Header Ads

  • Breaking News

    Telah Lama Menerapkan, Adabiah Siap Implementasikan Delapan Jam Belajar

    Padang - Kebijakan pemerintah yang akan menerapkan kebijakan belajar 8 jam sehari siap diimplementasikan di sekolah-sekolah milik Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah (YSO).  Telah bertahun-tahun lamanya sekolah itu menerapkan belajar hingga sore hari tersebut.

    “Menyikapi kebijakan pemerintah untuk belajar 8 hari tersebut, kami dari perguruan Adabiah telah siap untuk melaksanakannya. Ini bukan hal baru, karena di sekolah kami telah melaksanakan keunggulan-keunggulan (program plus) untuk menumbuhkan talenta dan membina karakter peserta didik,” ujar Ketua YSO Adabiah, Dr. Ali Asmar, Jumat (16/6).

    Ali Asmar mengungkapkan, belajar hingga sore telah lama diberlakukan di Adabiah. Pembelajaran hingga sore tersebut digunakan untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah dan penumbuhan minat dan bakat peserta didik, memacu prestasi.

    Tak kalah pentingnya adalah sisi pembinaan karakter. Sebab sejak awal Adabiah didirikan oleh Dr Abdullah Ahmad, sisi adab atau karakter ini sudah menjadi perhatian utama. Makanya perguruan ini dinamakan  Adabiah. Kehadirannya untuk membantu anak negeri mendapat pendidikan yang berkualitas.

    Terkait biaya pendidikan di Adabiah, Ali Asmar menegaskan uang masuk, uang pembangunan dan SPP ditetapkan sama dengan biaya saat momentum peringatan satu Abad Adabiah pada 2015 lalu. Kala itu, Yayasan memutuskan pembebasan uang pembangunan sebesar 50 persen.

    Kebijakan itu demi memikirkan beban orang tua murid saat ini. Terlebih penerimaan siswa baru saat ini bersaman dengan Ramadhan dan berdekatan pula dengan Idul Fitri. Ramadhan sebagaimana kita ketahui pasti terjadi peningkatan pengeluaran dibanding bulan lainnya.

    “Kebutuhan mendekati lebaran pasti menambah pemikiran orang tua pula. Untuk itulah kami dari yayasan mengambil kebijakan ini.  Kami ingin berbagi kebahagiaan di setelah momen Satu Abad Adabiah ini. Ini bukti kepedulian kami terhadap pendidikan,” tegas Sekda Sumbar ini seraya mengingatkan orang tua agar mendahulukan kepentingan sekolah anak-anaknya.

    Diakui Ali Asmar, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan. Terlebih waktu belajar yang jadi lima hari. Anak-anak pasti juga tidak bisa menempuh pendidikan agama di MDA/TPA milik di dekat rumahnya. Karena mereka harus berada hingga jam 16.00 setiap hari.

    Jika dulu MDA/TPA hanya menjadi program plus, maka jika kebijakan belajar 8 jam belajar ini diterapkan, MDA/TPA harus dilaksanakan lebih intensif lagi. Disebutkannya, program plus yang dilaksanakan sekolah-sekolah yayasan adalah silat, pramuka, paskibraka,  pidato, bahasa Inggris, sepakbola, futsal, program tahfiz dan lainnya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728