Wakil Walikota Puji Kepedulian CV Modelman
Padang - Di hari lebaran, anak yatim dan orang miskin harus ikut gembira. Harus ikut merasakan kebahagiaan merayakannya. Hal ini disadari sekali oleh H. Erman dan istrinya Hj Marni. Keduanya terus berupaya untuk berbagi kepada kedua kelompok itu setiap tahunnya. Kepedulian tersebut diapresiasi oleh Wakil Walikota Padang, Emzalmi.
“Kepedulian H Erman dan Hj Marni terhadap anak yatim dan orang miskin sangat bagus. Mengamalkan ajaran agama Allah. Sepertinya beliau paham dan yakin terhadap firman Allah yang bila kita bersyukur, nikmat akan ditambah,” ujar Emzalmi yang kehadirannya diwakili istri, Rosmawati, Jumat (23/6).
Ketua Gabungan Organisasi Wanita Padang ini mengatakan kepedulian terhadap anak yatim dan orang miskin ini harus makin ditingkatkan. Jika orang mampu di kota ini menunjukkan kepedulian terhadap yatim dan orang miskin ini, niscaya upaya meningkatkan kesejahteraan warga kota yang diperjuangkan Pemerintah Kota Padang makin cepat direalisasikan.
Hj. Marni, pendiri CV Modelman berterima kasih atas apresiasi istri orang nomor dua di Kota Padang itu. Kehadirannya pun tak terduga lantaran hanya berbekal kebersamaan waktu umrah beberapa waktu lalu yang sebentar.
“Kehadiran beliau saja sudah membahagiakan kami. Anak-anak yatim dari Panti Asuhan Batu Gadang pun gembira bisa bersalaman dan dekat dengan Buk Eti. Karyawan kami terlihat begitu bahagia pula,” ujar perempuan yang mendirikan usaha penjualan sekaligus penyewaan perlengkapan dan peralatan pesta pada tahun 1980.
Marni menyebutkan ada 100 bingkisan yang disiapkan bagi yang kurang mampu. Bingkisan berisikan beras, gula, minyak goreng, teh dan sarung. Masing-masingnya diberi uang pula. Buat anak yatim disiapkan pula bingkisan berupa uang sebanyak 40 buah. Uang yang diberikan lantaran makan dan minum telah ditanggung panti.
Khusus buat karyawan, perhatian yang diberikan suami isteri ini pun terasa berlebih. Ada bingkisan dan THR yang sengaja diberikan jelang lebaran, bersamaan dengan pembagian bingkisan dari zakat harta keluarga besar H. Erman. Terlihat sekali bagaimana keakraban di antara mereka, sudah seperti keluarga sendiri.
“Karyawan harus diutamakan, mereka bagian dari kami. Tanpa mereka usaha ini mungkin tak seperti ini,” ujar H. Erman, begitu pensiun Dinas PU Sumbar pada tahun 2000 ikut terjun membantu kelancaran usaha tersebut. (zul)
“Kepedulian H Erman dan Hj Marni terhadap anak yatim dan orang miskin sangat bagus. Mengamalkan ajaran agama Allah. Sepertinya beliau paham dan yakin terhadap firman Allah yang bila kita bersyukur, nikmat akan ditambah,” ujar Emzalmi yang kehadirannya diwakili istri, Rosmawati, Jumat (23/6).Ketua Gabungan Organisasi Wanita Padang ini mengatakan kepedulian terhadap anak yatim dan orang miskin ini harus makin ditingkatkan. Jika orang mampu di kota ini menunjukkan kepedulian terhadap yatim dan orang miskin ini, niscaya upaya meningkatkan kesejahteraan warga kota yang diperjuangkan Pemerintah Kota Padang makin cepat direalisasikan.
Hj. Marni, pendiri CV Modelman berterima kasih atas apresiasi istri orang nomor dua di Kota Padang itu. Kehadirannya pun tak terduga lantaran hanya berbekal kebersamaan waktu umrah beberapa waktu lalu yang sebentar.
“Kehadiran beliau saja sudah membahagiakan kami. Anak-anak yatim dari Panti Asuhan Batu Gadang pun gembira bisa bersalaman dan dekat dengan Buk Eti. Karyawan kami terlihat begitu bahagia pula,” ujar perempuan yang mendirikan usaha penjualan sekaligus penyewaan perlengkapan dan peralatan pesta pada tahun 1980.
Marni menyebutkan ada 100 bingkisan yang disiapkan bagi yang kurang mampu. Bingkisan berisikan beras, gula, minyak goreng, teh dan sarung. Masing-masingnya diberi uang pula. Buat anak yatim disiapkan pula bingkisan berupa uang sebanyak 40 buah. Uang yang diberikan lantaran makan dan minum telah ditanggung panti.
Khusus buat karyawan, perhatian yang diberikan suami isteri ini pun terasa berlebih. Ada bingkisan dan THR yang sengaja diberikan jelang lebaran, bersamaan dengan pembagian bingkisan dari zakat harta keluarga besar H. Erman. Terlihat sekali bagaimana keakraban di antara mereka, sudah seperti keluarga sendiri.
“Karyawan harus diutamakan, mereka bagian dari kami. Tanpa mereka usaha ini mungkin tak seperti ini,” ujar H. Erman, begitu pensiun Dinas PU Sumbar pada tahun 2000 ikut terjun membantu kelancaran usaha tersebut. (zul)
