Tak Ada Lagi Dikotomi PTS dan PTN, Unes Berpeluang Besar
Padang - Semua perguruan tinggi bakal mendapat perhatian yang sama dari
pemerintah. Tak ada lagi dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN)
dan perguruan tinggi swasta (PTS). Hal ini ditegaskan Ketua Kopertis
Wilayah X, Prof. Dr. Ganefri usai menghadiri Wisuda Universitas Ekasakti
(Unes) ke-46 dan Wisuda ke-56 Akademi Akuntansi Indonesia (AAI), di GOR
UNP, Sabtu, (25/4)."Saat ini kebijakan pemerintah, terutama dalam pembinaan perguruan tinggi, menyatakan tidak ada lagi dikotomi antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi negeri. Perguruan tinggi semua bernaung dalam Lembaga Layanan Perguruan Tinggi atau L2PT,"ujar Ganefri.
Lembaga ini yang bakal melakukan pengelolaan, pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh dosen PTN dan PTS. Dalam kebijakan pengembangan dosen misalnya, mereka berhak mendapatkan fasilitas dari negara dan prosedur mendapatkannya sama baik dosen PNS atau dosen diangkat yayasan. Dari jabatannya dia dapat tunjangan profesi. Rektor atau guru besar sama berhak atas tunjangan kehormatan.
Beasiswa bagi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan dapat dinikmati oleh semua dosen. Begitu juga dengan hibah penelitian. Perbanyaklah penelitian dan publikasi ilmiah agar PTS makin diakui eksistensinya.
Ganefri mencontohkan, ada 6.000-an orang dosen di lingkungan Kopertis Wilayah X. Dosen yang diangkat yayasan tidak punya NIP tapi mereka punya nomor induk dosen nasional (NIDN). Jika sudah punya NIDN maka mereka berhak atas berbagai fasilitas sebagaimana yang bisa diperoleh oleh Dosen PNS.
"Ini kesempatan besar bagi PTS untuk berkembang lebih luas, termasuk Unes. Apalagi Unes telah lama mengambil peran misi pendidikan tinggi di Indoensia, ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, memberdayakan sumber daya manusia khususnya Sumbar," ujarnya.
Rektor Universitas Ekasakti, Prof Dr. Andi Mustari Pide, membenarkan bahwa perhatian pemerintah terhadap PTS sudah cukup baik termasuk dalam penguatan tenaga pengajar. "Hal dominan dalam suatu perguruan tinggi adalah staf pengajar. Jika pengajarnya kuat, insya Allah mutu institusi dan lulusannya makin meningkat," tegasnya.
Andi Mustari Pide menegaskan sudah 40 tahun dia mengabdi di dunia pendidikan, baru kali ini perhatian pemerintah terhadap PTS sangat tinggi.
Pria berdarah Bugis yang telah puluhan tahun mengabdikan diri dalam dunia pendidikan di Sumbar ini menegaskan Kopertis Wilayah X juga semakin bagus perhatiannya terhadap PTS. Banyak kegiatan yang dilakukan untuk memperkuat PTS di wilayahnya. Selalu memberikan dorongan.
Baik Ganefri dan Andi Mustari Pide sama-sama mengingatkan 555 wisudawan untuk terus meningkatkan kompetensinya. Jangan terlalu membanggakan indeks prestasi yang tinggi sebab yang utama adalah kemampuan softskill dari merekalah yang nanti bakal menentukan sukses atau tidaknya di dunia kerja. (*)