BPMPKB Sosialisasikan Pemakaian Kompor Gas
Padang - Maraknya pemberitaan tentang kebakaran yang disebabkan kompor gas membuat Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Padang memandang perlu sosialisasi seputar penggunaan kompor gas yang aman dan nyaman.
Apalagi SKPD terkait di Kota Padang telah bersinergi menyukseskan program konversi ini sejak 2013 lalu dan berakhir Mei 2014.
“Ternyata masih banyak yang menggunakan kompor minyak tanah. Untuk mengubah pola masyarakat, diadakanlah kegiatan ini bagi ibu rumahtangga dan pelaku UMKM,” ujar Kepala BPMPKB Kota Padang, Muji Susilawati di Palanta, Kamis (21/5).
Menurut Susi, banyaknya warga yang belum menggunakan kompor gas lantaran belum memahami cara penggunaannya. Mereka juga dibayangi peristiwa kebakaran di sejumlah wilayah akibat kebocoran gas. Maka digelarlah sosialisasi yang diperuntukkan bagi 150 keluarga miskin dan pelaku UMKM.
Staf Ahli Pemko Padang, Bambang Sutrisno mengatakan, kekhawatiran masyarakat menggunakan kompor gas bisa dimaklumi. Diakuinya, mertuanya juga takut memakai kompor gas.
Ini imbas dari kenaikan bahan bakar minyak. Akibatnya subsidi yang harus disediakan pemerintah terus meningkat. Pada 2006 saja sudah mencapai 31,68 triliun. Dan terus naik.
Pemerintah berinisiatif mengkonversikan subsidi minyak tanah ke LPG 3 kilogram. Pemerintah juga mengurangi penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi.
Dibagikanlah kompor, regulator, selang dan tabung gas berwarna hijau yang dikenal luas dengan si Melon. Paket ini diberikan sekaligus, bukan terpisah antara kompor dengan tabung atau lainnya.
Kepala Dinas Perindagtamben, Badri Ahmad menegaskan pentingnya kehati-hatian pemakai tabung gas. Cek tabung mulai dari saat membawanya dari pangkalan. Apakah soal kebocoran, berat hingga masa kadaluarsa tabung.
Pihaknya juga telah melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pangkalan. Namun dia tetap mengharapkan pengawasan dari masyarakat, termasuk harga eceran tertinggi Rp17.000. Dalam radius 60 kilometer dari SPBE, harganya sama.
Sementara Harry Fidrian dari BPBD Kota Padang menjelaskan seputar bahaya kebakaran dan cara menanggulanginya. Harry juga menjelaskan cara meminimalisasi resiko kebakaran.
Sementara cara instalasi dan trik pemakaian kompor gas yang aman dicontohkan Senior Manager DSP, Pertamina Cabang Padang, Irsal bersama timnya. Irsal dkk juga memperlihatkan bagaimana mengecek kebocoran.
Dia juga mengingatkan bahwa Pertamina hanya menyediakan tabung gas. Hati-hati bila ada yang mengatasnamakan Pertamina saat menawarkan produk. Produk apapun asal punya logo SNI pasti sudah lulus tes.
Irsal memastikan tabung yang tahan hingga 22 bar itu takkan pernah meledak. Yang meledak itu gas terkungkung di dapur yang ventilasinya tak ada. Katup pengamannya akan lepas untuk mengosongkan tabung. Bila masyarakat ragu atau ada pertanyaan bisa hubungi call center 50000.
(zul)
Apalagi SKPD terkait di Kota Padang telah bersinergi menyukseskan program konversi ini sejak 2013 lalu dan berakhir Mei 2014.
“Ternyata masih banyak yang menggunakan kompor minyak tanah. Untuk mengubah pola masyarakat, diadakanlah kegiatan ini bagi ibu rumahtangga dan pelaku UMKM,” ujar Kepala BPMPKB Kota Padang, Muji Susilawati di Palanta, Kamis (21/5).
Menurut Susi, banyaknya warga yang belum menggunakan kompor gas lantaran belum memahami cara penggunaannya. Mereka juga dibayangi peristiwa kebakaran di sejumlah wilayah akibat kebocoran gas. Maka digelarlah sosialisasi yang diperuntukkan bagi 150 keluarga miskin dan pelaku UMKM.
Staf Ahli Pemko Padang, Bambang Sutrisno mengatakan, kekhawatiran masyarakat menggunakan kompor gas bisa dimaklumi. Diakuinya, mertuanya juga takut memakai kompor gas.
Ini imbas dari kenaikan bahan bakar minyak. Akibatnya subsidi yang harus disediakan pemerintah terus meningkat. Pada 2006 saja sudah mencapai 31,68 triliun. Dan terus naik.
Pemerintah berinisiatif mengkonversikan subsidi minyak tanah ke LPG 3 kilogram. Pemerintah juga mengurangi penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi.
Dibagikanlah kompor, regulator, selang dan tabung gas berwarna hijau yang dikenal luas dengan si Melon. Paket ini diberikan sekaligus, bukan terpisah antara kompor dengan tabung atau lainnya.
Kepala Dinas Perindagtamben, Badri Ahmad menegaskan pentingnya kehati-hatian pemakai tabung gas. Cek tabung mulai dari saat membawanya dari pangkalan. Apakah soal kebocoran, berat hingga masa kadaluarsa tabung.
Pihaknya juga telah melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pangkalan. Namun dia tetap mengharapkan pengawasan dari masyarakat, termasuk harga eceran tertinggi Rp17.000. Dalam radius 60 kilometer dari SPBE, harganya sama.
Sementara Harry Fidrian dari BPBD Kota Padang menjelaskan seputar bahaya kebakaran dan cara menanggulanginya. Harry juga menjelaskan cara meminimalisasi resiko kebakaran.
Sementara cara instalasi dan trik pemakaian kompor gas yang aman dicontohkan Senior Manager DSP, Pertamina Cabang Padang, Irsal bersama timnya. Irsal dkk juga memperlihatkan bagaimana mengecek kebocoran.
Dia juga mengingatkan bahwa Pertamina hanya menyediakan tabung gas. Hati-hati bila ada yang mengatasnamakan Pertamina saat menawarkan produk. Produk apapun asal punya logo SNI pasti sudah lulus tes.
Irsal memastikan tabung yang tahan hingga 22 bar itu takkan pernah meledak. Yang meledak itu gas terkungkung di dapur yang ventilasinya tak ada. Katup pengamannya akan lepas untuk mengosongkan tabung. Bila masyarakat ragu atau ada pertanyaan bisa hubungi call center 50000.
(zul)