Lulusan Universitas Bung Hatta Difasilitasi Dapat Pekerjaan
Padang - Berbagai kemudahan diberikan Universitas Bung Hatta kepada calon mahasiswanya tahun ajaran 2017 ini. Uang masuk ke kampus Proklamator yang berkisar Rp5,5 juta hingga Rp7 juta itu sudah termasuk uang kuliah semester pertama.
“Mulai tahun ajaran 2017 ini, uang masuk sama dengan tahun lalu. Bedanya, uang praktikum, KKN, sidang sarjana dan lainnya sudah termasuk dalam komponen biaya awal ini,” ujar Rektor Universitas Bung Hatta, Prof Azwar Ananda didampingi Ketua Tim Promosi Yusrizal Bakar dan Kasubag Humas, Indrawadi Mantari dalam temu ramah dengan wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/6).
Azwar Ananda menegaskan, pada semester berikutnya mahasiswa Universitas Bung Hatta hanya perlu bayar uang kuliah. Tak ada pungutan lain yang dibebankan pada mereka. Jadi orangtua hanya perlu memikirkan uang kuliah saja, tanpa dibayangi uang tambahan yang harus dibayarkan ke kampus.
Tak hanya itu, uang kuliah pun kini tak lagi flat. Nilainya menurun dari semester ke semester, terutama mulai dari semester III. Dicontohkannya, untuk prodi ekonomi pembangunan di Fakultas Ekonomi dengan uang kuliah paling murah Rp5,5 juta, di semester tiga hanya perlu membayar Rp4,9 juta.
Lalu turun menjadi Rp4,4 juta dan hanya Rp3,85 juta pada semester VIII. Untuk Fakultas Teknologi Industri yang uang kuliahnya paling mahal Rp7,5 juta. Pada semester ketiga, uang kuliahnya Rp6,9 juta dan menurun hingga Rp5,25 juta pada semester VIII.
Guru Besar dari UNP mengungkapkan kebijakan ini diambil karena pihak kampus dan pihak yayasan memikirkan sisi sosial keberadaan Universitas Bung Hatta bagi Sumbar. Dulu, Universitas Bung Hatta ada untuk memberi kesempatan luas bagi putra-putri daerah ini yang tidak mampu ditampung Universitas Andalas dan UNP.
Kini ruh pada saat pendirian ini dikembalikan, namun uang kuliah tidak serta merta bisa diturunkan. Biaya kuliah sebagaimana yang ditetapkan tersebut merupakan biaya optimal yang harus tersedia jika kualitas pendidikan di universitas itu dapat dipertahankan. Bahkan jika bisa ditingkatkan.
Dengan komponen biaya tersebut, pihak kampus dan Yayasan Pendidikan Bung Hatta yang menaungi Bung Hatta bakal memberikan tiga kompetensi khusus untuk lulusan mulai tahun ini. Ketiga kompetensi itu adalah TOEFL setara 450, keterampilan IT dan akhlakul karimah.
Ada kuliah khususnya dan itu tanpa diminta biaya tambahan kepada mahasiswa lagi. Mereka yang lulus diberi surat keterangan pendamping ijazah (SKPI)
Ketua Dewan Pembina Zuiyen Rais, katanya, telah mempersiapkan tiga koordinator yang akan mengelola ketiganya. Khusus untuk akhlakul karimah akan diarahkan pada penguasaan hafalan quran.
Tak hanya itu, peluang bagi calon mahasiswa yang mendaftarpada tahun ini sangat besar. Per Juli ini, semua prodi sudah minimal terakreditasi B. Pada 2018 secara berangsur akan ditingkatkan menjadi A dan pada 2020 universitas ini pun sudah terakreditasi A.
“Jadi pada saat mahasiswa yang masuk kini diwisuda nanti kampusnya sudah terakreditasi A. Akreditasi A tentu memberikan nilai lebih pada lulusan kami,” papar Yusrizal Bakar.
Kini CDC yang diketuai Febriyenni dan bawah koordinasi Wakil Rektor III, digiatkan untuk mempercepat waktu tunggu alumni untuk bekerja. Dengan cara ini, alumni bisa lebih cepat bekerja. Dua kali laksanakan job fair di kampus. Juga rekrutmen kerja ke Jepang.
