Padang Siap Bersinergi dengan LKKS Sumbar
http://LKKS Sumbar Upayakan Peningkatan Jaringan
Padang - LKKS Padang siap bersinergi dengan LKKS Sumbar. Bahkan Ketua LKKS Harneli Mahyeldi menegaskan jika diperlukan dia siap beraudiensi dengan pimpinan lembaga/perusahaan yang bisa bergandengan tangan dalam pemberdayaan masyarakat.
“Saya siap turun membina jaringan kerja demi memberdayakan warga kota ini. Terima kasih atas audiensi ini dan mari kita tingkatkan koordinasi,” ujarnya saat menerima Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution dan rombongan di kediaman Walikota Padang, Kamis (7/4).
Diakui Harneli, masalah kesejahteraan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Akan tetapi lembaga, dinas, instansi atau perusahaan juga perlu turut serta dalam hal ini. Sebab jika penduduk sejahtera tentu ekonomi dan daya beli mereka meningkat.
Kini ada LKKS yang mengkoordinasikan pensejahteraan melalui program pemberdayaan masyarakat kurang mampu. Semua pihak hendaknya membantu dan mau bersinergi dengan LKKS.
“Kita harus memiliki komitmen bersama membantu masyarakat kurang mampu ini agar mereka keluar dari kemiskinan. Bahkan kalau dapat mereka yang biasanya menerima zakat menjadi orang yang mengeluarkan zakat (muzakki) pula,” ujarnya.
Diungkapkannya, di Padang, LKKS telah bekerjasama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan BPMPKB. Dua SKPD terkait ini yang mendukung penuh soal pemberdayaan dan memberikan bantuan terhadap warga kota.
Harneli juga berupaya menggandeng Bazda sebagaimana LKKS Sumbar bekerjasama dengan Baznas. Tentu semua harus akuntabilitas dan transparan, benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution gembira dengan antusiasme Harneli. Sebagai LKKS di ibukota provinsi, peran Padang bisa jadi contoh bagi daerah lainnya.
Parlagutan yakin, dengan sinergi antar LKKS di Sumbar dengan dukungan penuh lembaga pemberdayaan lainnya dan CSR perusahaan mampu mensejahterakan masyarakat, mengentaskan penyandang masalah kesejahteraan sosial.
LKKS punya koperasi yang usahanya meliputi senkudaya dan tabur puja. Senkudaya yang merupakan sentra kulakan pos pemberdayaan kesejahteraan keluarga (Posdaya) bisa digunakan posdaya dan warung kecil yang butuh barang dengan harga grosiran, masa tenggang 10 hari dan tanpa agunan. Ada 250 warung kecil di Padang yang memanfaatkannya.
Sementara tabur puja merupakan program untuk masyarakat yang butuh permodalan yang memberi banyak kemudahan dan sungguh menguntungkan. “Rencana selanjutnya Tabur Puja pun akan berpola syariah,” kata Ketua Koperasi LKKS, Dewi Novita. (zul)
Padang - LKKS Padang siap bersinergi dengan LKKS Sumbar. Bahkan Ketua LKKS Harneli Mahyeldi menegaskan jika diperlukan dia siap beraudiensi dengan pimpinan lembaga/perusahaan yang bisa bergandengan tangan dalam pemberdayaan masyarakat.“Saya siap turun membina jaringan kerja demi memberdayakan warga kota ini. Terima kasih atas audiensi ini dan mari kita tingkatkan koordinasi,” ujarnya saat menerima Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution dan rombongan di kediaman Walikota Padang, Kamis (7/4).
Diakui Harneli, masalah kesejahteraan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Akan tetapi lembaga, dinas, instansi atau perusahaan juga perlu turut serta dalam hal ini. Sebab jika penduduk sejahtera tentu ekonomi dan daya beli mereka meningkat.
Kini ada LKKS yang mengkoordinasikan pensejahteraan melalui program pemberdayaan masyarakat kurang mampu. Semua pihak hendaknya membantu dan mau bersinergi dengan LKKS.
“Kita harus memiliki komitmen bersama membantu masyarakat kurang mampu ini agar mereka keluar dari kemiskinan. Bahkan kalau dapat mereka yang biasanya menerima zakat menjadi orang yang mengeluarkan zakat (muzakki) pula,” ujarnya.
Diungkapkannya, di Padang, LKKS telah bekerjasama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan BPMPKB. Dua SKPD terkait ini yang mendukung penuh soal pemberdayaan dan memberikan bantuan terhadap warga kota.
Harneli juga berupaya menggandeng Bazda sebagaimana LKKS Sumbar bekerjasama dengan Baznas. Tentu semua harus akuntabilitas dan transparan, benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Ketua Harian LKKS Sumbar, Parlagutan Nasution gembira dengan antusiasme Harneli. Sebagai LKKS di ibukota provinsi, peran Padang bisa jadi contoh bagi daerah lainnya.
Parlagutan yakin, dengan sinergi antar LKKS di Sumbar dengan dukungan penuh lembaga pemberdayaan lainnya dan CSR perusahaan mampu mensejahterakan masyarakat, mengentaskan penyandang masalah kesejahteraan sosial.
LKKS punya koperasi yang usahanya meliputi senkudaya dan tabur puja. Senkudaya yang merupakan sentra kulakan pos pemberdayaan kesejahteraan keluarga (Posdaya) bisa digunakan posdaya dan warung kecil yang butuh barang dengan harga grosiran, masa tenggang 10 hari dan tanpa agunan. Ada 250 warung kecil di Padang yang memanfaatkannya.
Sementara tabur puja merupakan program untuk masyarakat yang butuh permodalan yang memberi banyak kemudahan dan sungguh menguntungkan. “Rencana selanjutnya Tabur Puja pun akan berpola syariah,” kata Ketua Koperasi LKKS, Dewi Novita. (zul)