sitasi 100 di Scopus.

    Makanya Hendra optimis, percepatan guru besar yang digagasnya bagi Dosen Universitas Bung Hatta yang telah mempunyai jabatan fungsional yang  disetarakan minimal Lektor Kepala (KUM 550). Dia optimis ini dapat terealisasi dalam masa tugasnya sebagai wakil rektor I. Tak tanggung-tanggung, ada 10 dosen yang ikut percepatan guru besar ini, artinya ada 10 orang lagi dosen Universitas Bung Hatta yang bakal bergelar profesor. Mereka sharing seputar kendala meraih gelar profesor tersebut.

    Dr. Reni Desmiarni dari Jurus an Teknik Kimia telah dimasuk kan usulannya untuk mendapat kan gelar profesor. “Insya Allah, kita sama berharap usulan ini accepted (diterima). Jika diteri ma berarti menyudahi puasa guru besar beberapa periode setelah Prof. Dr. Hafrijal Syan dry, Prof. Dr. Nasfryzal Carlo dan Prof. Dr. Amri,” ujarnya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728