Jika Bangga Dengan Bung Hatta Sejahterakan Koperasi
Padang - Tanggal 12 Juli yang ditetapkan sebagai hari lahirnya koperasi, sosok
Bung Hatta senantiasa dielu-elukan. Sumbar sebagai tempat lahirnya tokoh
proklamator tersebut pun tak kalah semangat membanggakan sosok itu.
Ada kebanggaan yang membuncah dada, kala namanya disebut.
Namun alangkah lebih membanggakan jika di hari ini Sumbar berbangga
dengan makin banyaknya koperasi besar di daerah ini.
"Di hari koperasi ini mari kita merefleksikan kebanggaan
terhadap sosok Bung Hatta dengan meningkatkan semangat untuk
menggelorakan koperasi. Memperbanyak koperasi berskala besar di daerah
ini. Ini butuh kebersamaan kita semua, pemerintah, anggota gerakan
koperasi, pegiat koperasi dan tentu saja dukungan pers sangat kita
harapkan," ujar Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri,
Selasa (12/7).
Koerasi besar di Sumbar, kata Zirma belum sebanyak daerah
lain. Apalagi di Pukau Jawa. Masih bisa dihitung dengan jari, karena
harus beraset Rp10 miliar, beromset Rp50 miliar dan beranggotakan 1000
orang. Banyak koperasi yang sudah masuk hitungan dari segi aset dan
omset, namun terkendala dari sisi jumlah anggota.
Koperasi pegawai banyak yang anggotanya melebihi namun dari
sisi aset atau omset masih kurang. "Ini yang perlu kita dorong. Minimal
tiap tahun muncul koperasi besar di kabupaten kota. Berarti ada 19
unit. Terealisasi 5 unit saja sudah membanggakan," ujar pria yang
langsung membina sejumlah koperasi.
Komisi III DPRD Sumbar berulangkali memberikan rekomendasi
seputar target ini. Begitu besar harapan mereka terhadap hal itu.
Pemerintah Provinsi pun telah memberikan sejumlah perkuatan. Teranyar,
Minang Mart yang memberi prioritas pada koperasi dan diluncurkannya
Gerakan Lima Ribu Membangun Nagari (Gema Nagari) pada 24 Juni lalu.
Gema nagari memungkinkan seluruh anak nagari berperan
menumbuhkan dan mengembangkan koperasi di kampung halaman mereka. Anak
nagari bisa memajukan dunia usaha di daerah asalnya. "Tidak mungkin anak
nagari menyumbang Rp5.000 saja bagi koperasi kampungnya. Ketua DPD RI
Irman Gusman, Gubernur Irwan Prayitno, Ketua DPRD Hendra Irwan Rahim
mencontohkan. Di hari launching mereka memasukkan dana Rp500.000 pada
koperasi di kampung masing-masing," ungkap Zirma.
Hendra Irwan Rahim sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia
Wilayah (Dekopinwil) Sumbar pun kata Zirma pun memperlihatkan dukungan
nyata. Kiprahnya bersama Gubernur Irwan Prayitno dan semua elemen daerah
ini diharapkan bisa mengantarkan daerwh ini jadi provinsi koperasi.
Zirma pun menyebut sejumlah tokoh memberitahu mereka telah
berbuat hal serupa bagi koperasi di kampung mereka. Kalangan ulama,
tokoh adat pun didekati untuk menggelorakan tumbuh kembangnya usaha
ekonomi yang berasaskan kekeluargaan. Pemerintah daerah diharap
memberikan dorongan nyata, terutama yang sudah menjadi tokoh koperasi
atau calon tokoh koperasi yang diusulkan dan akan diumumkan pada
peringatan Hari Koperasi Nasional di Jambi pada 21 Juli nanti.
Dukungan yang diharapkan bukan dari segi monopoli usaha,
minimal bisa mengupayakan koperasi diurus oleh satu dinas. Jika tidak
bisa, perbanyak personil pembina koperasi, tingkatkan anggaran buat
pembinaannya. Tak kalah penting memperbanyak tenaga pendamping koperasi
dan UMKM di daerahnya.
Pers pun diminta Zirma ikut menggelorakan semangat
berkoperasi ini. Angkatkan kisah sukses koperasi di berbagai daerah di
Sumbar.
"Jika ada sisi negatif koperasi, tolong beritahu dia dan
jajarannya. Barangkali kami sebagai pembina harus menggenjot upaya kami
memfasilitasi, mendampingi dan membina koperasi tersebut. Jika langsung
diblow-up di media, berarti pers ikut bertanggung jawab bila koperasi
meredup pamornya di masyarakat, meredupkan cita-cita Bung Hatta,"
tegasnya.
Meredupkan semangat berkoperasi, berarti setuju rentenir,
tukang ijon, lintah darat dan sejenisnya menggerogoti perekonomian
rakyat kita. Dengan koperasi kita menolong rakyat, dengan koperasi kita
ikut mensejahterakannya. (zul)
