Dukung Program Kotaku, STMIK Indonesia Fasilitasi Peningkatan Kapasitas LKM/BKM
Padang - Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) ditujukan untuk mewujudkan permukiman dengan 100 persen sanitasi, 0 persen kumuh dan 100persen aksesair bersih. Tahun
ini, peran yang sebelumnya jadi bagian konsultan mulai dikurangi. Tugas ini harus dilakukan masyarakat yang tergabung dalam lembaga keswadayaan masyarakat/ badan keswadayaan masyarakat (LKM/BKM). Hal ini tentu menuntut peningkatan kapasitas kelompok masyarakat itu agar program berjalan sesuai perencanaan.
Anggota LKM/BKM pada masing-masing kelurahan nantinya harus mampu membuat perencanaan mulai dari detailed engineering design (DED) pelaksanaan hingga pelaporan tanpa bantuan penuh dari pihak konsultan.
Artinya mereka harus punya kompetensi komputer, kemampuan menggambar peta dengan autocad dan membangun sistem informasi hingga pihak terkait bisa membaca potensi kelurahan mereka. Sisi kompetensi komputer mereka tentu harus ditingkatkan dan STMIK Indonesia bersedia memberikan fasilitasi.
“Kita bahagia sekali telah dipercaya oleh pemerintah daerah dan stake holder terkait atas terlaksananya kegiatan ini. Ini indikasi bahwa STMIK sudah mendapat kepercayaan. Kepercayaan ini mahal dan membantu kami untuk berbuat bagi masyarakat dengan lebih baik dan efisien,” ujar Ketua STMIK Indonesia, Prof DR-ing Hairul Abral, Kamis (24/11).
Dikatakan Hairul Abral lembaganyanya siap secara internal untuk memberikan dukungan terhadap pihak-pihak terkait yang konsen terhadap peningkatan kompetensi dan optimalisasi kegiatan kemasyarakatan lewat sistem informasi yang baik, efektif dan efisien. “Kita akan berupaya memberikan yang terbaik sesuai kompetensi kami. Sangat membahagiakan pihak yayasan pun memberi dukungan penuh,” ujar Guru Besar Fakuktas Teknik Unand itu.
Hairul Abral menyebutkan fasilitasi yang diberikan STMIK Indonesia merupakan perwujudan fungsinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang juga bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas masyarakat. Peningkatan kapasitas lewat pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat berdampak bagi perbaikan kualitas dari sisi kehidupan masyarakat tersebut.
Dikatakan mantan Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas, teknologi komputer serta sistem informasinya senantiasa berkembang. Untuk itu, pelatihan yang diberikan kepada LKM/BKM tak boleh berhenti begitu saja. Kegiatan ini harus berkelanjutan, harus komprehensif dan terstruktur. Lewat cara ini bisa didapatkan hasil seperti yang diinginkan oleh pemerintah.
OC Komisariat Wilayah Sumbar, Afriadi sangat gembira dengan terjalinnya kerjasama dengan STMIK terbaik di Sumatera ini. Adanya konsolidasi dengan berbagai pihak terkait memberi harapan penanganan kekumuhan di Kota Padang khususnya dan Sumbar umumnya bisa tertangani dengan baik. Terlebih melihat dukungan dan tekad Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Albani yang menaungi STMIK Indonesia, Firlan Mustafa.
Peningkatan kapasitas LKM/BKM diharapkan berkontribusi besar dalam penanganan 23 kelurahan kumuh yang telah ditetapkan Walikota Padang. Lebih utama lagi jika 81 kelurahan lainnya yang masuk kategori pencegahan tidak kembali tergolongkumuh bahkan lebih baik sanitasi dan air bersihnya.
Afriadi berharap STMIK Indonesia mau berperan lebih dalam membantu pembuatan sistem informasi kelurahan. Kalau bisa sistem ini bisa diakses secara online.
“Keberadaan sistem informasi online ini memungkinkan 355 kelurahan/desa/nagari di Sumbar bisa saling belajar dari kelurahan yang lebih baik penanganan program Kotaku. Sistem memudahkan stakeholder terkait merancang lrogram yang sesuai,” ujar Afriadi yang didampingi Ketua Korkot 1 Padang F. Ar Razy dan anggota KMW Sumbar Zulfadli Muchtar. (zul)