STIEPI Pelopori Penumbuhan Semangat dan karakter Pemuda Minang
Padang - Pemuda-pemudi Minangkabau harus ditumbuhkan kembali semangat dan karakter mereka. Generasi muda dibangkitkan kebanggaannya terhadap budaya daerahnya.
Berkat karakter yang bersumber dari adat dan budaya Minangkabau itulah tokoh Sumbar disegani di tingkat nasional dulunya.
“Kita yakin tekad yang ingin dicapai STIE Perbankan Indonesia (STIEPI) untuk menumbuhkan semangat dan karakter Minangkabau bisa menghasilkan generasi muda yang disegani dalam tataran sosial politik dan ekonomi di tingkat nasional,” ujar Dirut Bank Nagari yang diwakili Divisi SDM Widya Lestari, didampingi Ketua STIEPI Lisa Fitriani Rahman usai membuka seminar yang diselenggarakan kampus pencetak tenaga handal di bidang keuangan dan perbankan itu, Minggu (20/3).
Semangat dan karakter Minangkabau juga dibutuhkan di era MEA. Kemampuan beradaptasi, membaca peluang bisnis, semangat kerja dan lainnya adalah softskill yang amat mendukung dalam memenangkan persaingan.
STIE Perbankan Indonesia diminta untuk terus meningkatkan soft skill mahasiswanya dan memelopori penumbuhan semangat dan karakter Minangkabau terhadap mereka. Peran untuk hal yang sama bagi generasi muda Sumbar.
Dukungan penuh terhadap kegiatan ini diberikan Novi Hendri Dt Bagindo Saidi, Anggota DPRD Padang Panjang. Dia bersedia memandu acara semeriah mungkin lantaran hal keminangkabauan justru diangkatkan sekolah tinggi ekonomi yang ingin membangun karakter lulusannya menurut nilai-nilai Minangkabau.
Ketua LKAAM Sumbar, M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu di acara yang juga dihadiri organisasi kepemudaan di Sumbar itu mengungkapkan esensi nilai-nilai adat Minangkabau yang harus dipahami generasi muda.
Dia juga menjelaskan bagaimana kesepakatan para ulama Sumbar dan kaum adat yang terkenal dengan sumpah sati bukit marapalam yang terkenal dengan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Begitu pula halnya bagaimana nasab diatur menurut agama, waris menurut adat karena Minangkabau meletakkan wanita begitu dihargai dan dilindungi. Gelar suku turun dari mamak.
Sayuti juga berharap semangat generasi muda Minangkabau untuk memperjuangkan adat dan istiadat lestari dalam hubungan pemerintah dan kemasyarakatan. Salah satu caranya lewat penaikan status daerah ini jadi daerah istimewa Minangkabau.
Pemuda Didampingi
Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar yang juga jadi narasumber pada kegiatan tersebut menegaskan pemuda adalah harapan bangsa. Sejarah membuktikan perubahan mendasar di suatu negara umumnya dimotori pemuda.
Saat ini, negara butuh pemuda produktif, kreatif dan inovatif. Untuk membentuk mereka seperti itu, pemuda harus didampingi, diarahkan dan diberdayakan. Semua elemen harus bergerak membentengi pemuda.
Genius mengingatkan agar pemuda mempersiapkan dirinya di era masyarakat ekonomi Asean (MEA). Persiapkan keterampilan dan kemampuan berbahasa. Karena inilah yang sedangdigalakkan negara tetangga. Tak masanya lagi beranggapan tak duduk di lapau berarti bukan bermasyarakat. Duduklah di lapau sekadarnya, mengambil hal-hal positif.
Dia mencontohkan perjuangan Ribut yang ditemuinya di Pariaman. Dia masuk ke lingkungan anak-anak jalanan yang selalu ngumpul. Bahkan diantaranya ada yang menghisap lem.
Lewat pendekatan alumni UNJ ini anak-anak ini diajak berlatih silat, latihan musik dari peralatan kreasi mereka. Kelompok ini menjelma jadi komunitas yang diharapkan mengisi hiburan di acara perkawinan.
Malah pemko mengajak mereka memandu pelajaran seni di sekolah-sekolah.
