Header Ads

  • Breaking News

    Koperasi Pertanian Harus Optimis Bisa Maju dan Mandiri

     
    Padang - Koperasi yang bergerak di sektor pertanian harus mampu merevitalisasi dirinya agar mampu berkembang lebih baik. Revitalisasi yang diharapkan itu tak hanya dari segi ekonomi, sisi kelembagaan yang lebih diutamakan. 

    Hal ini diungkapkan oleh Dr. Melinda, dosen Sosial Ekonomi Universitas Andalas dalam rapat revitalisasi koperasi yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Kamis (27/10).

    "Revitalisasi koperasi bukan membenahi masalah ekonomi, atau mengubah kepengurusan. Revitalisasi lebih mengarah pada penguatan kelembagaan koperasi secara menyeluruh," ujar Melinda akhir pekan lalu.
    Revitalisasi tersebut harusnya datang dari pengurus dan anggota bersangkutan. Sebab banyak program perkuatan yang diberikan pemerintah namun belum mampu membuat perkoperasian berjaya seperti di Jepang, Amerika dan Eropa. 

    Ternyata satu diantara penyebabnya adakah ketidaksiapan koperasi itu sendiri. Melinda mencontohkan, koperasi di Pasaman Barat diberi bantuan mesin pemipil jagung, namun tidak beroperasi lagi. Soal tenaga dan biaya operasional menjadi masalah utama. Koperasi masih berharap pemerintah terus membantu.

    Hal yang sama terjadi pada alat pembuat pupuk organik di Limapuluh Kota dan beberapa daerah lain di Sumbar. Mesin pembuat kertas telur di Payakumbuh, mesin penggiling tebu dan umumnya mesin bantuan dari kementerian koperasi seperti tak berguna saat ini. Dialihkan ke daerah lain tak mau pula, berbagai alasan dikemukakan.

    Melinda menegaskan, mesin bantuan pemerintah akan termanfaatkan jika pengurus bisa menyiasati pengoperasiannya. Apalagi bisa menjalin kerjasama saling menguntungkan antar koperasi.
    Koperasi harus berani membuka diri bagi anak muda yang energik dan mau membesarkan koperasi. Buat koperasi menjadi peluang menjanjikan bagi mereka hingga tak perlu menenteng ijazah kemana lowongan kerja terbuka. 

    Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) diharapkan Melinda bisa berperan lebih baik terhadap koperasi yang bergerak di sektor pertanian. Puskud harus mampu bertindak sebagai lokomotif koperasi pertanian.
    Jaringan KUD dan kemampuan transportasinya bisa diandalkan. Dan yang terpenting Puskud harus bisa jadi contoh bagi diversifikasi usaha yang mendatangkan keuntungan maksimal bagi koperasi. Dengan cara ini koperasi punya posisi tawar yang membuat banyak pihak bekerjasama dan memanfaarkan jasa koperasi.

    Dedi Vitra Johor yang terpilih sebagai General Manajer Puskud yang baru siap memberi pencerahan dan menggali peluang usaha yang prospektif bagi perkoperasian umumnya dan KUD khususnya.
    Dalam rapat revitalisasi tersebut, Dedi memaparkan contoh usaha yang telah dilakukan koperasi di Sumbar. Menurut Dedi,  usaha tersebut sudah bagus, tapi dengan sedikit sentuhan lagi bisa menjadikannya jaya. Bagaimana kiatnya,  Dedi berjanji akan membuka rahaaia setelah dia resmi dilantik nantinya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728