Siswa Adabiah Bahagia Bisa Tampil di Hari Anak Nasional
Padang - Beruntung bagi M. Damas Wiradarwansyah bisa bergabung di Forum Anak Kota Padang (Forandang). Setahun keikutsertaannya di organisasi yang dibentuk untuk meneriakkan aspirasi anak kota ini, dia bisa tampil di hadapan Presiden Joko Widodo.
Ada semangat saat Forandang menampilkan Tari Bamain Basamo di peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru beberapa waktu lalu. Bayangan ditonton oleh presiden memunculkan kebahagiaan tersendiri. Hilang segala lelah saat berlatih tari yang diciptakan oleh Unit Kegiatan Kesenian Universitas Negeri Padang itu.
Siswa kelas XII IPS 4 SMA Adabiah tersebut mengaku sempat kecewa saat mereka tak jadi tampil di depan presiden. Namun Damas kembali gembira setelah mengetahui banyak anak dari provinsi lain yang juga dijadwalkan tampil, ternyata batal tampil.
"Sempat kecewa sih. Tapi akan lebih kecewa lagi jika tidak jadi tampil. Meski hanya ditonton pemimpin kota dan kabupaten layak anak, yang penting kami dapat apresiasi," ujarnya tegas.
Berhasil tampil di puncak peringatan Hari Anak Nasional 2017 tak lepas dari peran Kepala DP3AP2KB yang saat itu masih dijabat Muji Susilawati. Semua staf memperjuangkan bagaimana forum anak bisa tampil.
Banyak persyaratan yang harus disiapkan. Tarian kami harus direkam utuh dan rekamannya dikirimkan ke sekretariat negara. Tarian itu harus lengkap dengan kostum dan alat musiknya. Sebelum tampil pun tetap menyemangati kami. Terlebih setelah ada kabar beberapa tarian batal tampil. Mereka pun berjuang hingga 25 anak Forandang selesai dengan penampilan yang disambut meriah para tamu undangan yang memenuhi SKA Co Ex tersebut.
"Kami merasakan, betapa Bu Muji dan staf berupaya keras agar kami bisa tampil. Kakak-kakak di UNP pun memberikan waktu dan perhatiannya buat melatih tari dan permainan alat musik yang kami gunakan untuk mengiringi tarian itu. Kakak-kakak disana yang mengkreasikan tarian ini hingga memukau hadirin," ungkap Damas.
Mahasiswa UNP dan pegiat tari di kampus itu membuat kreasi tarian ya g mengadopsi sejumlah permainan anak tradisional. Mereka ingin menghidupkan permainan itu kembali. Caranya dengan melestarikannya dalam bentuk tarian. "Kami yang diajarkan pertama kali. Sungguh sabar dan telaten. Terlebih saat Ramadhan kan kami harus ikut pesantren dan jam dua harus sampai di UNP. Haus, capek campur aduk. Terima kasih kak," ungkap Damas.
Muji Susilawati yang kini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padang turut senang bisa mengantarkan anak-anak Forandang mengukir sejarah di hari anak nasional tersebut. Forum anak dan Generasi Berencana (Genre) Kota Padang tetap bisa berpartisipasi aktif bersama Muji.
Ada program literasi untuk anak yang kini digagas Muji. Sosialisasi program literasi anak ini butuh anak-anak hebat seperti Forandang dan Genre. (zul)