Header Ads

  • Breaking News

    Sekolah Islam Harus Jadi Pelopor Pendidikan Berkarakter

    PIAGAM- Ketua JSIT Sumbar, H. Muhammad Amin disaksikan Ketua Regional 1 Sumatera Bagian Utara, Tengku Haji Markum menyerahkan piagam dan cinderamata kepada Gubernur Sumbar diwakili Kabag Pembinaan Generasi Muda Biro Binsos, Karimis, Sabtu (6/8). (zulfadli)
    Padang - Sekolah-sekolah yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) diminta mampu mempelopori pendidikan berkarakter. Penegasan itu diungkapkan Gubernur Sumbar saat ramah tamah bersama pengelola sekolah Islam dari berbagai daerah di Padang, Sabtu (6/8).
    Gubernur yang diwakili Kabag Pembinaan Generasi Muda Biro Binsos Sumbar, Karimis mengingatkan, pengaruh negatif terhadap generasi muda sangat besar. Mereka diserbu candu (narkoba), pornografi/pornoaksi, LGBT dan gaya hidup yang jauh dari nilai agama dan adat.

    “Sekolah Islam harus mampu jadi pelopor pendidikan berkarakter dalam menghadapi serbuan pengaruh negatif terhadap generasi muda kita. Saya yakin, pengelolanya mampu mewujudkan penmbangunan karakter islami yang muham madi,” ujar mantan aktivis Islam era 80-an itu.

    Dalam hal ini, karakter pendidik sangat menentukan. Mereka harus memenuhi syarat utama yaitu Shalat Subuh berjamaah di masjid. Ketua Regional 1 JSIT Sumatera Bagian Utara, Tengku Haji Markum menegaskan, agar anggota JSIT mengingatkan rekannya yang tidak Shalat Subuh berjamaah. “Belum pantas mereka menjadi tenaga pengajar di sekolah JSIT. Perlu dibina lagi karakternya,” katanya.

    Mustahil para guru punya karakter yang baik, jika tak menjaga shalat berjamaah di masjid. Shalat berjamaah ini ajang pembinaan karakter yang baik, hingga guru SIT bisa jadi contoh teladan bagi anak didik dan masyarakat sekitarnya.

    Markum mengapresiasi kesiapan Sumbar dalam meme riahkan Milad ke-13 ini. Apalagi dalam waktu dekat, akan jadi tuan rumah Kemah Ukhuwwah. Perkemahan sekolah-sekolah JSIT di Pagaruyung merupakan yang kedua setelah di Sibolangit, sukses dengan 1.000 peserta.

    “Saya berharap Sumbar lebih sukses dan bisa pula jadi tuan rumah Munas tahun berikutnya. Menyelenggarakan pertemuan se-Asia Tenggara saja mampu, masa Munas saja tak bisa,” ujar Markum disambut riuh hadirin yang memadati auditorium gubernuran tersebut.

    Harapan itu didasari fakta sekolah Islam terpadu pertama di Sumbar ini dipelopori tokoh masyarakat Sumbar yang kini sudah jadi gubernur. Sekolah itu, tercatat sebagai sekolah Islam terpadu pertama di JSIT.
    Ketua JSIT Sumbar, H. Muhammad Amin menyatakn siap membantu pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkarakter ini. Sebanyak 80 sekolah Islam di Sumbar yang tergabung di JSIT punya kurikulum terpadu yang menunjang untuk itu.

    Sekolah-sekolah dalam jaringan ini memberlakukan sistem full day dan boarding school. Tak ada pemisahan mata pelajaran umum dan agama. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728