PNM Dorong UMK untuk Berkarya bagi Bangsa
Padang - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal sebagai
PNM, menyadari pelaku UMK juga membutuhkan pelatihan sektor UMK untuk
semakin mempersiapkan pelaku usaha UMK bersaing dengan pelaku usaha
lainnya, selain sektor permodalan.
Melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Ciledug, Cirebon,
PNM mengadakan pelatihan yang diikuti antusias oleh 100 nasabah binaan.
Merema terdiri atas anggota kelompok usaha perdagangan, industri rumah
tangga, hingga kerajinan. Pelatihan sehari ini diisi dengan pemberian
motivasi untuk membangkitkan semangat kewirausahaan mereka untuk lebih
terpacu dan bersemangat dalam mengembangkan usaha dengan mengangkat tema
“Bersama PNM ULaMM Berkarya Untuk Bangsa, Menciptakan Peluang Meraih
Kesuksesan”.
Executive Vice President PT PNM (Persero), Arief Mulyadi,
menjelaskan, PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
didirikan pemerintah dengan misi pemberdayaan usaha mikro kecil di
seluruh Indonesia. Tema ini diangkat mengingat faktor kreatifitas dan
kejelian pelaku UMK, secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi
denyut ekonomi usaha mikro, kecil, hingga menengah di hampir seluruh
wilayah Indonesia.
“Malahan dalam kondisi persaingan yang semakin ketat,
setiap pengusaha dituntut kejeliannya dalam membaca kondisi pasar.
Karena itu, para pelaku UMK perlu melakukan terobosan dan strategi dalam
melihat perubahan kondisi pasar dan menyiapkan langkah-langkah
pencegahan hingga perubahan strategi pemasaran,” ungkap Arief.
Menurut Arief, PNM selain berkomitmen untuk memotivasi UMK
nasional agar selalu mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) yang
menonjol di daerah masing-masing. "Kami pun berupaya meningkatkan
potensi penunjang bisnis seperti inovasi produk hingga pemasaran para
UMK melalui metode seminar seperti ini. Kami optimis, UMK Indonesia di
seluruh nusantara mampu menghasilkan terobosan-terobosan dalam
mengembangkan serta mengkreasikan hasil usahanya,” tambahnya.
Pemimpin PNM Cabang Cirebon, Budi Santoso, menjelaskan
salah satu permasalahan yang sering ditemui adalah banyaknya pelaku UMK
yang terbatas wawasannya sehingga lamban dalam melakukan inovasi dan
terobosan. Akibatnya, perkembangan usahanya tidak banyak kemajuan,
bahkan tidak sedikit yang mengalami kemerosotan. Kondisi tersebut erat
kaitannya dengan pola manajemen yang tidak profesional.
“Perseroan menyadari, pelaku usaha mikro dan kecil ini
merupakan salah satu penopang ekonomi nasional. Inilah yang akan kami
jaga dan berdayakan terus, salah satu wujud nyata perseroan melalui
pelatihan seperti ini. Ini merupakan kesempatan bagi UMK untuk
menuangkan ide, permasalahan, hingga pencarian solusi sebesar-besarnya
bagi kemajuan mereka sendiri. Diharapkan hambatan-hambatan yang timbul
akan terkikis sedikit demi sedikit,” jelasnya di sela-sela acara.
Ke depan, program PKU di kota ini akan berjalan secara
kontinyu seiring dengan semakin bertambahnya UMK mitra binaan PNM di
Kota Cirebon yang potensial. Sejak pertama kali berdiri hingga tahun
2014, cabang ini telah melaksanakan pelatihan PKU sebanyak 28 kali
pelatihan yang telah diterima manfaatnya oleh 2.063 peserta yang juga
merupakan nasabah PNM.
Sebagai informasi tambahan dapat disampaikan pula hingga
bulan Maret 2015 PNM Cabang Cirebon telah menyalurkan total pembiayaan
sebesar Rp 731,1 miliar yang disalurkan kepada 4.406 nasabah PNM di
wilayah tersebut. (zul)