IRSA 2015 Pacu Kinerja Pengelolaan Keselamatan
Padang - Mendulang sukses
di 2013 dan 2014, kini ‘Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2015’ kembali
digelar. Program tersebut memberi penghargaan kepada kota/kabupaten
terbaik dalam hal penerapan road safety. Pemerintah kota/kabupaten bisa
berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan prinsip tata
kelola keselamatan jalan yang semakin baik dari waktu ke waktu.
Semangat dari program penghargaan tersebut adalah sebagai upaya untuk terus memberikan dukungan kepada pemerintah kota/kabupaten yang telah bekerja keras menerapkan pilar-pilar road safety di daerahnya. Penghargaan itu juga ditujukan untuk mendorong pemerintah kota/kabupaten lain untuk terus berbenah agar tercipta sinergi yang baik.
“Kami sangat bersyukur karena IRSA mendapatkan apresiasi positif dari seluruh peserta. Hal tersebut tercermin dari hasil riset yang dilakukan salah satu lembaga riset terpercaya mengenai evaluasi terhadap pelaksanaan IRSA 2014. IRSA dianggap sebagai sesuatu yang baru, berbeda, dan penting,” ujar Indra Baruna, Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika.
Berdasarkan hasil riset tersebut, pemerintah kota/kabupaten peserta IRSA 2014 menganggap bahwa road safety adalah aspek penting karena berkaitan dengan angka kematian akibat kecelakaan yang tinggi. Beranjak dari hal tersebut, maka keberadaan IRSA diperlukan karena dianggap sebagai motivasi bagi pemerintah kota/kabupaten untuk terus peduli dan meningkatkan atau memaksimalkan usaha-usaha terkait keselamatan jalan.
Pemerintah kota/kabupaten menganggap bahwa penilaian road safety oleh pihak swasta dianggap sesuatu yang baru dan unik, lebih independen-netral, dan lebih obyektif. “IRSA adalah sebuah ajang yang dapat memotivasi dan meningkatkan kesadaran pemerintah kota/kabupaten bahwa road safety adalah tanggung jawab bersama dan bukan hanya instansi tertentu saja,” ujar Indra Baruna.
Masih beradasarkan hasil riset yang sama, terdapat manfaat langsung bagi pemerintah kota/kabupaten peserta IRSA, diantaranya yaitu memberikan evaluasi dan masukan kepada pemerintah kota/kabupaten setempat terkait implementasi road safety, memberikan perbandingan dengan daerah lain agar perbaikan terhadap kekurangan dapat ditingkatkan, memotivasi serta mengedukasi pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk menggerakkan pemikiran bahwa road safety adalah tanggung jawab bersama, serta menjadikan road safety sebagai prioritas dan tujuan utama bagi Pemda setempat sehingga alokasi APBD terhadap road safety meningkat.
Selain itu, terdapat manfaat tidak langsung yang dirasakan oleh pemerintah kota/kabupaten peserta IRSA. Diantaranya yaitu sebagai dasar bagi pemerintah kota/kabupaten dalam merumuskan anggaran yang terkait dengan perbaikan infrastruktur yang menunjang keselamatan jalan, pengembangan potensi daerah setempat sehingga wilayah tersebut nyaman untuk dihuni warga daerah setempat, serta perbaikan dan peningkatan ekonomi dan potensi wisata daerah setempat.
Proses IRSA 2015 terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pendaftaran dan shortlisting, riset, penilaian, serta yang terakhir adalah acara penganugerahaan penghargaan. Saat ini proses IRSA 2015 memasuki tahap pendaftaran peserta.
Pada tahap pendaftaran dan shorlisting, kepesertaan IRSA 2015 dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu: partisipatif (kota/kabupaten aktif melakukan pendaftaran di www.roadsafetyaward.co.id.) dan rekomendasi (direkomendasikan sejumlah pakar keselamatan jalan). Paling lambat 30 April 2015. (zul)
Semangat dari program penghargaan tersebut adalah sebagai upaya untuk terus memberikan dukungan kepada pemerintah kota/kabupaten yang telah bekerja keras menerapkan pilar-pilar road safety di daerahnya. Penghargaan itu juga ditujukan untuk mendorong pemerintah kota/kabupaten lain untuk terus berbenah agar tercipta sinergi yang baik.
“Kami sangat bersyukur karena IRSA mendapatkan apresiasi positif dari seluruh peserta. Hal tersebut tercermin dari hasil riset yang dilakukan salah satu lembaga riset terpercaya mengenai evaluasi terhadap pelaksanaan IRSA 2014. IRSA dianggap sebagai sesuatu yang baru, berbeda, dan penting,” ujar Indra Baruna, Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika.
Berdasarkan hasil riset tersebut, pemerintah kota/kabupaten peserta IRSA 2014 menganggap bahwa road safety adalah aspek penting karena berkaitan dengan angka kematian akibat kecelakaan yang tinggi. Beranjak dari hal tersebut, maka keberadaan IRSA diperlukan karena dianggap sebagai motivasi bagi pemerintah kota/kabupaten untuk terus peduli dan meningkatkan atau memaksimalkan usaha-usaha terkait keselamatan jalan.
Pemerintah kota/kabupaten menganggap bahwa penilaian road safety oleh pihak swasta dianggap sesuatu yang baru dan unik, lebih independen-netral, dan lebih obyektif. “IRSA adalah sebuah ajang yang dapat memotivasi dan meningkatkan kesadaran pemerintah kota/kabupaten bahwa road safety adalah tanggung jawab bersama dan bukan hanya instansi tertentu saja,” ujar Indra Baruna.
Masih beradasarkan hasil riset yang sama, terdapat manfaat langsung bagi pemerintah kota/kabupaten peserta IRSA, diantaranya yaitu memberikan evaluasi dan masukan kepada pemerintah kota/kabupaten setempat terkait implementasi road safety, memberikan perbandingan dengan daerah lain agar perbaikan terhadap kekurangan dapat ditingkatkan, memotivasi serta mengedukasi pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk menggerakkan pemikiran bahwa road safety adalah tanggung jawab bersama, serta menjadikan road safety sebagai prioritas dan tujuan utama bagi Pemda setempat sehingga alokasi APBD terhadap road safety meningkat.
Selain itu, terdapat manfaat tidak langsung yang dirasakan oleh pemerintah kota/kabupaten peserta IRSA. Diantaranya yaitu sebagai dasar bagi pemerintah kota/kabupaten dalam merumuskan anggaran yang terkait dengan perbaikan infrastruktur yang menunjang keselamatan jalan, pengembangan potensi daerah setempat sehingga wilayah tersebut nyaman untuk dihuni warga daerah setempat, serta perbaikan dan peningkatan ekonomi dan potensi wisata daerah setempat.
Proses IRSA 2015 terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pendaftaran dan shortlisting, riset, penilaian, serta yang terakhir adalah acara penganugerahaan penghargaan. Saat ini proses IRSA 2015 memasuki tahap pendaftaran peserta.
Pada tahap pendaftaran dan shorlisting, kepesertaan IRSA 2015 dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu: partisipatif (kota/kabupaten aktif melakukan pendaftaran di www.roadsafetyaward.co.id.) dan rekomendasi (direkomendasikan sejumlah pakar keselamatan jalan). Paling lambat 30 April 2015. (zul)