Header Ads

  • Breaking News

    Bocor Rp400 Triliun, Serapan dan WTP Bukan Acuan Kerja

    Padang - Pemerintah kini menginginkan tiap aparatur sipil negara mampu menunukkan kinerja terbaik mereka. Tak masanya lagi serapan anggaran baik APBD maupun APBN menjadi acuan kinerja. Begitu juga penghargaan wajar tanpa pengecualian percuma bangga jika hasil tak ada.
    Manajemen kinerja menjadi prioritas. Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) yang dipimpin Dr. Asman Abnur telah menghitung kebocoran anggaran akibat kegiatan pemerintahan yang kurang tepat sasaran hampir Rp400 triliun.

    "Saya tak menginginkan lagi aparatur sipil negara mendasarkan keberhasilan program dan kegiatan mereka kepada serapan. Tak masanya lagi berupaya mendapatkan wajar tanpa pengecualian (WTP) hingga begitu bangga mengaraknya keliling kota," tegas Menteri PAN dan RB, Asman Abnur yang juga Ketua Ikatan  keluarga alumni (IKA) Universitas Andalas (Unand) dalam Reuni Akbar dan Silaturahmi Nasional Alumni Universitas Andalas di Pekanbaru, Sabtu (29/7)

    Asman mewanti-wanti sekali seputar manajemen berbasis kinerja agar bisa lebih cepat mengejar ketinggalan dibanding negara lain. Makanya manajemen kinerja menjadi ciri khas, model dan cara kerja aparatur sipil negara ke depan. Tiap unit harus jelas hasilnya.

    Tidak saatnya lagi bangga dengan tingginya serapan dana APBD dan APBN. Apalagi bahagia dengan cara mengarak penghargaan WTP keliling kota. Bangga dengan WTP harus bisa menunjukkan hasil kegiatannya terkait besarnya serapan dana untuk itu.

    Banyak yang tidak bisa jawab terkait hasil pembagunan dan program yang mereka jalankan. Ternyata banyak dana terserap untuk membiayai kegiatan rutin saja. Belum lagi kegiatan 'siluman'. Menteri mencontohkan kegiatan banyak dana dihabiskan untuk seminar, sosialisasi dan studi banding. "Ini tak boleh lagi, terlebih jika dari kegiatan,  hasilnya cuma para ASN dan pesertanya dapat uang saku. Studi banding hanya membawa oleh-oleh dari daerah yang dikunjungi. Terlebih kegiatan pengairan yang uangnya habis tapi air tak pernah mengalir," tegas Asman yang disambut tawa hadirin yang berjubel memenuhi aula gedung menara Bank Riau-Kepri di bilangan Sudirman Pekanbaru tersebut.

    Menteri tidak menginginkan lagi para ASN menyembunyikan kegiatan 'siluman'. Dr. Asman Abnur menekankan pada timnya untuk benar-benar bekerja untuk menargetkan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja tak lagi C. Minimal 50 persennya bisa mencapai nilai B. Ini disebabkan hitungan Asman terhadap potensi kerugian akibat program tak jelas hampir Rp400 triliun, baik di pusat maupun daerah.

    Dengan dana ini, berapa panjang jalan tol Sumatera yang selesai. Terhubungnya Teluk Bayur dan Dumai akan membuat tak ada batas lagi antara sisi barat dan timur Sumatera tak ada batas lagi. Lihatlah di Malaysia betapa Kedah dan Johor terhubung. Jika dihitung panjang jalan tol di Indonesia dengan yang di Malaysia, negara kita jauh tertinggal.

    Ke depan, tiap ASN dipatok punya target individu sehingga datang ke kantor cepat lantaran takut absen yang memakai finger print. Mereka takut tak bisa cap jempol, lalu setelah itu enth pergi kemana.

    "Perubahan datang sangat cepat, maka ASN harus mampu memanage dirinya terhadap perubahan itu. Cara pikir, etika dan kinerja harus berubah. Sebagai Ketua Alumni tentu saya ingin para alumni kita yang lebih dulu terdepan dalam peningkatan kinerja mereka sebagai representasi visi, misi untuk selalu menginspirasi dan berkontribus," ujar pria yang menyediakan piala khusus untuk makin mengikat silaturahmi antar alumni Unand

    Simposium dan Golf
    Ketua Harian IKA Unand, Surya Tri Harto yang membuka kegiatan Simposium Nasional Entrepreneurship Kesehatan. Simposium ini mengawali kegiatan Reuni Akbar dan Silaturahmi Nasional  IKA Unand jadi pembuktian kontribusi IKA terhadap almamater. Pembahasan dengan berbagai topik ini diharap bisa meberi rekomendasi bagi kemajuan dunia kedokteran dan tentu berdampak positif yang luas bagi masyarakat.

    Tak lupa, pria yang pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa dan Ketua KATUA dua periode berturut-turut ini menyampaikan empat misis utama IKA Unand kepada peserta. Keempat misi tersebut meliputi solidaritas, institusionalisasi, kontribusi dan menginspirasi. Solidaritas telah ditunjukkan IKA Unand Provinsi Riau dan ikatan alumni berbagai fakultas dan jurusan yang ada di Kota Bertuah tersebut.

    Solidaritas semua elemen dan kemauan berkontribusi untuk memperkuat institusi dan kelembagaan IKA Unand terlihat dari kesuksesan acara yang mampu menghadirkan 1.000 lebih alumni. Aula Gedung Menara Bank Riau-Kepri sangat ramai, peserta sampai membludak. Tak tertampung oleh kursi yang dipatok sejak awal.

    "Alhamdulillah, semoga ini awal yang baik bagi organisasi kita. Semua antusias menyukseskannya. Peserta lomba golf pun melebihi target semula. Terima kasih tuan rumah yang mampu menjadikan kegiatan kita penuh makna. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728