Magister Bung Hatta Tuntut Kompetensi Lulusan
Padang - Mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta dimotivasi untuk mening katkan kompetensi keilmuan nya. Dan semakin bertambah wawasan, hendaknya bertam bah pula kebijaksanaan yang dimilikinya.
Hal ini yang menjadi fokus Wakil Rektor I Universitas Bung Hatta, Dr. Hendra Suherman. Motivasi tersebut diberikan Hendra dalam kuliah umum bagi para calon magister baru kampus yang mengabadikan nama proklamator itu.
“Mahasiswa magister hen daknya haus dengan ilmu penge tahuan dan dengan ilmu yang didapatkannya itu, harus me nambah kebijaksanaan dirinya. Pada prinsipnya, makin bertam bah wawasan keilmuan, seseorang harus makin bijak sana,” tegasnya usai memapar kan materi Principles of knowledge: from knowlege to wisdom, di Balairung Caraka Kampus I Ulak Karang Padang, Minggu, (21/8).
Untuk menambah wawasan, kata Hendra, tiada jalan lain kecuali akrab dengan pustaka dan mau berburu jurnal bere putasi nasional, apalagi inter nasional. Mahasiswa pascasar jana harus aktif mencari jurnal yang relevan dengan bidang keilmuannya.
Jurnal yang diindeks Scopus jadi prioritas utama. Buru, baca dan cari sisi-sisi yang biasanya disediakan penulisnya jika ada yang berminat meneliti hal serupa dari sudut pandang lain. Hasil penelitian harus dipubli kasikan di jurnal bereputasi, baru bisa diwisuda.
“Agar sukses mendapatkan peluang penelitian, mahasiswa harus punya kemampuan berba hasa Inggris. Makanya, sudah tepat jika Pascasarjana Universitas Bung Hatta menjadikan kemampuan berbahasa Inggris sebagai prasyarat utama, sebab ilmu magister bukan didapat dari bersemedi,” ujarnya berse loroh.
Direktur Program Pascasar jana, Dr. Zaitul menyebutkan, mahasiswanya memang dimin ta kemampuan
Bahasa Inggrisnya sekaitan pentingnya referensi bermutu dan adanya kewajiban meng-upload tesis di jurnal bereputasi. Kini ada kuliah Bahasa Inggris di semester awal perkuliahan S2 bagi yang punya TOEFL di bawah 400. Jika lebih dari 400 dan di bawah 450, mereka masuk kelas persiapan TOEFL saja.
Jika nilai TOEFL sudah melebihi 450, mahasiswa bebas mengikuti perkuliahan tanpa harus kuliah Bahasa Inggris. “Hal ini kita lakukan untuk memenuhi persyaratan aka demik dari Dikti yang mensya ratkan mahasiswa magister bisa ujian tesis jika TOEFL bernilai minimal 450,” ujarnya.
Untuk mendukung kemam puan bahasa Inggris ini, penge lola pascasarjana merancang student mobility bagi seluruh prodi yang umumnya telah terakreditasi B. Seminar inter nasional pun akan diperbanyak. (zul)
