Umat Budha Padang Santuni Anak Panti dan Dhuafa
Umat Budha dari Vihara Grha Samatha Giri tengah bergembira. Kegembiraan setelah memperingati Waisak pada 2 Juni lalu dan HUT vihara ke-3 pada 23 Juni lalu.
Sebagai wujud syukur dan mengaplikasikan dharma pada agama mereka, 150 umat Budha di vihara itu bersepakat untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti dan dhuafa di Kota Padang. Panti Asuhan Aisyiyah Kampung Tanjung, Lubuk Begalung dan Panti Annisa di Sawahan mereka kunjungi dan beri bantuan sembako, Minggu (28/6).
“Kami bersyukur atas nikmat dan kebahagiaan yang kami peroleh dari sang maha pencipta. Mulai dari keagungan Waisak 2559 BE dan ulang tahun vihara kami yang ketiga. Sebagai aplikasi dari ajaran agama kami, makanya siang ini kami berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti dan dhuafa di daerah ini,” ujar Bikkhu Viriyaphalo.
Panti asuhan Aisyiyah dan Annisa yang dikunjungi Bikkhu beserta puluhan umatnya serta diberi bantuan sembako alakadarnya tersebut merupakan hasil survei dari panitia yang dipimpin Suriati seminggu sebelumnya. Dari beberepa panti yang disodorkan pada panitia, terpilihlah dua panti ini yang dinilai sangat pantas dibantu. Terlebih mereka peduli dengan pendidikan anak yang mereka asuh.
Bikkhu berharap bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, gula, telur, mie instan, makanan dan minuman ringan itu bisa membahagiakan anak-anak di kedua panti pada Bulan Ramadhan ini. Bikkhu yang juga dipanggil Bhante oleh umatnya ini berpesan kepada anak-anak panti itu agar terus bersemangat menuntut ilmu. “Yakinlah ilmu dan pengetahuan itu merupakan warisan terbaik buat kalian yang membuat kalian lebih mudah menatap masa depan di era global ini. Kalian diharap dapat berbuat lebih baik bangsa yang penuh keragaman ini di masa depan,” tegasnya.
Desi Fatmawati dari Panti Asuhan Annisa dan Suharti dari Panti uAsuhan Aisyiyah tentu saja menyambut gembira kepedulian dari Umat Buddha yang berbeda keyakinan. Menurut mereka kepedulian orang-orang vihara terhadap anak asuh mereka pasti mendatangkan motivasi tersendiri bagi anak. Di Annisa ada 34 anak perempuan yang terdiri dari 1 mahasiswi, 6 siswi MTs dan sisanya siswi SMK. Sementara di Aisyiyah ada 48 anak. Enam dintaranya telah kuliah di Unand, UPI dan Unes. Selebihnya siswi SMA, SMP dan murid SD.
“Saya mewakili adik adik yang merupakan anak-anak yang umumnya berasal dari kaum dhuafa ini sangat bahagia, ternyata banyak yang peduli kepada saya dan adik-adik. Bukan saja dari bapak/ibu yang seagama dengan kami. Umat Buddha saja mau peduli dan semoga jalinan silaturahmi yang mulai terjalin ini, semakin baik hendaknya di masa yang akan datang,” ujar Dewi Setiawati.
Senada dengan Dewi, Nur Latifa dari Panti Asuhan Aisyiyah pun sungguh menghargai kepedulian vihara Samatha Giri terhadap mereka. Perempuan yang kini duduk di semester VI, mengapresiasi aksi kemanusiaan yang ditunjukkan umat Budha ini. Meski jalan yang ditempuh berbeda, masih ada jalan kemanusiaan yang menyatukan.
Sementara Ketua Panitia Aksi Sosial Vihara Samatha Giri Suriati didampingi Lim Hapkian dan pengurus lainnya menyebutkan bantuan sembako yang mereka berikan berasal dari sumbangan spontan umat Budha di Grha Samatha Giri. Apalagi saat diberitahu panti yang bakal merek kunjungi dan beri bantuan itu adalah panti yang peduki pendidikan anak asuhnya, semua berebutan memberikan bahan makanan dan minuman terbaik yang mereka konsumsi.
Alhasil, terkumpul sembako satu L-300. “Kami batasi untuk memberi bantuan dua panti saja, agar bantuan lebih maksimal. Mungkin saja bantuan ini berkelanjutan jika disetujui Banthe dan umat lainnya. Atau dialihkan ke panti yang lain yng lebih membutuhkan. (*)
