Sastra Jepang UBH, Fasilitasi Mahasiswanya Bekerja di Jepang
Padang - Mahasiswa Sastra Jepang Universitas Bung Hatta kini bisa bekerja di
Jepang atas fasilitasi kampusnya. Mereka yang berada pada semester akhir
bisa mengikuti serangkaian seleksi, ikut pelatihan perhotelan selama
tiga bulan, menamatkan kuliah dan bersabar menanti pengurusan perizinan
kerja di sana.
Satu diantaranya sudah bekerja awal Juli ini dan akan
menyusul dua orang lagi dalam waktu dekat. Lulusan yang telah diterima
bekerja itu bernama Rudolfo dan telah berangkat ke Jepang pada 30 Juni
lalu. Rudolfo bakal bekerja disana dalam waktu lima tahun dan akan
diperpanjang berdasarkan evaluasi manajemen FET Syistem Inc.
"Alhamdulillah, mahasiswa semester akhir di Sastra Jepang
kini bisa merajut mimpi untuk bekerja di Jepang. FET System Inc yang
membawahi 38 hotel berbintang di Negeri Sakura itu akhirnya menerima
lulusan kita bekerja di perusahaan mereka, dan mempercayakan
rekrutmennya pada kita," ujar Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta,
Dr. Diana Kartika.
Dikatakan Diana, cukup panjang penantian mereka hingga FET
System Inc merekrut mahasiswanya. Butuh waktu dua tahun sejak proses
seleksi dilakukan. Dari puluhan mahasiswa yang ikut, hanya 11 orang yang
lulus seleksi wawancara kerja yang dilaksanakan FET System pada 2015
lalu. Seleksi wawancara langsung dilakukan oleh President & CEO FET
System Inc Hiroshi Nakamura.
Akhirnya, tiga diantaranya sudah diminta mengirimkan ijazah
asli untuk proses peirizinan dan satu telah dipastikan bekerja di sana
untuk jangka waktu lima tahun.
Proses seleksi dilakukan saat Diana masih menjabat Ketua
Jurusan Sastra Jepang. Mereka yang lulus diikutkan dalam pelatihan
perhotelan yang dikerjasamakan dengan SMK 9 Padang.
"Saya sangat bersyukur, apa yang telah diinisiasi dulu
telah dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa kami. Mereka kini terbuka
matanya bahwa semua butuh proses. Apalagi izin tenaga kerja asing di
Jepang sangat ketat. Ini kerjasama perdana pula," ujarnya.
Akhirnya penantian panjang yang sangat membebani hati dan
pikiran Diana tersebut berbuah manis. Rudolfo yang telah lulus setahun
lalu, dan telah berupaya melamar kerja di berbagai perusahaan Jakarta
membangun impiannya di Jepang.