Adabiah Berbagi ke Panti Asuhan Mentawai dan Liga Dakwah
Padang - Aksi Peduli Panti Asuhan Keluarga Besar Yayasan Syarikat Oesaha berlanjut. Di hari kedua, giliran Panti Asuhan Anak Mentawai di Purus dan Panti Asuhan Liga Dakwah yang mendapat perhatian.
Di panti anak Mentawai yang dihuni 74 dan Liga Dakwah oleh 90 anak itu, Tim Aksi Peduli Adabiah yang diketuai Dr. Rafles menyerahkan bantuan dari anak TK Adabiah, SMP Adabiah dan SMA Adabiah.
“Alhamdulillah, pada hari kedua ini kita kembali bisa menyerahkan bentuk kepedulian Keluarga Besar Adabiah pada dua panti. Di momen-momen bahagia yang kami rasakan, kami ingin berbagi dengan sesama. Kami sangat bersyukur peserta didik kami sangat antusias terhadap kegiatan ini,” ujar Ketua STIA Adabiah itu di sela-sela pendistribusian sembako kepada dua panti dimaksud, Rabu (16/8).
Menurut Rafles, antusiasme peserta didik untuk berempati dan bersimpati lalu berupaya memperlihatkan ras peduli mereka terhadap sesama merupakan buah pendidikan karakter yang dilakukan sekolah-sekolah milik YSO. Artinya prinsip-prinsip dan nilai keadabiahan dihayati dan diamalkan warga Adabiah.
Terkait perubahan ren cana penyaluran untuk Panti Asuhan PGAI yang masih bersaudara dengan Adabiah, Dr Rafles mengungkapkan pagi Rabu (16/8), dia mendapat telepon dari rekannya yang membaca berita aksi peduli Adabiah di Singgalang. Rekannya memberi tahu ada panti yang sangat butuh perhatian.
“Kebutuhannya masuk skala prioritas, maka dengan berbagai pertimbangan, maka kami menyerahkan bantuan ke Panti Asuhan Anak Mentawai di Purus. Bantuan diterima Mardianis yang ternyata rekan seperjuangan dalam sejumlah kegiatan keagamaan,” ujar Rafles sambil tersenyum.
Wakil Kepala TK, Diana Novida menyebutkan bantuan sembako dari anak-anak TK Adabiah didapat dari infak mingguan. Mereka selalu berebutan ingin menginfakkan uang jajan. Terlebih lagi saat mendengar sekolah-sekolah yayasan menggalang aksi sosial panti asuhan. “Anak-anak makin semangat berinfak,” ujarnya.
Guru SMP Adabiah Yasri mengungkapkan siswa SMP Adabiah juga tak kalah semangat. Hanya saja, di sekolah mereka dibebaskan anak menghimpun bantuan apa. Jika mereka menghimpun uang, maka dibelikan bahan pokok yang berbeda antara kelas yang satu dengan kelas lainnya.
Agar sejenis, pihak sekolah dengan dikoordinir OSIS menetapkan merek yang sama jika ingin menyumbang mie instan, makanan ringan, sarden atau bahan pokok lainnya. “Alhamdulillah, berkat semagat siswa, keluarga besar SMP Adabiah bisa berpartisipasi tahun ini,” ujar pria yang juga mengajar di pondok pesantren Cubadak Air Padang ini.
Sementara SMA Adabiah yang mengikutsertakan perwakilan OSIS dan MAPK/OSIS dalam aksi peduli itu melaksanakan pekan pengumpulan infak bagi saudara mereka di panti asuhan. “Kami dengan dukungan Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah, para guru dan MAPK/OSIS SMA Adabiah melaksanakan pekan peduli ini. OSIS menghimpun bantuan uang yang dikumpulkan ketua dan bendahara kelas. Uang itulah yang dibelikan berbagai kebutuhan dan diserahkan ke yayasan oleh kepala dan wakil kepala sekolah,” ujar Ketua OSIS, Angger Katon Trisula.
Siswa kelas XII IPA 3 ini menceritakan bagaimana semangatnya seluruh warga sekolah menghadapi aksi peduli panti asuhan ini. Wakil bidang kesiswaan Siti Bahari selalu menyemangati mereka.