“Pemerintah hanya memfasilitasi dan pemuda itu yang membuktikan diri mereka pun bermanfaat bagi orang lain asalkan dapat pengarahan yang baik,” pungkas Genius. (404)
Berkat karakter yang bersumber dari adat dan budaya Minangkabau itulah tokoh Sumbar disegani di tingkat nasional dulunya.
“Kita yakin tekad yang ingin dicapai STIE Perbankan Indonesia (STIEPI) untuk menumbuhkan semangat dan karakter Minangkabau bisa menghasilkan generasi muda yang disegani dalam tataran sosial politik dan ekonomi di tingkat nasional,” ujar Dirut Bank Nagari yang diwakili Divisi SDM Widya Lestari, didampingi Ketua STIEPI Lisa Fitriani Rahman usai membuka seminar yang diselenggarakan kampus pencetak tenaga handal di bidang keuangan dan perbankan itu, Minggu (20/3).
Semangat dan karakter Minangkabau juga dibutuhkan di era MEA. Kemampuan beradaptasi, membaca peluang bisnis, semangat kerja dan lainnya adalah softskill yang amat mendukung dalam memenangkan persaingan.
STIE Perbankan Indonesia diminta untuk terus meningkatkan soft skill mahasiswanya dan memelopori penumbuhan semangat dan karakter Minangkabau terhadap mereka. Peran untuk hal yang sama bagi generasi muda Sumbar.
Dukungan penuh terhadap kegiatan ini diberikan Novi Hendri Dt Bagindo Saidi, Anggota DPRD Padang Panjang. Dia bersedia memandu acara semeriah mungkin lantaran hal keminangkabauan justru diangkatkan sekolah tinggi ekonomi yang ingin membangun karakter lulusannya menurut nilai-nilai Minangkabau.
Ketua LKAAM Sumbar, M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu di acara yang juga dihadiri organisasi kepemudaan di Sumbar itu mengungkapkan esensi nilai-nilai adat Minangkabau yang harus dipahami generasi muda.
Dia juga menjelaskan bagaimana kesepakatan para ulama Sumbar dan kaum adat yang terkenal dengan sumpah sati bukit marapalam yang terkenal dengan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Begitu pula halnya bagaimana nasab diatur menurut agama, waris menurut adat karena Minangkabau meletakkan wanita begitu dihargai dan dilindungi. Gelar suku turun dari mamak.
Sayuti juga berharap semangat generasi muda Minangkabau untuk memperjuangkan adat dan istiadat lestari dalam hubungan pemerintah dan kemasyarakatan. Salah satu caranya lewat penaikan status daerah ini jadi daerah istimewa Minangkabau.
Pemuda Didampingi
Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar yang juga jadi narasumber pada kegiatan tersebut menegaskan pemuda adalah harapan bangsa. Sejarah membuktikan perubahan mendasar di suatu negara umumnya dimotori pemuda.
Saat ini, negara butuh pemuda produktif, kreatif dan inovatif. Untuk membentuk mereka seperti itu, pemuda harus didampingi, diarahkan dan diberdayakan. Semua elemen harus bergerak membentengi pemuda.
Genius mengingatkan agar pemuda mempersiapkan dirinya di era masyarakat ekonomi Asean (MEA). Persiapkan keterampilan dan kemampuan berbahasa. Karena inilah yang sedangdigalakkan negara tetangga. Tak masanya lagi beranggapan tak duduk di lapau berarti bukan bermasyarakat. Duduklah di lapau sekadarnya, mengambil hal-hal positif.
Dia mencontohkan perjuangan Ribut yang ditemuinya di Pariaman. Dia masuk ke lingkungan anak-anak jalanan yang selalu ngumpul. Bahkan diantaranya ada yang menghisap lem.
Lewat pendekatan alumni UNJ ini anak-anak ini diajak berlatih silat, latihan musik dari peralatan kreasi mereka. Kelompok ini menjelma jadi komunitas yang diharapkan mengisi hiburan di acara perkawinan.
Malah pemko mengajak mereka memandu pelajaran seni di sekolah-sekolah.
“Pemerintah hanya memfasilitasi dan pemuda itu yang membuktikan diri mereka pun bermanfaat bagi orang lain asalkan dapat pengarahan yang baik,” pungkas Genius. (404)