Kerjasama dengan stakeholder ditingkatkan pula untuk mempermudah dan memperluas peluang kerja bagi lulusan. “Jadi Bung Hatta saat ini bukan semata mengajak orang kuliah ke kampusnya. Tapi ada garansi, lulu sannya makin mudah men dapat pekerjaan yang diidamkan,” pungkasnya. (zul)
“Mulai tahun ajaran 2017 ini, uang masuk sama dengan tahun lalu. Bedanya, uang praktikum, KKN, sidang sarjana dan lainnya sudah termasuk dalam komponen biaya awal ini,” ujar Rektor Universitas Bung Hatta, Prof Azwar Ananda didampingi Ketua Tim Promosi Yusrizal Bakar dan Kasubag Humas, Indrawadi Mantari dalam temu ramah dengan wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/6).
Azwar Ananda menegaskan, pada semester berikutnya mahasiswa Universitas Bung Hatta hanya perlu bayar uang kuliah. Tak ada pungutan lain yang dibebankan pada mereka. Jadi orangtua hanya perlu memikirkan uang kuliah saja, tanpa dibayangi uang tambahan yang harus dibayarkan ke kampus.
Tak hanya itu, uang kuliah pun kini tak lagi flat. Nilainya menurun dari semester ke semester, terutama mulai dari semester III. Dicontohkannya, untuk prodi ekonomi pembangunan di Fakultas Ekonomi dengan uang kuliah paling murah Rp5,5 juta, di semester tiga hanya perlu membayar Rp4,9 juta.
Lalu turun menjadi Rp4,4 juta dan hanya Rp3,85 juta pada semester VIII. Untuk Fakultas Teknologi Industri yang uang kuliahnya paling mahal Rp7,5 juta. Pada semester ketiga, uang kuliahnya Rp6,9 juta dan menurun hingga Rp5,25 juta pada semester VIII.
Guru Besar dari UNP mengungkapkan kebijakan ini diambil karena pihak kampus dan pihak yayasan memikirkan sisi sosial keberadaan Universitas Bung Hatta bagi Sumbar. Dulu, Universitas Bung Hatta ada untuk memberi kesempatan luas bagi putra-putri daerah ini yang tidak mampu ditampung Universitas Andalas dan UNP.
Kini ruh pada saat pendirian ini dikembalikan, namun uang kuliah tidak serta merta bisa diturunkan. Biaya kuliah sebagaimana yang ditetapkan tersebut merupakan biaya optimal yang harus tersedia jika kualitas pendidikan di universitas itu dapat dipertahankan. Bahkan jika bisa ditingkatkan.
Dengan komponen biaya tersebut, pihak kampus dan Yayasan Pendidikan Bung Hatta yang menaungi Bung Hatta bakal memberikan tiga kompetensi khusus untuk lulusan mulai tahun ini. Ketiga kompetensi itu adalah TOEFL setara 450, keterampilan IT dan akhlakul karimah.
Ada kuliah khususnya dan itu tanpa diminta biaya tambahan kepada mahasiswa lagi. Mereka yang lulus diberi surat keterangan pendamping ijazah (SKPI)
Ketua Dewan Pembina Zuiyen Rais, katanya, telah mempersiapkan tiga koordinator yang akan mengelola ketiganya. Khusus untuk akhlakul karimah akan diarahkan pada penguasaan hafalan quran.
Tak hanya itu, peluang bagi calon mahasiswa yang mendaftarpada tahun ini sangat besar. Per Juli ini, semua prodi sudah minimal terakreditasi B. Pada 2018 secara berangsur akan ditingkatkan menjadi A dan pada 2020 universitas ini pun sudah terakreditasi A.
“Jadi pada saat mahasiswa yang masuk kini diwisuda nanti kampusnya sudah terakreditasi A. Akreditasi A tentu memberikan nilai lebih pada lulusan kami,” papar Yusrizal Bakar.
Kini CDC yang diketuai Febriyenni dan bawah koordinasi Wakil Rektor III, digiatkan untuk mempercepat waktu tunggu alumni untuk bekerja. Dengan cara ini, alumni bisa lebih cepat bekerja. Dua kali laksanakan job fair di kampus. Juga rekrutmen kerja ke Jepang.
Kerjasama dengan stakeholder ditingkatkan pula untuk mempermudah dan memperluas peluang kerja bagi lulusan. “Jadi Bung Hatta saat ini bukan semata mengajak orang kuliah ke kampusnya. Tapi ada garansi, lulu sannya makin mudah men dapat pekerjaan yang diidamkan,” pungkasnya. (zul)