Adabiah Ada untuk Kejayaan Bangsa
Padang - Perguruan Adabiah kini sudah berumur 101 tahun, pada 23 Agustus 2016. Yayasan yang mengelola lembaga pendidikan mulai dari TK hingga sekolah tinggi ini telah banyak melahirkan banyak tokoh nasional, diantaranya Mr Asa’at perdana menteri saat Republik Indonesia pernah berbentuk negara serikat. M. Natsir juga alumni Adabiah.
Bahkan Mohammad Hat ta pun adalah murid pendiri Adabiah Dr H Abdullah Ahmad di MULO, saat pelajaran agama diwajibkan di MULO.
Orang kedua di luar Jawa yang menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia juga jebolan Adabiah. Dialah Prof Dr Jend Purn (Pol) Awaloedin Djamin, MPA yang kini jadi Ketua Pembina Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah. Dan banyak nama lain yang berada di posisi puncak berbagai instansi di negeri ini.
““Saat ini pegawai yang memiliki pangkat dan golongan paling tinggi di Sumatera Barat adalah alumni dari Adabiah yakni Sekda Sumatera Barat Ali Asmar. Ini menunjukan bahwa kualitas lulusan Adabiah sangat berperan dalam pembangunan Sumatera Barat,” ucap Gubernur Sumbar, Prof Dr H Irwan Prayitno Datuk Bandaro Basa, PSi, MSc.
Irwan mengatakan bahwa saat ini sekolah swasta yang menjadi pilihan utama masyarakat adalah Adabiah. “Oleh sebab itu mutu dan kualitas pendidikan di Adabiah perlu terus di jaga, dan bahkan ditingkatkan,” ujarnya.
Di hadapan keluarga besar Adabiah yang menghadiri puncak peringatan HUT ke-101 ini Gubernur Sumatera Barat mengungkapkan harapannya semoga Adabiah semakin jaya dan selalu membantu pemerintah untuk membangun Sumbar dan kab/kotanya.
Dikatakannya dalam usia lebih seabad menandakan perguruan ini berkualitas. Ketulusan pendiri, pengelola dan para guru di sinilah yang berperan hingga Adabiah seperti saat ini.
Di perayaan HUT yang hadir Kadis Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi, Forkopimda Kota Padang, pimpinan unit, majelis guru dan alumni, serta tokoh Adabiah diantaranya H Djohari Kahar, SH. MSi, Drs H Bakar Efendy, Drs H Sultani Wilman. Di hadapan mereka, Ketua Pembina YSO Adabiah Awaloedin Jamin mengatakan tokoh nasional banyak berasal dari Sumbar atau Minangkabau.
Mantan Kapolri ini mengajak para undangan untuk mencontoh para tokoh itu. “Mari kita contoh para tokoh-tokoh itu. Pahami dan gali kiprahnya terhadap negeri ini agar jadi contoh generasi muda saat ini. Adabiah harus bisa mempeloporinya,” ujarnya.
Dikatakannya, orang Minang turut mendirikan republik ini. Menjaganya di awal kemerdekaan. Harusnya orang Minang tetap menjaganya dengan segenap upaya agar Indonesia tetap jaya.
Kebanggaan sebagai orang Minang atau Minang Pride ini sebaiknya dicanangkan sebagai gerakan nasional. Hidupkan lagi kebanggaan sebagai orang minang dan buktikan dengan karya nyatanya dari dulu hingga kini terhadap negeri ini.
Untuk kebutuhan ini, Awa loedin menggenjot pengelola Pustaka Sejarah Pejuang Bangsa Asal Minangkabau untuk menelisik kembali tokoh-tokoh minang dari dulu hingga kini yang berjasa bagi republik. Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pembangunan Drs. H. Azmal Zen, BSc yang juga Ketua Pengelola Pustaka diserahi menggawangi tugas berat ini.
Awaloedin berharap, dengan cara ini, lahir tokoh-tokoh minang selanjutnya yang rela berkorbrn bagi kejayaan republik. Kemajuan Adabiah berdampak bagi kemajuan negeri ini sesuai motto HUT ke-101 yakni Majulah Adabiahku, Majulah Negeriku.
Yayasan siap mensuppor dengan menyediakan sarana dan prasarana termasuk auditorium yang jadi pusat kegiatan keluarga besar Adabiah yang diletakkan batu pertamanya oleh Awaloedin beserta pembina, pengurus dan pengawas YSO.
Auditorium itu menurut Azmal Zen berukuran 27x27 meter yang nantinya berfungsi sebagai gedung serbaguna. Di dalamnya bisa memuat delapan kelas yang bisa bongkar pasang, prasarana olah raga. Bahkan bisa digunakan bagi masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan atau pesta di sana.
