Header Ads

  • Breaking News

    Pukulan Drum Dino Riuhkan Suasana Bazar

     
    Padang - Makin siang, pukulan drum Dino makin menghentak. Malah sesekali dia berteriak menyemangati
    teman-temannya untuk lebih semangat memainkan alat musiknya. Terlebih ketika ada yang membisikkannya bahwa yang diiringinya adalah wanita cantik.

    Dino tampak makin sumringah. Ditambah pula tepukan dan teriakan penonton yang riuh rendah seolah ikut gembira dengan tabuhan drum dan alat musik yang dimainkan rekan-rekannya. Semangat Dino menular ke pada temannya yang sesekali meningkahi teriakan Dino.

    "Ayo Dino semangat, kamu bisa," ujar teriakan di penonton sekitar panggung musik itu.
    Permainan drumnya seolah meniadakan cacat yang dideritanya. Dino, anak Lubuk Malako Solok Selatan itu tampak begitu piawai meski dia anak netra.

    Permainan msuik yan dipelajari di kampungnya makin apik setelah dia dididik di jurusan musik di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato, Kalumbuk Padang. Dia juga bisa main organ. Suaranya pun merdu.
    Bahkan Gubernur Irwan Prayitno sempat tertegun kala meninjau stand UMKM di halaman kantor Dinas Kopersi Padang. Dion menyanyikan lagu Celine Dion. Gubernur sempat berceloteh, "Celine Dion lo lagunyo yo (Celine Dion pula lagunya ya)."

    Bahkan Gubernur masih melirik ke panggung saat melintasi panggung sebelum meninggalkan dinas tersebut. Kepada Singgalang, Irwan menyatakan ingin bermain musik bersama mereka. Namun dia harus buru-buru untuk menghadiri acara.

    Dino seolah jadi bintang. Grup band PSBN Tuah Sakato itu menyedot perhatian pejabat  dan masyarakat yang hadir di pasar rakyat ramadhan itu. Terbukti, banyak yang antri menyumbangkan suara emasnya. Termasuk sejumlah penyanyi minang yang punya usaha kuliner dan ikut meramaikan promosi dan transaksi di pasar rakyat tersebut.

    Dia dan teman-temannya membuktikan bahwa orang cacat (kaum disabilitas) tak perlu dikasihani. Beri mereka kesempatan sebaik-baiknya untuk menggali potensi mereka. Dan skill yang terbangun atas kesempatan yang diberikan itulah yang menghidupi mereka.

    Dari sejumlah sumber, grup band itu sudah sering mejeng di acara Dendang Limobaleh TVRI Sumbar, dan banyak pula yang mengundang mereka memeriahkan resepsi pernikahan dan acara-acara di sejumlah instansi.

    Kehadiran mereka di Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar adalah penamlilan perdana mereka. Terbukti penampilan mereka tak mengecewakan. Mereka membalasnya dengan penampilan terbaik mereka.
    Kepala UPTD PSBN Tuah Sakato, Heni Yunida menyebutkan anak-anak netra yang tampil hari ini hingga tiga hari ke depan adalah generasi pertama jurusan musik yang dibuka PSBN tahun ini. Jurusan itu diadakan karena tak semua kelayan (sebutan buat anak yang dididik di panti) punya fisik yang kuat untuk diarahkan punya keterampilan pijat sebagaimana yang dikembangkan panti selama ini.

    Lagipula, ada bakat lain yang tampak dari para disabilitas netra. Dulu, musik jadi pilihan sekarang jadi keterampilan wajib. Anak yang mengambil keterampilan pijat pun bisa belajar musik setelah determinasi/dinyatakan lulus oleh pihak panti.

    "Kami berharap, masyarakat semakin banyak yang memanfaatkan anak-anak netra ini untuk memeriahkan acara mereka. Tampil ini merupakan motivasi sekaligus obat mujarab yang membuat mereka semangat berlatih. Apalagi tampil di bukan Ramadhan mereka harapkan bisa menambah bekal mereka berlebaran di kampung bersama keluarga tercinta," ujrnya. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728