Angger pun berharap sekolah dan yayasan mereka semakin berkembang hing ga bisa lebih meningkatkan kenyamanan mereka dalam beraktifitas di sekolah. “Kami sangat berharap gedung serbaguna cepat terealisasi. Dengan cara ini tenda untuk berbagai kegiatan kesiswaan apalagi perpisahan yang menelan biaya hingga Rp40 juta bisa dimanfaatkan buat kegiatan atau hal yang lebih bermanfaat lama,” harapnya. (zul)
Di panti anak Mentawai yang dihuni 74 dan Liga Dakwah oleh 90 anak itu, Tim Aksi Peduli Adabiah yang diketuai Dr. Rafles menyerahkan bantuan dari anak TK Adabiah, SMP Adabiah dan SMA Adabiah.
“Alhamdulillah, pada hari kedua ini kita kembali bisa menyerahkan bentuk kepedulian Keluarga Besar Adabiah pada dua panti. Di momen-momen bahagia yang kami rasakan, kami ingin berbagi dengan sesama. Kami sangat bersyukur peserta didik kami sangat antusias terhadap kegiatan ini,” ujar Ketua STIA Adabiah itu di sela-sela pendistribusian sembako kepada dua panti dimaksud, Rabu (16/8).
Menurut Rafles, antusiasme peserta didik untuk berempati dan bersimpati lalu berupaya memperlihatkan ras peduli mereka terhadap sesama merupakan buah pendidikan karakter yang dilakukan sekolah-sekolah milik YSO. Artinya prinsip-prinsip dan nilai keadabiahan dihayati dan diamalkan warga Adabiah.
Terkait perubahan ren cana penyaluran untuk Panti Asuhan PGAI yang masih bersaudara dengan Adabiah, Dr Rafles mengungkapkan pagi Rabu (16/8), dia mendapat telepon dari rekannya yang membaca berita aksi peduli Adabiah di Singgalang. Rekannya memberi tahu ada panti yang sangat butuh perhatian.
“Kebutuhannya masuk skala prioritas, maka dengan berbagai pertimbangan, maka kami menyerahkan bantuan ke Panti Asuhan Anak Mentawai di Purus. Bantuan diterima Mardianis yang ternyata rekan seperjuangan dalam sejumlah kegiatan keagamaan,” ujar Rafles sambil tersenyum.
Wakil Kepala TK, Diana Novida menyebutkan bantuan sembako dari anak-anak TK Adabiah didapat dari infak mingguan. Mereka selalu berebutan ingin menginfakkan uang jajan. Terlebih lagi saat mendengar sekolah-sekolah yayasan menggalang aksi sosial panti asuhan. “Anak-anak makin semangat berinfak,” ujarnya.
Guru SMP Adabiah Yasri mengungkapkan siswa SMP Adabiah juga tak kalah semangat. Hanya saja, di sekolah mereka dibebaskan anak menghimpun bantuan apa. Jika mereka menghimpun uang, maka dibelikan bahan pokok yang berbeda antara kelas yang satu dengan kelas lainnya.
Agar sejenis, pihak sekolah dengan dikoordinir OSIS menetapkan merek yang sama jika ingin menyumbang mie instan, makanan ringan, sarden atau bahan pokok lainnya. “Alhamdulillah, berkat semagat siswa, keluarga besar SMP Adabiah bisa berpartisipasi tahun ini,” ujar pria yang juga mengajar di pondok pesantren Cubadak Air Padang ini.
Sementara SMA Adabiah yang mengikutsertakan perwakilan OSIS dan MAPK/OSIS dalam aksi peduli itu melaksanakan pekan pengumpulan infak bagi saudara mereka di panti asuhan. “Kami dengan dukungan Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah, para guru dan MAPK/OSIS SMA Adabiah melaksanakan pekan peduli ini. OSIS menghimpun bantuan uang yang dikumpulkan ketua dan bendahara kelas. Uang itulah yang dibelikan berbagai kebutuhan dan diserahkan ke yayasan oleh kepala dan wakil kepala sekolah,” ujar Ketua OSIS, Angger Katon Trisula.
Siswa kelas XII IPA 3 ini menceritakan bagaimana semangatnya seluruh warga sekolah menghadapi aksi peduli panti asuhan ini. Wakil bidang kesiswaan Siti Bahari selalu menyemangati mereka.
Angger pun berharap sekolah dan yayasan mereka semakin berkembang hing ga bisa lebih meningkatkan kenyamanan mereka dalam beraktifitas di sekolah. “Kami sangat berharap gedung serbaguna cepat terealisasi. Dengan cara ini tenda untuk berbagai kegiatan kesiswaan apalagi perpisahan yang menelan biaya hingga Rp40 juta bisa dimanfaatkan buat kegiatan atau hal yang lebih bermanfaat lama,” harapnya. (zul)