Di Makassar, Sumbar Dapat 11 Penghargaan Harkopnas
Padang - Pada peringatan hari koperasi nasional ke-70, Sumbar masih bisa tersenyum. Daerah kelahiran tokoh koperasi Mohammad Hatta ini kembali bertabur hadiah, baik satyalencana, tokoh koperasi maupun koperasi berprestasi.
“Hari ini kita bakal menerima 11 penghargaan. Dua satyalencana pembangunan, dua satyalencana wirakarya diserahlan hari ini. Adapun enam jasa bhakti koperasi diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, AAGN Puspayoga di Hotel Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan tadi malam. Begitu juga penghargaan berasal dari koperasi berprestasi tingkat nasional. Capaian ini tentu sangat membanggakan bagi kita, insan dan gerakan koperasi Sumbar,” ujar Kepala Bagian Perizinan dan Kelembagaan Koperasi Doni Ubani, Selasa (11/7).
Jasa Bhakti Koperasi diterima Kepala Dinas Koperasi UKM Sumbar Zirma Yusri, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Ketua KPRI Dinas Pendidikan Padang Andri Yunidal, Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry, Ketua KPN Balaikota Padang, oleh Sekdako Asnel. Juga ada Ketua KUD Tangai Raya Limapuluh Kota, Ifrizon termasuk yang berhak menerima jasa bhakti koperasi ini.
Penghargaan koperasi berprestasi tingkat nasional diperoleh oleh KPRI Dinas Pendidikan Sumbar. Penghargaan diterima oleh Kadis Pendidikan Sumbar Burhasman Bur. Jadi penghargaan tahun ini paling banyak diterima oleh Kota Padang.
Doni menyebutkan, khusus satyalencana diserahkan sore ini oleh Presiden Joko Widodo. Penghargaan ini bakal diperoleh Bupati Agam Indra Catri dan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf. Satyalencana Wirakarya diperoleh Ketua Koperasi Pembangunan Usaha Sumbar (Kopus), H Basril Djabar dan Asnul Azhar Ketua KSP Tali Kasih. Basril Djabar merupakan tokoh pers Sumbar yang mendirikan dan membina Kopus hingga kini.
Kesebelas penghargaan yang kita terima ini jelas memberi harapan koperasi di Sumbar lebih baik. Ada perkuatan terhadap kesuksesan pengembangan koperasi di tanah kelahiran tokoh koperasi Indonesia, Bung Hatta.
Khusus bagi kepala daerah, Doni mengapresiasi perhatian dan dukungannya, bahkan menjadi penggerak koperasi. Tentu dengan penghargaan ini makin ada keberpihakan terhadap pengembangan koperasi. Terlebih dari segi penganggaran untuk pembinaan, perkuatan dan pengawasan koperasi.
Saat ini kata Doni, pengawasan kelembagaan dan usaha koperasi harus menjadi prioritas. Koperasi harus beroperasional sesuai tuntutan undang-undang. Khususnya terhadap koperasi simpan pinjam yang hanya boleh meminjamkan kepada anggota dan calon anggotanya.
Koperasi simpan pinjam kini pengawasannya dilakukan oleh Kementerian koperasi dan UKM. Namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memantau jika ada kegiatan investasi yang menyimpang. Kepala daerah dan pembina di daerah sangat diharapkan makin meningkatkan pembinaannya agar koperasi kita sesuai dengan aturan hukum.
Terhadap Direktur PT Semen Padang, Benny Wendry selama ini dirasakan perhatian perusahaan semen tertua di Indonesia. Tentu dengan penghargaan ini, bertambah besar dukungan bagi pembinaan dan pengembangan koperasi dan UMKM di Sumbar. Kini terlihat dari dukungan buat Koperasi karyawannya yang jadi satu koperasi besar kebanggan Sumbar. (zul)
