Gesekan Biola Vinka Nan Mengharu Biru
Padang - Acara puncak Malam Anugrah Semen Padang Journalist Award 2015 bertambah khidmat. Penonton seolah terhanyut oleh suasana.
Gesekan biola Ayu Aulia Nurvinkania yang kadang lembut,
mengalun syahdu. Sesekali melengking tinggi, membawa rindu keluarga
almarhum Mathias Duski Pandoe ke langit biru. Di tengah panggung, istri
dan anak mantan wartawan Kompas tersebut menyusut air mata nan mulai
bergulir di pipi mereka. Sekelebat haru biru mewarnai Ballroom Basko
Hotel itu. Ratusan pasang mata dibuat terpaku ke satu arah dengan dada
membuncah.
Biola, organ berpadu dengan daya tarik vokal talent dari
Purwa Caraka Musik Studio mengiringi prosesi penyerahan penghargaan dari
Direktur Utama PT Semen Padang, Benny Wendri kepada isteri almarhum
Mohammad Duski Pandoe, Sabtu (24/10). Ikut dalam penyerahan hadiah itu
Azwar Anas, mantan Gubernur Sumbar dua periode yang menjadi salah satu
pelaku sejarah saat pabrik semen tertua di Indonesia itu akan dijual ke
Perancis jelang tahun 70-an.
Permainan biola gadis belia yang akrab dipanggil Vinka itu
seolah hidup bersama iringan organ Deni Janurda (mahasiswa ISI Padang
Panjang). Kian bertambah sempurna, berkat suara bening Serena Ayu Ananda
Puteri (siswi SMA Semen Padang). Vokalnya terasah.
"Ada rasa bangga, bahagia saat melihat video singkat kiprah
Bapak Pandoe. Kendati singkat namun mampu menghadirkan tekad di hati
Vinka untuk memberikan penampilan terbaik," ujar siswi kelas X SMA I
Padang itu didampingi mama Iis Siti Maimunah dan papanya Imam Hendrawan.
Senada dengan Vinka, Serena Ayu Ananda Puteri yang akrab
dipanggil Serena spontan mengucap syukur begitu tubuh bongsornya
menduduki bangku di samping mamanya. Nafasnya tersengal akibat gembira
yang meluap-luap.
"Betapa tidak om. Biasanya Serena menyanyikan lagu yang
lebih familiar. Ini lagu wajib yang benar-benar baru latihan bersama
Vinka dan uda Deni beberapa hari lalu. Mengiringi penyerahan penghargaan
kepada tokoh pers Sumbar pula," ujar Vinka terbata menjawab ucapan
selamat dari Singgalang.
Baik Vinka maupu Serena memuji mama mereka yang selalu ada
buat menunjang setiap perkembangan musik mereka. Bahkan Vinka
termotivasi untuk menabung demi membeli biola yang dipesan khusus ke
Tiongkok. Biola itulah yang dia gunakan di Sabtu malam itu.
Anak Tunggal
Vinka dan Serena sama-sama anak tunggal. Keduanya pun dibesarkan oleh mama yang lebih memilih sebagai ibu rumah tangga ketimbang berprofesi sebagai wanita karir kendati mereka jebolan pascasarjana.
Vinka dan Serena sama-sama anak tunggal. Keduanya pun dibesarkan oleh mama yang lebih memilih sebagai ibu rumah tangga ketimbang berprofesi sebagai wanita karir kendati mereka jebolan pascasarjana.
Kedua remaja itu begitu bahagia, mama mereka memahami
perkembangan bakat mereka. Bahkan memberikan dorongan penuh di jalur
musik yang mereka pilih.
"Alhamdulillah, saya bisa memperhatikan setiap detik tumbuh
kembang Serena. Dia itu hobi nyanyi sejak kecil. Jadi saya masukkan dia
olah vokal di Purwa Caraka Music Studio. Serena juga piawai main
saksofon lho," ujar mama Serena, Endang Yuliani mempromosikan anaknya
Endang mengaku bahagia melihat penampilan anaknya. Apalagi
dia menyanyi untuk mengiringi penyerahan award buat tokoh pers Sumbar
yang penuh dedikasi dalam perkembangan pabrik semen kebanggaan
masyarakat daerah ini. Sebagai orang tua tunggal, Endang merasa terobati
jerih payah selama ini agar Serena.
Iis pun takjub melihat Vinka begitu menjiwai tiap gesekan
antara tongkat dan dawai biolanya. Teringat bagaimana dia memulai
mengenal not balok di usia empat tahun.