Ritel Koperasi Bisa Terlindung Bersama Minang Mart
Padang - Minang Mart yang dicanangkan Gubernur Irwan Prayitno menumbuhkan harapan di kalangan pengelola usaha ritel koperasi (waserda). Mereka berharap Minang Mart lebih menguntungkan perkembangan waserda.
"Usaha ritel umumnya sulit mendapatkan harga bersaing. Terkadang terpaksa harus menjual produk lebih mahal dari harga pasar. Minang Mart diharap dapat meningkatkan posisi tawar waserda ini," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKB Sumbar, Zirma Yusri, Kamis (26/5).
Harga jual di waserda sering jadi kritikan dari anggota koperasi. Mereka mengeluh harga lebih tinggi di koperasi sehingga banyak anggota yang beli di tempat lain.
Apalagi di koperasi yang keterikatan anggotanya tidak kuat terhadap koperasi. Padahal mereka beli lebih mahal pun, mereka juga menikmati keuntungan koperasi lewat sisa hasil usaha yang dibagikan tiap tahun.
Koperasi terpaksa menjual lebih tinggi karena dapat harga pokok yang relatif tinggi. Ini diakibatkan jumlah pembelian dalam partai kecil.
Dalam posisi inilah pengelola waserda yang hadir dalam bimbingan teknis usaha ritel koperasi berharap keberadaan Minang Mart mampu menjembatani hal tersebut. Minang Mart diharap mampu memenuhi kebutuhan koperasi dan memberikan harga lebih menguntungkan dibanding yang diberikan distributor kepada mereka selama ini.
Untuk mendapatkan harga lebih rendah dengan margin keuntungan lebih besar, pernah digagas kehadiran distribution centre (DC). Beberapa lembaga diancar-ancar jadi DC ini dan Minang Mart yang muncul.
Menurut praktisi ritel Sumbar, Albadri menyebutkan secara konsep, Minang Mart diyakini mampu mengembangkan bahkan meningkatkan kelas koperasi/UMKM Sumbar. Potong kompas jalur distibusi pasti berdampak pada harga. Posisi tawar pun lebih tinggi.
Namun pengelola dan Pemprov Sumbar harus berani menuntut komitmen mitranya, produsen maupun distributor di Sumbar. Dia meminta pengelolan harus profesional.
Sebagai orang yang berpengalaman di salah satu ritel moderen, Albadri berharap agar sumber daya manusia di Minang Mart fokus pada kesuksesan tujuan mulia memajukan UMKM dan koperasi du Sumbar.
Kelola Lebih Baik
Koperasi yang menjalankan usaha ritel/waserda ini diminta untuk membenahi strategi pengelolaan dan penataan koperasi mereka.
Waserda pada hakekatnya bukan mengelola barang tapi mengelola sumber daya manusianya. Harus jelas struktur organisasi, job deskripsi, evaluasinya. Sistem rekrumen harus diperhatikan, pelatihannya dan aturan yang membatasi mereka.
"Kontrak kerja yang jelas disertai reward dan punisment bisa diterapkan lebih baik, jika sistem penggajian karyawan tidak membuat mereka berfikir cari kerja yang lebih baik," ujarnya.
Gusti Chandra Head Group Kredit pola Syariah Bank Nagari yang menerangkan skema pembiayaan di Bank Nagari yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di dqlam Minang Mart mengingatkan hal yang sama.
Sekelumit penjelasannya tentang Minang Mart dan peran Bank Nagari di dalamnya, disambut antusias pengurus/manajer koperasi pengelola waserda se-Sumbar. Mereka tampaknya mendukung penuh Minang Mart. (zul)