Azmal juga menginformasikan, banyak prestasi dan kegiatan unggulan sekolah-sekolah Adabiah dan ditampilkan di pawai lintas sejarah pada 22 Agustus. (adv)
Bahkan Mohammad Hat ta pun adalah murid pendiri Adabiah Dr H Abdullah Ahmad di MULO, saat pelajaran agama diwajibkan di MULO.
Orang kedua di luar Jawa yang menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia juga jebolan Adabiah. Dialah Prof Dr Jend Purn (Pol) Awaloedin Djamin, MPA yang kini jadi Ketua Pembina Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah. Dan banyak nama lain yang berada di posisi puncak berbagai instansi di negeri ini.
““Saat ini pegawai yang memiliki pangkat dan golongan paling tinggi di Sumatera Barat adalah alumni dari Adabiah yakni Sekda Sumatera Barat Ali Asmar. Ini menunjukan bahwa kualitas lulusan Adabiah sangat berperan dalam pembangunan Sumatera Barat,” ucap Gubernur Sumbar, Prof Dr H Irwan Prayitno Datuk Bandaro Basa, PSi, MSc.
Irwan mengatakan bahwa saat ini sekolah swasta yang menjadi pilihan utama masyarakat adalah Adabiah. “Oleh sebab itu mutu dan kualitas pendidikan di Adabiah perlu terus di jaga, dan bahkan ditingkatkan,” ujarnya.
Di hadapan keluarga besar Adabiah yang menghadiri puncak peringatan HUT ke-101 ini Gubernur Sumatera Barat mengungkapkan harapannya semoga Adabiah semakin jaya dan selalu membantu pemerintah untuk membangun Sumbar dan kab/kotanya.
Dikatakannya dalam usia lebih seabad menandakan perguruan ini berkualitas. Ketulusan pendiri, pengelola dan para guru di sinilah yang berperan hingga Adabiah seperti saat ini.
Di perayaan HUT yang hadir Kadis Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi, Forkopimda Kota Padang, pimpinan unit, majelis guru dan alumni, serta tokoh Adabiah diantaranya H Djohari Kahar, SH. MSi, Drs H Bakar Efendy, Drs H Sultani Wilman. Di hadapan mereka, Ketua Pembina YSO Adabiah Awaloedin Jamin mengatakan tokoh nasional banyak berasal dari Sumbar atau Minangkabau.
Mantan Kapolri ini mengajak para undangan untuk mencontoh para tokoh itu. “Mari kita contoh para tokoh-tokoh itu. Pahami dan gali kiprahnya terhadap negeri ini agar jadi contoh generasi muda saat ini. Adabiah harus bisa mempeloporinya,” ujarnya.
Dikatakannya, orang Minang turut mendirikan republik ini. Menjaganya di awal kemerdekaan. Harusnya orang Minang tetap menjaganya dengan segenap upaya agar Indonesia tetap jaya.
Kebanggaan sebagai orang Minang atau Minang Pride ini sebaiknya dicanangkan sebagai gerakan nasional. Hidupkan lagi kebanggaan sebagai orang minang dan buktikan dengan karya nyatanya dari dulu hingga kini terhadap negeri ini.
Untuk kebutuhan ini, Awa loedin menggenjot pengelola Pustaka Sejarah Pejuang Bangsa Asal Minangkabau untuk menelisik kembali tokoh-tokoh minang dari dulu hingga kini yang berjasa bagi republik. Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pembangunan Drs. H. Azmal Zen, BSc yang juga Ketua Pengelola Pustaka diserahi menggawangi tugas berat ini.
Awaloedin berharap, dengan cara ini, lahir tokoh-tokoh minang selanjutnya yang rela berkorbrn bagi kejayaan republik. Kemajuan Adabiah berdampak bagi kemajuan negeri ini sesuai motto HUT ke-101 yakni Majulah Adabiahku, Majulah Negeriku.
Yayasan siap mensuppor dengan menyediakan sarana dan prasarana termasuk auditorium yang jadi pusat kegiatan keluarga besar Adabiah yang diletakkan batu pertamanya oleh Awaloedin beserta pembina, pengurus dan pengawas YSO.
Auditorium itu menurut Azmal Zen berukuran 27x27 meter yang nantinya berfungsi sebagai gedung serbaguna. Di dalamnya bisa memuat delapan kelas yang bisa bongkar pasang, prasarana olah raga. Bahkan bisa digunakan bagi masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan atau pesta di sana.
Azmal juga menginformasikan, banyak prestasi dan kegiatan unggulan sekolah-sekolah Adabiah dan ditampilkan di pawai lintas sejarah pada 22 Agustus. (adv)
