69 Anak Dhuafa, Khitan Gratis di Masjid Taqwa Muhammadiyah
Padang - Seminggu jelang lebaran, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat adakan khitanan gratis bagi 69 anak. Jumlah ini melebihi dari target semula, 50 anak.
Berkat sinergi antar lembaga dan amal usaha Muhammadiyah seperti Masjid Taqwa, Kantor Unit Layanan Lazismu dan Badan Wakaf Uang Muhammadiyah Sumbar, Klinik Pratama Kyai Haji Ahmad Dahlan dan RS. Aisyiyah, seluruh anak yang umumnya berasal dari keluarga kurang mampu ini dapat mengikuti kegiatan di Klinik Pratama Kyai Haji Ahmad Dahlan.
"Ini bhakti Muhammadiyah terhadap umat. Ini juga bukti kami melaksanakan amanah umat Islam lewat Masjid Taqwa, Lazizmu dan Badan Wakaf Uang Muhammadiyah Sumbar. Rumah Sakit Aisyiyah pun tak mau ketinggalan untuk menyukseskan khitan gratis," ujar Wakil Ketua PWM Sumbar yang juga Pengurus Masjid Taqwa Nurman Agus
Nurman mengakui pelaksanaan agenda tahunan ini sedikit terlambat. Hal ini disebabkan anak-anak harus mengikuti pesantren ramadhan dan baru hari ini menerima rapor. Pihak medis dari RS Aisyiyah, dengan sistem laser insya Allah bisa sembuh dalam tiga atau empat hari.
Wakil Ketua PWM Sumbar, Baktiar menyambut gembira atas makin gencarnya majelis/lembaga Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan keberpihakan terhadap masyarakat. Maraknya kegiatan sosial ini bisa memperlihatkan Masjid Taqwa bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Dari donasi, zakat, infak, sadaqah dan wakaf diharapkan dapat merubah mereka yang selama ini menerima menjadi pemberi. Dia berharap, seluruh elemen di Muhammadiyah mampu menghimpun potensi umat, menyalurkannya untuk kemaslahatan dan melakukan pembinaan," ujarnya Dosen UIN Imam Bonjol didampingi Ketua Badan Wakaf Uang Muhammadiyah Sumbar, Rustam.
Ali Ahmad, warga Pemancungan sangat bersyukur kehadiran program rutin tahunan Muhammadiyah Sumbar ini. Dia sempat resah anaknya Inof Putra belum juga disunat. Padahal dia sudah kelas enam SD.
"Alhamdulillah pak ada yang memberitahu tentang akan dilaksanakannya sunatan gratis ini. Saya tentu bahagia dan segera mendaftar. Sekarang anak kedua saya ini bisa disunat. Terima kasih para donatur," ujar penarik becak yang hanya beroleh Rp60.000 per hari ini haru.
Tak Khawatir
Ali Ahmad tak ragu anaknya bisa sembuh sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Ali sudah mengetahuinya dari kawan atwu kenalannya. Baginya yang penting anaknya bisa sunat. Apalagi panitia telah menjelaskan pula, sunat pakai laser (kauter) ini lebih cepat sembuhnya dibanding cara konvensional (dipotong dengan gunting).
Dr Dhiang Mulia Syofiadi, dokter di M Jamil dan RS Aisyiyah juga menegaskan sunat/sirkumsisi dengan menggunakan kauter ini lebih cepat pelaksanaannya dan lebih cepat pula proses penyembuhannya. Saat pemotongan, panas dari kauter lansung menutup luka yang terjadi.
Jika digunting, pendarahan lebih banyak, proses juga lebih lama karena harus mencari pembuluh dan menjahitnya. Lukanya lebih lama sembuh.
Dhiang hanya mengingatkan para orang tua untuk memperhatikan makanan anak mereka jika punya riwayat alergi. Jika gatal makan telur, mohon jangan disuguhkan makanan tersebut dulu. (404)
